Dendam cinta 2 bersaudara

Dendam cinta 2 bersaudara
part 50


__ADS_3

Kisah💘Cinta


2 Bersaudara


Part 50


Ingat ya.." gue putri sama rani bakalan ngalihin perhatiannya lesti. dan lo sama rara bawa keluar kopernya lesti.." kata salsa sambil menunjuk tasya saat dia dan teman2nya suda berada didepan pintu kamar lesti untuk menjalankan hukuman yg diberikan mm eri dan mm iis.


Eh tunggu dulu.." ko gue deg-deggan ya..? Lagian emang adaya hukuman kaya gini.." kelu rara saat dirinya dan yg lainnya hendak masuk kekamar lesti.


Hmm baru taukan lo.." hukuman kaya ginitu emang ada tapi.., cuman ada dikeluarga guee.." kesal putri sambil membuka pintu kamar lesti.


Jeng.." kamu yakin anak2 itu bisa buat lesti make baju yg kita kasi tadi..? Tanya mm iis saat dalam perjalanan pulang.


Kamu tenang aja.." anak2 itu cerdas ko.." mereka itu ngga sepolos tampang mereka.." jawab mm eri dengan santai.


Hai les..." sapa salsa dan yg lainnya. Saat mereka suda bereda didalam kamar lesti.


Ada apa..? Tanya lesti penu curiga karna tingka teman2nya itu sangat ane.


Hehe ngga ada apa2.." jawab rani dengan cengegesan.


Jawaban rani barusan membuat kecurigaan lesti bertambah.


Ada apasiii..? tanya lesti lagi.


Oh..ngga ada apa2 ko les.." ngomong2 siriski mana..? salsa pura2 bertanya tentang keberadaan riski untuk mengalikan perhatian lesti. Padahal salsa dan yg lainnya tau kalau riski sedang keluar. Karna tadi mereka sengaja membuat riski keluar dari kamarnya.


Dia lagi keluar.." emang kenapa..? Tanya lesti lagi.


Kita semua mau ngasi kado ini buat lo.." smoga lo sukaya.." kata salsa sambil menyodorkan kado yg berisi baju tidur yg di kasi mm eri tadi.


Sedangkan rara dan tasya membawa keluar koper lesti dengan langka yg pelan dan tak bersuara agar lesti tak mengetahuinya.


Setela rara dan tasya bwehasil membawa keluar koper lesti tiba2 mereka dikejutkan dengan keberadaan riski yg suda berada didepan mereka.


Alhasil rara dan tasya hanya bisa mematung menatap riski.


Eh..rara sama tasya kemana..? Iss Kebiasaan de mereka kalau pergi ngga pake pamit.." kesal putri pura2.


Yauda les.." kita pamit ya.." kita mau nyusul rara sama tasya soalnya.." pamit rani dan diangguki ole lesti.


Namun sebelum melangka keluar salsa membocorkan isi kado yg mereka bawa membuat rani dan putri menatapnya dengan kesal.


Les.." panggil salsa dan lestipun menole kearahnya.

__ADS_1


Itu kadonya isinya baju tidur.." kalau bajunya ngga sesuai sama selera lo..' jangan maraya.." soalnya kita belinyatu di onlain shop.." lo tau sendirikan kalau beli barang di onlain shop itu barangnya slalu ngga sama dengan gambarnya..! Kata salsa.


Oh ngga masala ko.." jawab lesti.


Sedangkan rani dan putri langsung menarik tangan salsa keluar dari kamar lesti.


Maksudlo apa ngomong kaya gitu..? Lo sengajaya mau buat lesti tau.." omel rani pada salsa saat suda berada diluar kamar lesti.


Iyani k salsa.." akutu sampai deg-degan tau ngga.." sambung putri.


Ih guetu ngga maksud buat bocorin.." gue ngomong kaya gitutu supaya lesti ngga mara sama kita kalau dia uda buka kadonya.." kata salsa membela diri.


Ya tapikan..! rani tetap tidak terima dengan penjelasan salsa mereka terus berdebat. Mereka bahkan tak menyadari kalau disamping mereka ada rara dan tasya yg dari tadi suda mematung. Sedangkan riski terus menatap mereka sambil melipat kedua tangannya didada. seking asiknya berdebat mereka bahkan sampai tidak menyadari keberadaan riski.


Guetu uda temanan sama lesti dari kecil jadi gue uda tau sifatnya diatu kaya gimana.." kalau sampai dia tau kita ngasi dia baju tidur kaya gitu dengan sengaja..' maka habisla kita.." kata salsa lagi.


Sedangkan sepanjan salsa berdebat dengan rani tasya terus menyikut pingggangg salsa membuat salsa kesal.


Apasi sya..? Kesal salsa sambil menole ketasya.


Ituuu..." tasya menjawab pertanyaan salsa dengan menunjuk riski yg sejak tadi berdiri di samping mereka. Seketika wajah ketiga gadis yg dari tadi asik berdebat itu beruba pucat.


Oh yaampunn.." dari kapan? Tanya salsa dengan pelan namun masi bisa didengar ole riski.


Dari tadiii..." jawab riski.


Kata siapa..? Ngga usa nudu sembarangan de, kalau ngga punya bukti.." jawab salsa dengan ketus.


La trus ini apa..? Kalian lagi ngerencanain sesuatukan..? Tanya riski sambil menunjuk koper lesti yg sedang dipegang ole rara.


Iya-iya.." kita lagi buat rencana tapi bukan mau bawa kabur k lesti.." uda aku mau pulang.." omel putri yg sejak tadi suda tak tahan dengan pertanyaan2 riski.


Ki.." anggap aja lo ngga lihat kejadian iniya..? Pinta salsa sebelum pergi meningalkan riski. membuat riski mengernyitkan keningnya karna bingung.


Dasar cewe2 aneh.." kata riski sambil menatap kepergian salsa dan yg lainnya.


Dari mana..? Tanya lesti saat riski suda memasuki kamarnya.


Kanapa..? Kangen..? Baru juga keluar bentar uda kangen.." goda riski membuat lesti menatapnya dengan tatapan geli.


Lo belum bersi2..? Tanya riski dan dijawab gelengan kepala ole lesti.


Kalau gitu gue dulua ya.." uda gera bangat soalnya.." kata riski sambil mengambil handuk dan pergi kekamar mandi.


Saat riski dikamar mandi, lesti mulai menyadari kopernya yg suda tidak berada ditempatnya.

__ADS_1


Loh koper gue kemana..? Haaaaa.." gimana gue mau ganti baju kalau koper gue ngga ada.." rengak lesti sambil mencari-cari keberadaan kopernya.


Oh iya tadi kata sisalsa dia ngasi gue baju tidur.." gue pake baju itu dulu kaliya.." kata lesti sambil melirik kotak kado yg dikasi salsa tadi.


Aaaaaaaaaa....!! Lesti berteriak sangat kencang saat ia membuka kado dari salsa dan mengetahui isinya.


Teriakan lesti itu membuat riski keluar dari kamar mandi dengan terburu-buru.


Ada apa..? Tanya riski saat suda berada di samping lesti.


Mendengar pertanyaan riski barusan lesti langsung menatap keara riski dan alhasil lesti kembali mengeluarkan suara kerasnya.


Aaaaaaaaaaa...! Teriak lesti saat menatap riski yg hanya memakai handuk. Namun dengan cepat riski langsung menutup mulut lesti.


Ssstttt..!! Diam.." kenapa harus teriak2si..? He semua orangtu tauya kalau dikamar initi ditempati sama pengantin baru.., emang lo mau mereka berpikiran yg ane2.


Lagian belum gue apa-apain juga uda teriak2.." kata riski. Sedangkan lesti terus meronta karna hampir kehabisan nafas.


Oh sory.." kata riski saat menyadari gadis yg dia bekab mulutnya itu hampir kehabisan nafas.


Ihhh..." lagian lo jugasi ngapain keluar cuman pake handuk doang.." omel lesti.


Ya tersera gue dong.." lagian lo itu harus membiasakan diri karna lo bakalan sering2 lihat gue bertelanjang dada bahkan mungkin lebi.." jawab riski dengan santai.


Perkataan riski itu sukses membut lesti sangat kesal.


Lagian lo ngapain teriak-teriaksi..? Tanya riski lagi.


Gimana gue ngga teriak coba" gue dikasi kaya ginian sama salsa.." rengek lesti sambil menunjukan baju tidur yg dikasi salsa. (Eh mm eri maksudnya).


Riski memalingkan wajahnya sambil tersenyum agar tidak ketahuan lesti kalau dirinya sedang tersenyum saat lesti menyodorkan baju tidur yg sexi itu padanya.


Yauda ngga usa dipake.." kata riski.


Tapi koper gue hilang ki.." masa iya gue tidur pake gaun kaya gini.." rengek lesti.


Emang koper lo kemana? Tanya riski pura2. padahal dia tau kenapa kopernya bisa hilang.


Ngga tau.." rengek lesti lagi kali ini air matanya bahkan suda membasahi pipinya.


Yuda ngga usa nangis seharusnyatu lo nyiapin baju yg harus gue pake bukan teriak2.." riski mencoba membuat lesti melupakan masala baju tidur itu.


Ih..malas bangat.." jijai gue kalau harus megang2 dalaman lo.." jawab lesti dengsn ilfil.


As...taga..!! Baru nyadar gue ternya pikiran lo sejorok itu.." jadi takut gue jangan sampai lo ngapa-ngapain gue pas gue uda tudur pules.." ledek riski. Membuat lesti menatapnya dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Brsambumg duluya...


__ADS_2