Dendam Si Kembar

Dendam Si Kembar
Lanjut


__ADS_3

Hari berikutnya Nadira kembali sekolah, ia masuk ke kelas dengan santainya. Nadira duduk di kursi lalu membuka ponselnya, Ken dan Matt datang ke kelas. Matt menghampiri Nadira, "Nanti siang jalan yuk," ajak Matt menatap Nadira.


Nadira membalas tatapan Matt, "Boleh, mau jalan kemana?"


"Kemana aja, pokoknya kita jalan-jalan cari angin."


"Iya."


"Andri gimana sekarang kondisinya?" tanya Nadira.


Matt duduk di kursi depan Nadira, "Dia belum sekolah, kemarin sih di rumah sakit karena ibunya drop. Mungkin sekarang juga masih di rumah sakit."


"Kasian yah dia, gue yang gak ngalamin juga ikut sedih."


"Iya, gue juga udah minta pengawal bokap gue buat urus masalah kemarin. Polisi jaman sekarang kadang gak bener kerjanya."


"Bagus deh."


Bel pertanda masuk kelas telah berbunyi, Matt pamit pergi ke kursinya karena guru sebentar lagi akan datang.


"Lu makin deket aja sama cewek itu," ujar Ken tanpa menatap Matt.


Matt tersenyum tipis, "Kenapa lu iri? Dia orangnya asik."


"Jangan bilang lu mau mainin tuh cewek juga sama kayak adiknya."


"Enggak lah, yang kali ini mah beneran dari hati."


"Ah bisa aja lu."


____________


Jam istirahat telah tiba, Nadira dan Cici pergi ke kantin Matt ikut dengan mereka. Justin dan Ken yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum, "Dia beneran mau deketin tuh cewek?" tanya Justin.


"Ntahlah gue gak tau, cabut yuk ke atas," Ken merangkul Justin lalu menyeretnya pergi.


Di kantin, Nadira, Matt dan Cici sudah pesan makanan. Makanan mereka juga sudah datang sekarang, Nadira sengaja mendekati Matt untuk membuat Matt jatuh cinta padanya.


Saat sedang makan Matt mendapat kabar dari Ken kalau ibunya Andri meninggal, mereka bergegas untuk ke rumah Andri.


"Gue boleh ikut kan?" tanya Nadira.

__ADS_1


"Yuk," Matt menarik tangan Nadira lalu ia lari untuk menemui Ken.


"Ci aku pergi dulu yah," Nadira melambaikan tangannya pada Cici.


Cici mengangguk walaupun dalam hatinya ia merasa kalau ia akan kembali tidak punya teman, seperti dulu saat Nada dekat dengan Andri dirinya di tinggalkan sendirian begitu saja.


Matt, Ken, Justin dan juga Nadira segera pergi ke rumah Andri pasalnya mayat ibunya Andri telah di bawa pulang untuk segera di makamkan.


___________


Ibunya Andri di makamkan di samping anaknya yang meninggal kemarin, saat ke sana di samping batu nisan terdapat sebuah bunga mawar hitam dan surat. Ken mengambil surat itu lalu membacanya, "Aku tidak bercanda," isi surat itu.


"Sialan siapa sih yang lakuin ini?" Andri sangat menderita sekarang.


"Memangnya Andri punya masalah sama siapa sih sampai ada orang yang tega lakuin ini padanya," ujar Nadira menampilkan wajah sedihnya.


"Entahlah, gue juga kasian banget sama dia, mana rumahnya mau di sita soalnya ayahnya ketahuan korupsi dan bahkan di penjara," balas Matt prihatin.


"Terus dia tinggal dimana nanti?"


"Gue ajak nginep di rumah aja nanti malam, soalnya kebetulan gak ada siapa-siapa di rumah. Bokap nyokap gue lagi keluar kota ngurusin kerjaan."


"Iya dia bener, kita gak bakalan tinggal diam sekarang," timpa Ken merasa pelakunya sudah mulai kelewatan batas.


"Di liat dari bunganya kayaknya baru deh itu di simpan di sana, mungkin orangnya masih di sini. Gue coba cari sekarang," Ken pergi untuk mencari orang yang menyimpan bunga tersebut, ia juga menanyakan pada penjaga makam kalau siapa yang masuk ke pemakaman hari ini.


Penjaga itu mengatakan bahwa ada tiga orang yang tadi masuk ke pemakaman membawa bunga yang di tunjukkan Ken, dua pria dan satu wanita. Tapi ketiganya memakai masker dan kaca mata hitam jadi wajahnya sama sekali tidak terlihat, "Sialan, sepertinya bukan hanya satu orang," gumam Ken.


"Makasih pak atas informasinya," Ken pergi untuk mencari orang tersebut di parkiran, sayangnya tidak ada orang di sana.


Ken memilih kembali ke teman-temannya, "Gimana?" tanya Matt.


"Gak ada, kayaknya udah pergi. Kata penjaga di sini, ada tiga orang yang masuk sambil bawa bunga ini tadi," jelas Ken.


"Siapa? Dia liat mukanya gak?" tanya Justin.


"Enggak ketiga orang itu pakai kacamata sama masker, jadi gak keliatan wajahnya sama sekali," tambah Ken.


"Sialan, dia maunya apa sih?" tanya Andri.


_________

__ADS_1


Semuanya telah pulang karena pemakaman nya telah selesai, Matt, Ken, Justin, Andri dan Nadira kini sedang istirahat di rumah Matt.


"Jadi lu mau tinggal di sini aja?" tanya Justin menatap Andri.


"Iya, kayaknya gue sementara waktu bakalan tinggal di sini, sampai gue cari kerja dan bisa ngontrak," balas Andri.


"Ya udah deh, di sini aman juga. Banyak penjaganya," timpa Ken.


"Rumahnya mewah juga yah," Nadira menatap kagum pada rumah tersebut.


"Lu suka?" tanya Matt.


Andri menatap Matt, ia baru sadar kalau ada Nadira di sini, "Ngapain dia ikut ke sini?" Andri entah mengapa merasa kesal pada Nadira.


"Gue yang ngajak, gak papah kali," balas Matt sinis.


"Kalau gak boleh gue bisa pulang sekarang kok," timpa Nadira memasang wajah melas.


"Gak usah, kita makan dulu udah di siapin makanan tuh di meja makan," Matt menggenggam tangan Nadira agar wanita itu tidak pergi.


"Beneran gak papah?" tanya Nadira menatap Matt.


"Gak papah, udah yuk makan," Matt bangkit dan berjalan menuju meja makannya di ikuti oleh yang lain, tidak bisa di pungkiri bahwa mereka juga sedang lapar sekarang.


Sementara itu di tempat lain Angel dan Gilang sedang bersantai di kafe, keduanya kabur dari sekolah, "Gue kangen Nadira, lagi ngapain yah dia? Gak asik banget sekolah tanpa dia, walaupun di sekolah kerjaannya cuman tidur sama marah-marah tapi gue kangen," gumam Angel sembari memainkan sedotannya.


"Kurang adrenalin kalau gak ada tuh anak, katanya nyokap nya Andri meninggal yah karena sakit jantungnya."


"Iya, tadi pagi sih kata Nadira."


"Dia meninggal karena penyakit jantung atau campur tangan Nadira?"


"Enggak, Nadira gak mungkin bunuh ibunya Andri. Kayaknya emang karena penyakit jantungnya deh, suaminya juga di penjara karena ketahuan korupsi, semua asetnya juga di sita."


"Gila gue kalau jadi Andri udah bunuh diri deh kayaknya."


"Terlalu cepet kalau sekarang Andri milih bunuh diri, gue yakin kalau Andri milih bunuh diri pasti Nadira ngelarang nya."


"Iya juga sih."


Kembali pada Nadira, wanita itu menghampiri Andri yang sedang berada di taman belakang rumah Matt, "Gue gak tau kenapa lu benci sama gue, tapi gue beneran ikut sedih sama semua yang terjadi sama lu," gumam Nadira yang berdiri di sebelah Andri.

__ADS_1


__ADS_2