Dendam cinta 2 bersaudara

Dendam cinta 2 bersaudara
part 53


__ADS_3

Kisah💘Cinta


2 Bersaudara


Part 53


Ahahahhhhh...." tawa ridwan peca sambil menyusuri koridor kampus dengan tangannya yg masi menggenggam erat tangan lesti.


"....Gila..." sumpa gue ngga perna lihat riski semara itu" sumpa idelotu gila bangat.." ridwan tak henti2 tertawa saat mengingat xpresi riski waktu diparkiran tadi.


Sedangkan lesti hanya bisa tersenyum kecut' tak bisa dia sangkal bahwa saat ini dirinya sedang dilanda kecemasan karna dua hari menjadi istri riski suda membuatnya mengetahui bagaimana sikap nekat suaminya itu.


Les..." lo baik2 ajakan..?? Tanya ridwan saat menyadari gadis yg dia genggam tangannya itu tak bersuara sepanjan mereka menyusuri koridor kampus.


Hmm.." ngga apa2 ko.." jawab lesti tersenyum singkat keara ridwan sebelum xpresi wajanya kembali datar.


"Gue ke perpus duluya.." ada sesuatu yg mesti gue lakuin soalnya.." pamit lesti saat mereka suda berada didepan kls dens.


Ridwanpun mengiyakan permintaan lesti sambil melepaskan genggamannya.


Ridwan memili masuk duluan dan menunggu lesti didalam kls.


Namun sampai jam istirahat lesti tak kunjung kembali.


"...Hufff..." cape bangat gue hari ini.." kelu salsa sambil menghempaskan tubunya disala satu bangku yg ada dikantin.


"Iya" gue juga.." bu weni kayanya senang bangat gitu ngaduk2 otak kita.." sambung rani yg ikut duduk disamping salsa.


"Iya benar bangatu ran' buweni itu emang senang bangat liat kita sensara' uda gitu silesti pake acara ngga ikut kls ekting lagi, coba aja kalau hari ini dia ikut kls ekting' pasti kita ngga akan kena hukum sama bu weni, secara lestikan jago bangat ektingnya.." sambung rara sambil duduk didekat salsa dan rani.


"Yaudahla ngga usa ngelu" lagian silesti lagi ngikutin kls dens kan" eh gue pesan makanan duluya" semuanya mau disamain ajakan..? Tanya rara sebelum dia berlalu kemeja kasir.


Salsa rani dan rara pun hanya mengangguk.


5menit kemudian tasya kembali dengan membawa napan yg berisi 4mangkuk yg berisi bakso.


Karna suda sangat lapar mereka berempatpun langsung melahap makanan mereka.


"Hai sayang" sapa irwan pada rara.


Kenapasi..? Cape bangat kayanya..? Tanya irwan yg melihat waja lesu kekasinya itu.


"Habis kena hukum" jawab rara dengan lesu.


"..ha.." kenapa emangnya..? Tanya irwan


"Ngga buat tugas" jawab rara.


"Eh.." kalian cuman berempat? Putri kemana? Tumben ngga gabung sama kalian..? Tanya rido pada keempat gadis yg ada dihadapannya itu.


"Putri lagi ngumpul sama gengnya kali" lagian diatu lagi malas liat muka lo" mungkin karna kejadian kemarinnn.." dusta salsa pada rido. Padahal dia tau kalau putri suda tak mara lagi pada rido.


Dan Enta kenapa mengerjai rido menjadi hobi barunya saat ini.


"Yauda gue cari putri duluya" pamit rido dan segera berlalu.


"..Hahahh.." tawa salsa dan ketiga sahabatnya peca saat rido suda benar2 menghilang dari pandangan mereka.


"kalian bohongin rido..? Tanya irwan pada keempat gadis yg ada dihadapannya.


"Menurut lo" jawab salsa masi dengan kekehannya.


"Wah" para lo.."


Tawa salsa terhenti saat ridwan datang menghampiri mereka dan menanyakan keberadaan lesti.


"Lesti mana..? Tanya ridwan yg baru datang sedangkan salsa hanya bisa mengernyitkan keningnya mendengar pertanyaan ridwan. Bagai mana mungkin ridwan bertanya tentang keberadaan lesti. Bukannya tadi pagi dia yg mengajak lesti untuk ikut kls dens dengannya.


"Lo mabukya wan..? Lestikan sama lo.." tudu rani.


"Iya" tadi pagi emang dia ngikut gue ke kls dens tapi pas mau masuk kls dia bilang mau ke perpus bentar, tapi" dia mala ngga balik2.." kata ridwan dengan nada bicara yg mulai panik.


"Dia lagi sama riski kali.." kata rara mencoba untuk menenangkan ridwan.


"Ngga mungkin sayang" riski dari tadi dikamarnya' dia lagi ngga enak badan" ni rencananya habis makan aku mau kekamarnya buat lihat keadaannya.." kata irawan.


"Trus dia dimana dong..? Tanya salsa yg mulai menunjukan raut paniknya.


"Gue disini" lagian lo semua lebai amatsi" guetu bukan anak kecil yg harus kalian hawatirin setiap saat..." sahut lesti dari belakang mereka sambil berjalan menghampiri salsa dan yg lainnya.


"Ya habisnya lo ngilang gitu aja" gimana kita ngga panik coba? Lagian lo habis dari manasi..? Tanya ridwan.


"Ketiduran diperpus" jawab lesti dengan santai.


"Eh..e" kalian ngerasa ada yg ane nggasi..? Tanya rani yg mulai mengalikan topik pembicaraan.

__ADS_1


"Apa? Tanya lesti dengan malas.


"Si riski ngga kelihatan" siruhil juga hari ini ngga kelihatan" apa mungkin mereka lagi sama2 kaliya...?


Mendenganr pertanyaan rani barusan membuat lesti berpikiran yg tidak2 namun beberapa detik kemudian segera ditepisnya pikiran kotornya itu.


"Ngga mungkinla" kan gue uda bilang siriski lagi ngga enak badan" yauda gue nengok dia duluya" pamit irwan.


"Lo ngga mau ikut wan? Tanya irwan sebelum dia berlalu.


"Duluan nanti gue nyusul.." jawab ridwan.


****************


Lesti mengobrak-abrik isi lemarinya saat dirinya suda berada didalam kamarnya yg ada diasrama.


"Loh ko ngga adasi? Prasaan gue ingat betul waktu itu gue nyimpan suratnya disini.." dumel lesti sambil membongkar isi lemarinya.


Lama mencari namun barang yg dicarinya tak kunjung ketemu membuat suatu pikiran terlintas diotaknya.


"Fix" gue yakin pasti dia orangnya.." guman lesti dan langsun beranjak dari tempanya dan segera meninggalkan kamarnya dengan raut waja penu dengan kekesalan.


"Wisss..." curang lo semua" main gem ngga ngajak2.." kata irwan saat memasuki kamar riski dan mendapati rido dan randa yg sedan bermain gem.


Sedangkan riski duduk murung dibawa ranjangnya.


"Habisnya gue lagi bete" siputri ngehindarin gue gara2 kejadian kemarin" kelu rido.


"Yaela biasala cewe" lagian lo uda keterlaluansi kemarin.." kata irwan sambil duduk didekat rido dan randa.


Tiba2 pintu kamar riski terbuka dan menampkan gadis yg mereka bicarakan itu, siapa lagi kalau bukan putri.


"Bebs" kamu ko jahat bangatsi? Kamu ngehindarin aku? Seharusnya yg harus ngelakuin itukan aku? Seharusnya aku yg mara" tapi ini ko mala kamusi yg mara.." omel putri sambil menghampiri rido.


Mendengar omelan putri rido langsung menghentikan permainannya dan digantikan ole irwan.


"Bukan gitu bebs.." aku ngga mara" mala aku pikir kamu yg mara.." kata rido sambil menggenggam tangan putri.


"Benar kan? Kamu ngga bohongkan? Tanya putri.


"Iya sayang" jawab rido sambil memeluk tubu putri.


"Woeee" jangan mesum dikamar gue.." tegur riski yg suda tak tahan dengan kemesraan yg ditunjukan putri dan rido.


"Ella..iri aja lo bang.." kata rido sambil melepaskan pelukannya pada putri.


"Wah..para lo semua.." main ngga ngajak2 lagi.." kata ridwan sambil menghapiri irwan dan randa yg sedang bermain gem.


"Ya habisnya lotu skarang uda ngga asik tau ngga? Lotu skarang susa diajak ngumpul.." kata irwan yg masi fokus pada permainannya.


"Ya gue malasla" kalau ngumpul sama kaliantu hanya buat gue jadi obat nyamuk" secara kalian semuakan punya pasangan nah gue..? Ridawan mulai mengeluarkan uneg-unegnya.


"Eh gue juga jomblo ya" tapi gue masi bisatu gabung sama mereka.." sambung randa yg tak terima dengan alasan ridwan.


"Iya" lo jomblo" tapi jomblo yg sedang ngincar pacar orang.." sindir ridwan pada randa.


"Ya ngga apa2 dong gue naksir pacar orang" ya selama janur kuning belum melengkung gue masi bisa dong dekatin dia.." jawab randa dengan santai.


"Ya ngga bole gitula..? Apalagi cewe yg lodekatin itu.." belum selesai ridwan melanjutkan ucapannya riski suda memotong perkaannya.


"Lebi buruk mana? Mending dekatin pacar orang atau dekati istri orang..? Tanya riski sambil menatap sinis keara ridwan.


"Ya ngedekatin istri orang la.." jawab randa yg membuat emosi riski semakin berkecamuk.


" lo nyindir gue ki..? Tanya ridwan.


"Menurut lo gitu? Soryde kalau lo ngerasa kesingung ama ucapan gue.." jawab riski masi dengan tatapan penu emosi.


"Astaga riski gue sama lesti itu cuman bercanda doang tadi.."kata ridwan mencoba menjelaskan.


"Bercanda? Bercanda pakai pegang-pegangan tangan? Sumpa lucu bangat wan' gue sampe pengen ketawa.." kata riski dengan emosi yg semakin memuncak. Sedangkan randa dan yg lainnya hanya bisa terdiam menyaksikan pedebatan kedua sahabatnya itu. Mereka bahkan tak tau akar permasalahannya.


"Ki" gue cuman megang tangannya doang ngga lebi.."


Brukkk...tiba2 ridwan tersungkur kelantai akibat satu tonjokan dari riski yg mengenai pipinya.


"He.." lo pikir istri gue itu barang umum yg bebas lo pegang gitu aja haaaa..." bentak riski sambil menarik kerak baju ridwan.


"Buk.." ridwan berhasil membalas serangan riski hinga riski tersungkur kelantai.


"Ngga usa so manis de lo" semua yg ada disinitu juga tau gimana hubunganlo sama lesti sebenarnya.." kalau dia cinta sama lo" dia ngga akan mungkin kabur.." kata ridwan.


Kata2 ridwan barusan itu membuat perkalahian antara mereka semakin menjadi. meraka saling melayangkan pukulan.


Bahkan teman2 mereka yg ada disitu tak mampu menghentikan mereka.

__ADS_1


"Stoooopppp..." teriak ruhil yg suda berada ditenga2 ridwan dan riski.


"Apa-apaansi kalian" apasi yg kalian ributin? prasaan dari SMA kalian ngga pernatu brantam kaya gini..? Tanya ruhil.


"Lo ngapain disini? Tanya riski dengan xpresi males dang emosi yg masi berkecamuk didadanya.


"Tadi kita cuman latihan ko.." jawab ridwan yg sama dengan riski sama 2 mengendalikan emosi mereka didepan ruhil.


Riski dan ridwan saling menatap dengan emosi yg masi berkecamuk didada mereka.


"Benaran..? Tanya ruhil dan diangguki keduanya.


"Oke" ruhil mengatakan apa tujuannya kekamar riski saat dia merasa yakin kedua pria yg ada dihadapannya itu hanya berpura-pura bertengkar.


"Jadi gini" gue kesini mau ngasi undangan ini kekalian semua" jangan lupa datang ya.." apalagi lo ki, gue pengen bangat lo datang keacara ulantahun gue.." kata ruhil.


Belum sempat riski menjawab permintaan ruhil tiba2 dirinya dibuat kaget dengan kehadiran lesti yg muncul tiba2 sambil membanting keras pintu kamar riski membuat semua yg ada disitu terkejut.


"Dimana? Petanyaan lesti barusan membuat riski bingung.


"Dimana apanya? Tanya riski.


"Dimana surat perjanjiannya? Lokan yg ngambil? Lo ngga mungkin ngelak karna cuman lo yg ngga ngikutin kls hari ini..? Tudu lesti tampa henti membuat senyum ridwan terukir.


Riski makin emosi saat melihat ridwan tersenyum. Riski seakan merasa ridwan senang menyaksika pertengkarannya dengan lesti.


"Keluaaaarrrr..." usir riski pada semua yg ada disitu.


Irwan dan randapun segera meninggalkan kamar riski kecuali ridwan ruhil rido dan putri.


"Lo ngusir gue bang? Kitatu uda sekamar dari kecil.." protes rido.


"Tersera lo kalau gitu.." kata riski sambil mendekati lesti dan mencim bibinya dengan paksa.


Rido hanya bisa menganga melihat tindakan kakanya itu.


"Ah ki le..pasin.." tolak lesti namun tenaga riski terlalu kuat.


Riski terus mencium bibir lesti bahkan riski sempat menggigit bibir lesti agar lesti mau membuka mulutnya. Namun lesti tetap tak membuka mulutnya.


Merasa ciumannya tak dibalas. riski langsung berbisik ditelinga lesti.


Peluk gue skarang juga kalau lo ngga mau gue apa-apain.."


Dengan terpaksa lesti membalas pelukan riski membuat rido dan yg lainnya segera meninggalkan kamar riski.


"Astaga" bang..? Pintunya gue kunci dari luarya.." kata rido.


"Oh astaga.." itu siriski kesambet setan apaansi.." dumel putri saat suda berada diluar kamar riski.


Sedangkan ruhil langsung meninggalkan mereka karna shok dengan apa yg barusan dilihatnya. Dalam hatinya berkata awas ajalo les" gue bakalan buat lo nyesal karna uda brani nyentu riski didepan gue.


"Ya wajarla put" kita seharusnya uda keluar pas abang gue ngusir kita tadi.." lagiankan merekakan suami istri.." perkataan rido barusan langsung membuat ridwam meninggalkan mereka yg masi berdiri didepan pintu kamar riski.


Ridwam menendan tempat sampa yg dilewatinya hingga isinya berserakan dilantai. karna kesal dengan apa yg dilihatnya tadi.


"Tuanak kenapasi..? Tanya putri yg merasa ane dengan tingaka ridwan.


"Uda ngga usa difikirin" mending skarang kamu balik kekamar kamu.." karna kalau kelamaan disini sama aku, aku ngga bisa jamin kalau aku ngga bisa ngapa-ngapain kamu. Karna aku ini cowo normal yg kalau lihat agedan kaya taditu bisa buat aku teransang' aku takut hilang kendali dan melakukan hal yg ngga wajar sama kamu.." kata rido panjang lebar.


Putri meninggalkan rido setela mendengar penjelasannya dengan raut waja penukekesalan.


"Dasar cewe" di jagain kehormatannya mala mara.." guman rido sambil beranjak pergi.


Sedangkan didalam kamar" riski masi menjelankan aksinya.


Riski terus mencumbui lesti meski lesti berkali-kali menolaknya.


"Ki lepasin.." kelu lesti namun tak dihiraukan ole riski. Enta setan apa yg sedang merasukinya saat ini. riski bahkan mendorong tubu lesti keranjangnga dan menindi tubu mungil lesti.


Rasa emosi dengan perkataan ridwan tadi masi terngiang diotaknya ingin sekali dia memiliki lesti seutunya agar ridwan tak berani mendekati istrinya itu lagi.


Riski terus mencium bibir lesti dengan kasar, bahkan saat ini pakakain lesti suda disobek olenya. Membuat tangisan lesti keluar.


Mendengar tangisan lesti riski langsung tersadar dan segera menghentikan aksinya.


Riski menarik selimutnya dan menutupi tubu lesti.


Riski keluar dari kamarnya sambil mengusap wajanya dengan kasar.


"Astagfirullah hal'azim" apa yg aku lakukan tuhan? karna emosi pada sahabatku aku sampai hampir menggauli istriku dengan paksa.." kata riski penu penyesala. Riski tau saat ini tempat yg aman untuk menenankan dirinya hanyala masjid.


Sedangkankan didalam kamar lesti masi meratapi dirinya yg suda terlihat beratakan.


lesti tak mara dengan perbuatan riski, toh itu suda menjadi tugasnya, cuman yg lesti sesali adala riski melakukannya dengan memaksa dirinya hingga lesti merasa seperti tidak melayani suaminya melainkan seperti di (per.....a).

__ADS_1


Bersambunggggg.........


__ADS_2