
Dendam💘Cinta
2 Bersaudara
Part 19
Candaan frans dan tema2 adiknya tiba2 terhenti ketika ponselnya beedering menampakan sebua panggilan masuk dari fildan sang kakak.
Aduu ni orang ribet bangat de daritadi.." dumel frans sebelum dia menjawab panggilan itu.
Halo..!! Kenapa lagisi? Lo tenang aja' dd uda ketemu dan dalam keadaan sehat walafiat.." cerocos frans tampa henti sehingga tak memberikan kesempatan sang penelfon untuk bicara.
Halo..! Maaf pa' pemilik hp ini mengalami kecalakaan, saya suda membawanya keruma sakit tapi dokter menanyakan pihak keluarganya, makanya saya menelfon anda.." kira2 seperti itu suara yg terdengar dari sebrang sana.
Apa...!! Kaget frans sehingga ponsel yg digenggamnya tadi terjatu dari tangannya.
Ada apa k..? Tanya lesti namun tak dijawab ole frans.
K..' kk baik2 ajakan tadi siapa yg nelfon..? Tanya putri sambil memegang pundak frans, namun frans tak menjawab pertanyaan kedua adiknya. Frans hanya bisa meneteskan air matanya.
K..' ada apasi sebenarnya? Kenapa kk nangis..? Tanya lesti mulai khawatir sambil menggoyangkan tubuh frans.
K...k..fildan ke..celakaan..! Jawab frans dengan terbata-bata.
Apa..😱 kaget semua yg ada disitu.
Setela mengetahui fildan mengalami kecelakaan frans dan adik2nya langsung pergi keruma sakit tempat fildan dirawat. Salsa, riski dan rido jugat ikut bersama mereka.
Diruma sakit suda ada pp beni dan mm eri yg menunggu fildan diluar ruangan oprasi.
Ma..' gimana keadaan k fildan.." tanya lesti yg baru tiba.
Mm belum tau sayang, dokter sedang menanganinya.." jawab mm eri.
Ini semua gara2 dd' coba aja dd ngga menghilang di kampus pasti k fildan ngga akan batalin kerjaannya buat ikut nyari aku.." sesal lesti dengan tangis.
__ADS_1
Kamu jangan nyalahin diri kamu dong, ini semua uda takdir, kita berdoa ajayu semoga k fildan baik2 aja.." bujuk frans sambil menenangkan adiknya yg terus menerus menyalakan dirinya.
Jelang beberapa saat dokter keluar dari ruang opeasi dengan raut waja yg sulit di artikan.
Gimana dok? Anak saya ngga apa-apakan..? sambut mm eri dengan pertanyaanya pada dokter yg baru keluar oprasi
Maaf bu, keadaan pasien sangat kritis, pasien banyak kehilangan dara, sedangkan kami kehabisan stok dara yg golongannya sama seperti anak ibu.." mendengar jawaban dokter itu mm eri dan pp beni langsung memundurkan langkah mereka.
Ma, pa..!! Kenapa kalian diam aja? K fildan skarang lagi butu dara, tolong dong buang ego kalian dulu..' ini demi k fildan.." kata frans dengan tangis yg tak bisa ditahan lagi. sedangkan aya dan ibunya hanya menjawabnya dengan tatapan penu penyesalan..
Dok.." kalau mereka ngga mau mendonorkan dara mereka ambil dara aku aja dok, aku adiknya.." kata frans sambil menghampiri dokter yg menangani fildan.
Aku juga dok.." sambung lesti dari belakang.
Baik mari ikut saya.." kata dokter itu.
Tak lama kemudian dokter kembali bersama frans dan lesti.
Maf pa' bu..golongan dara kedua anak kalian tidak cocok dengan pasien.." kata dokter itu penu penyesaln.
Ma'pa..tolong...tolong pa..! Bantu k fildan, dd janjii kalau pp bantu k fildan dd ngga akan ngomong kasar lagi sama pp' dd akan nurutin apapun kata2 papa.." kata lesti sambil ikut-ikutan bersujud di kaki ayanya dengan tangis yg semakin menjadi.
Ma.." tolongg..." lirih lesti sambil menatap ibunnya dengan posisi yg masi terduduk dilantai.
Meraka tidak akan bisa membantunya' percuma kalian meminta bantuan pada mereka.." kata mami ros yg tiba2 saja muncul diantara mereka.
Ngapain kamu disini..? Bentak lesti pada mami ros yg baru datang.
Plakk...!! Mami ros menjawab pertanyan lesti dengan satu tamparan keras membuat semua yg ada disitu beeteriak histeris termasuk putri.
Mami...!! Apa-apaan simi..! Bentak putri pada mami ros.
Diam..!! Biarin mami bicara, uda lama mami menanti saat2 ini..! Kata mami ros.
He kamu, kamu itu memang anak pembawa sial, kalau saja kamu tidak pake acara kabur, mungkin anak saya tidak akan mengalami kecelakaan..! Kata mami ros dengan judes pada lesti.
__ADS_1
Apa..! Anak kamu..? Tanya mm eri.
Iya anak aku.."bahkan mas beni juga tau ko, jawab mami ros dengan santai.
Mas.. apa yg dibilang dia itu benar kalau fildan itu anak kamu dan dia.." tanya mm eri pada pp beni sambil menunjuk mami ros.
Dengarin dulu ma' aku bisa jelasin..! Kata pp beni.
Uda biar aku yg jelasin..' kamu tau ngga di mlm pernikahan kalian mas beni itu bukannya mengahabiskan mlmnya dengan kamu tapi dengan aku,dan fildan itu adala hasil dari cinta kami.." kata mami ros sambil tersenyum puas keara mm eri.
Apa..! Jadi slama ini aku membesarkan anak hasil perselingkuhan kalian..? Tegaya kamu mas' kamu bukan hanya sekali menyakitiku tapi berkali-kali bahkan setela kita berpisa kamu masi sempat nyakitin aku kaya gini..! Kata mm eri sambil memukul-mukul dada pp beni dengan tangis yg suda tak bisa ditahan lagi.
Mas mulai saat ini mas uda ngga punya hak lagi buat membesarkan lesti, mulai saat ini juga aku bakalan bawa lesti jau dari kamu bahkan sampai sehelai rambunyanya saja tak bisa mas temukan..! Ancam mm eri pada pp beni.
Ma..bawa aku juga ma' frans uda cape sama sumu drama ini..! Mohon frans pada mm eri.
Baikla oyo kita pergi.." kata mm eri sambil mengajak frans ikut bersama merka
Ma..lesti ngga mau ma' lesti mau nemanin k fildan, lesti mau nunggu sampai k fildan sadar dulu.." renget lesti pada ibunya.
Lesti kamu uda dengarkan tadi, fildan itu bukan kk kamu.." kata mm eri mencoba menjelaskan pada lesti namun lesti masi tak mau mendengarkan perkataan mami eri baginya fildan itu adala hidupnya. fildan adala orang yg menemaninya disaat masa2 sulit.
Ngga ma dd ngga mau.." tolak lesti.
Frans bawa adik kamu skarang juga biar perlu seret dia kalau dia ngga mau.." tita mm eri.
Baik ma..!
Ngga ma' tolong jangan paksa dd..ma'
K fildan k..kk..' teriak lesti dengan histeris lesti terus melambaikan tangannya keruangan fildan berharap fildan mendengarkan tangisannya namun semua yg diharapkannya tak terjadi sedangkan frans terus menarik tubu lesti sampai benar2 hilang dari pandangan ayahnya.
Sedangakan salsa, riski dan rido hanya bisa melihat drama keluarga lesti dengan tatapan penu kasian.
Bersambung.....
__ADS_1