
Dendam💘Cinta
2 Bersaudara
Part 20
Sepanjang perjalanan lesti terus menangis sedangkan frans dan mm eri hanya bisa terdiam melihat keara luar jendela, tubu mereka ada disisi lesti, tapi pikiran mereka entah kemana.
Lamunan frans dan mm eri terhenti ketika mobil yg mereka tumpangi berhenti disebua ruma mewa bernuansa puti abu2. Lesti nampak bingung melihat ruma yg ada dihadapannya. Pasalnya lesti tau itu bukan ruma ibunya. Mm eri mengajak frans dan lesti memasuki ruma itu, setela memecet bel, tak lama kemudian pintu ruma itu terbuka menampakkan seorang wanita paru baya.
Loh eri' ko ngasi kabar kalau mau datang..? Tanya mm iis yg langsung memeluk tubu mm eri.
Aku maun ngomong penting sama kamu..! Jawab mm eri.
Yauda masuk yu.." ajak mm iis. Sampai didalam mm eri menceritakan semua kejadian yg menimpanya pada sahabatnya itu. Sedangkan frans dan lesti hanya bisa terdiam mendengar curahan hati ibu mereka.
Jadi gitu is..! Kata mm eri dengan tangisnya.
Yg sabar ya eri.." aku yakin kamu pasti kuat ko.." mm iis mencoba menenangkan sahabanya itu.
Is..aku kesini mau nitip lesti' tolongya jagain dia untuk beberapa hari' tolong jangan ijinin dia keluar" aku dan frans lagi ada urusan buat mempersiapkan keberangkatan kami.." pinta mm eri.
Emang kalian mau kemana..? Tanya mm iis.
Maaf is kali ini aku ngga bisa ngasi tau kamu..! Jawab mm eri.
Oh..ngga apa2 ko' aku pasti akan jaga lesti dengan baik untuk kamu...! Pembicaraan itu selesai ketika mm eri dan frans pamit untuk pulang.
__ADS_1
Sayang kamu tidur di kamar siski ajaya..' kebetulan orangnya lagi ngga ada.." kata mm iis dan hanya diangguki ole lesti. Dari tadi lesti tak banyak bicara.
Nah ini kamar riski.." kata mm iis lagi sambil mempersilakan lesti untuk istirahat.
Setela lesti memasuki kamar itu, sepeeti biasa kalau lesti sedang sedi pasti lesti akan mematikan semua lampu yg ada di kamar itu kemudian dia akan menangis sejadi-jadinya tampa mengeluarkan suaranya.
Setela mengantar lesti kekamar riski. Mm iis kembali kerutinitas awalnya yaitu nonton tv diruang keluarga. Jelang beberapa saat mm iis mendengar suara yg sangat dikenalnya dari ara pintu depan.
Iki..pulang ma.." kata riski sambil memasuki rumanya.
Ido..juga ma.." susul rido dari belakang.
Rido langsung kekamarnya untuk mengambil beberapa barang yg diperlunya untuk diasrama. Sedangkan riski menghampiri ibunya yg sedang duduk di ruang keluarga.
Ma..' panggil riski sambil duduk disamping ibunya.
Kenapasi ko ngilahitin mm gitu amat..? Tanya mm iis yg mulai tak nyaman dengan tatapan riski.
Ma..' panggil riski.
Kenapasi? Kamu mau ngomong? Yauda ngomong aja' ngga usa liatin mm kaya gitu' mm jadi takut tau..! Mm iis menunjukan expresi takutnya pada riski.
Ma.." sebenarnya yg dijodohin sama aku itu putri atau lestisi..? Tanya riski.
Oh..kamu uda tau ya..? Yg dijodokan sama kamu itu lesti sayang' putri bingsu dari om beni dan tante eri..! Hari itu kami dian aja saat kamu sala paham, kami ngerti kalau kamu mengira hanya putri anaknya om beni, karna emang hanya putri yg diketahui publik.." jawab mm iis.
Mm..bisa ngga' ceritain ke iki gimana sampai tante eri bisa ngadopsi fildan? Mm kan sahabatnya tante eri? Riski mulai mengorek masa lalu keluarga lesti agar dia bisa tau lebi dalam masala lesti.
__ADS_1
Hmmm...kamu uda tauya sayag..? Tanya mm iis.
Iya ma' iki sama ido tau dari tante ros, soalnya tadi iki sama ido juga ada diruma sakit.
Jadi gini sayang' mm si ngga tau ditelnya, tapi waktu tante eri lagi lahirin frans diruma sakit, waktu itu om beni bawa masuk seorang bayi laki2 dalam ruangannya tante eri, katanyasi bayi itu ditingalin sama orang tuanya makanya om beni sama tante eri langsung adopsi anak itu..' kata mm iis mencoba menceritakan awal mula fildan bisa diadopsi ole mm eri dan pp beni.
Oh..gituyama ceritanya.." yauda iki kekamar duluya.." pamit riski pada ibunya sambil berjalan keara kamarnya.
Sesampainya riski dikarnya, riski nampak bingung dengan kamarnya yg gelap gulita.
Tumben mm matiin lampu kamar iki.." gumannya sambil berjalan menuju tempat tidurnya. Namun saat berjalan kakinya tersandung sesuatu membuanya terjatu kelantai.
Awwwsss..apaansi itu..? Jerit riski sambil menyalakan lampu kamarnya. Saat lampu kamarnya menyala riski sangat terkejut dengan keberadaan lesti dikamarnya yg sedang duduk sambil memeluk kedua lututnya dengan mata yg suda membengkak akibat menangis.
Astaga lesti..! Lo..lo..disini? Trus kenapa lo duduknya dibawa? Duduk dikasur ajayu..! Pinta riski sambil memegang pundak lesti namun lesti tak merespon perkataan riski. Hanya air mata yg keluar dari matanya.
Uda dong jangan nangis lagi.." lo tu uda jelek' kalau nangis jadi tamba jelek..! Ledek r riski mencoba membust lesti kesal sambil menghapus air mata yg membasahi pipi lesti. Tapi Lesti lagi2 tak merespon perkataan riski. Namun tiba2 lesti memeluk tubuh riski dengan erat sedangkan riski yg dipeluk tiba2 ole lesti hanya bisa terdiam.
Taklama kemudian riski membalas pelukan lesti.
Les..lo pasti bisa ko ngelewatin semua cobaan ini.." lagian manasi lesti yg gue kenal' setau gue lesti yg gue kenaltu ngga selema inide.." kata riski mencoba untuk menennangkan lesti sambil sesekali mengusap pundak lesti.
Ki..." dia uda ngerampas semua yg gue punya.." tapi gue tetap iklas, tapi dia masi ngga puas juga, makanya dia coba ngerampas sesuatu yg paling aku sayangi juga.." tangis lesti dipelukan riski sambil mencurakan isi hatinya.
Skarang uda ngga ada lagi yg sayang sama gue.." sambung lesti lagi masi dalam pelukan riski.
Lo ngga bole ngomong kaya gitu' gue janji gue akan slalu ada buat lo sampai2 lo ngga akan rasain kesepian sedikpun..! Kata riski mencoba menguatkan hati lesti masi dengan posisi sama yaitu dalam pelukan lesti.
__ADS_1
Bersambung......