
Kisah💘Cinta
2 Bersaudara
Part 47
Ini kenapa sampai dia bisa pinsansi..? Kalian apain..? Tanya riski saat suda berada didalam mobil.
Saat ini riski sedang dalam perjalan pulang bersama rido putri dan lesti.
Yg mengemudikan mobil riski saat ini adala rido dan putri yg duduk disebelanya.
Sedangkan riski duduk dibelakang sambil memangku lesti.
Ngga tauu.." kan lo yg nemuin dia.." seharusnyakan lotau kenapa dia pinsan.." jawab putri dengan cuek.
Put.." sumpa gue lagi serius.." saat ini riski sedang menatap putri dengan kesal.
K lesti dari smalam belum makan apa2"
Makanya dia pusing.." trus tadi dikasi obat sama tasya' pas minum obat dari tasya rasa pusingnya mala bertamba.." putri menjawab pertanyaan riski karna takut dengan tatapan tajam riski.
Putri takut kejadian difila tadi terulang lagi.
Apalagi saat ini mereka hanya berempat didalam mobil, jadi peluang rido buat ngapa-ngapain dia lebi mudah.
Obat apaan..? Kalian ngga makai obat-obatan terlarangkan..? Kali ini giliran rido yg bertanya.
Ya mana aku tau.." katanya itu obat penghilang rasa pusing" jawab putri.
Telfon salsa skarang juga' tanya dia tadi tasya ngasi lesti obat apaan.." riski meminta putri untuk menelfon salsa yg sedang berada dimobil ridwan.
Putripun menuruti permintaan riski dan segera menghubungi salsa.
Halo sal.." sapa putri saat pangilan telfonnya suda terhubung.
Ada apa put..? Lesti ngga kenapa-napakan..? Suara salsa terdengar panik saat putri tiba2 menghubunginya.
K lesti belum sadar.." ni k riski nanya tadi tasya ngasi obat apaan ke lesti..? Tanya putri.
Tunggu gue tanya dulu.." jawab salsa. Dan saat itu memang salsa semobil dengan tasya.
Sya.." lo tadi ngasi lesti obat apaan..? Tanya salsa.
Ya obat penghilang rasa pusing la.." jawab tasya dengan santai.
__ADS_1
Mana sini gue lihat.." salsa meminta botol obat yg diberikan tasya kelesti waktu difila tadi. Enta kenapa salsa tidak percaya dengan ucapan tasya.
Astaga.." tasya..!! Ini obat tidur p'a.." teriak salsa dengan kesal tepat ditelinga tasya. Teriakan salsa sangak keras sampai2 kedengaran ole putri yg masi setia menempelkan ponselnya di telinganya.
Oh..obat tidurya.." soryy.." jawab tasya tampa dosa dengan menaikan kedua jarinya membentuk v.
Apa katanya..? Tanya riski lagi saat putri suda mematikan sambungan telfonnya.
Tasya sala ngasi obat.." obat yg k lesti minumtu obat tidur.." jawab putri.
Alhamdulillah..!! Akhirnya ada yg oon juga diantara kalian.." riski langsung mengucapkan syukur saat dia mendengar jawaban putri.
Ko lo mala bersukur si bang..? Tanya rido penu kebingungan.
Yaiyala do.." untung aja sitasya ngasi dia obat tidur.." kalau ngga gue yakin taditu pasti dia masi ngatur rencana buat kabur lagi.." jawab riski sambil menatap lesti dengan tersenyum penu kemenangan.
Isss.." putri menatap kedua saudara kemabar yg ada disampingnya itu dengan tatapan penu kekesalan.
Kamu kenapa sayang..? Masi mara sama aku..? Tanya rido sambil mengusap pipi putri dengan sala satu tangannya. Karna satu tangannya lagi digunakannya untuk mengemudi.
Menurut kamu..? Jawab putri dengan kesal sambil menghempaskan tangan rido.
Udah buruannn.." mesra-mesraannya nanti aja.." tegur riski saat melihat tingka saudara kembarnya itu.
*************************
Setibanya diruma lesti, mereka langsung membawa lesti yg masi pinsan kekamarnya Dengan hati2 agar para tamu yg ada diruma lesti tak melihat mereka.
Astagaaa..!! Dua jam iki.." dua jam mm ngulur waktu agar para tamu ngga curiga.." mm eri langsung menyambut kedatang mereka dengan omelan.
Ini dia kenapa lagi..? Pura2 pinsan? Biar ngga dimarahi.." tanya mm eri sambil menatap lesti yg terbaring diranjang.
Ngga ma" dia ngga pura2.." dia dikasi obat tidur.." jawab riski.
Obat.. tidur.." buat apa? Tanya mm eri dengan heran.
Adu ceritanya panjang ma.." skarang iki minta mm telfon dokter dulude.." karna lesti tidurnya uda kelamaan.."pinta riski dan diangguki ole mm eri.
Kamu.." dan kalian semua.." pp akan pikirkan apa hukuman yg pantas buat kalian semua.." ancam pp beni saat memasuki kamar lesti sambil menunjuk putri dan teman2 nya.
Tapi ini bukan ide putri.." jawab putri.
Diaaammmm...!! Bentak pp beni dengan emosi.
Kamu mikir nggasi? apa yg akang pp katakan pada semua tamu yg datang kalau lesti sampai ngga ditemukan tadi.
__ADS_1
Mau taru dimana muka pp putri.." mara pp beni pada putri.
Uda om.." skarangkan lesti uda ketemukan' dan saat ini dia lagi ngga sadarkan diri, gimana kalau om turun kebawa trus bilang kesemua tamu yg datang kalau lesti lagi ngga enak badan, biar acaranya dilanjutin malam aja.." rido menghetikan aksi mara pp beni pada putri. Karna gadis yg dimarahi itu suda terlihat ketakutan dan hanya bisa menunduk dengan air mata yg suda menetes dipipi mungilnya.
Setela kepergian pp beni, mm eri masuk bersama doktet keluarga mereka.
Dokter yg dibawa mm eri langsung memeriksa keadaan lesti.
Dia ofer dosis.."
Apaa..? Mendengar perkataan dokter barusan salsa dan yg lainnya kaget bukan main.
sya.." lo ngasi lesti minum berapa tablet.? Tanya salsa.
Ngga banyak ko, cuman tiga.." jawab tasya tampa dosa.
Ti..gaaaa..!! Teriak semua yg ada disitu serempak.
Lo ngasi lesti obat tidur sampe tiga tablet..? Astaga tasya lotu oon bangatsi.." dumel rani.
Suda.." dia tidak terlalu parako.." cuman saat ini tubunya lema karna tidak ada asupan dalam tubuhnya.." perkataan dokter barusan membuat semua yg ada disitu bisa bernafas lega.
Saya permisi dulu.." pamit doketr itu.
Iya..mari saya antar dok.." kata mm eri sambil berlalu dari kamar lesti.
Aaaahhhh..." hari intu hari paling sial dalam hidup gue.." uda kabur mala ketangkap' yg punya ide kabur mala pinsan' dan yg bantuin kabur enta mau dikasi hukuman apa.." dumel putri tampa henti saat ibunya suda meninggalkan kamar lesti.
Putri membuka lemari pakainnya untuk mengambil baju ganti dan segara mengganti pakainnya yg suda disobek ole rido tadi.
Eh..eh..mau ngapain lo..? Tanya salsa dengan panik saat putri hendak membuka bajunya.
Ya mau ganti bajulah ka salsa.." jawab putri dengan kesal.
Ganti baju..? Disiniii...? Tanya salsa sambil menatap keempat pria yg sedang berada dikamar itu.
Karna terlalu kesal putri sampai lupa kalau dikamar itu ada riski,rido,irwan dan ridwan.
Ya nggala la.." ni gue mau kekamar mandi.." kata putri gugup dengan waja yg suda memera akibat malu.
Huffff...!! Hampir aja.." kata ridwan saat putri suda berada dikamar mandi.
Iyaya..padahal taditu dikit lagi lo.." kata irwan dan langsung dihadiai tatapan tajam ole rido.
Bersambungggg......
__ADS_1