Dendam Si Kembar

Dendam Si Kembar
Malam Yang Kacau


__ADS_3

Malamnya Andri benar-benar mengajak Nada main ke apartemennya, Nada sudah begitu percaya dan nurut saja. Jadi sepulang kerja dari apartemen ia langsung di jemput oleh Andri untuk main dan sekedar menemani Andri.


Tanpa Nada ketahui Matt dan Justin sudah menunggu mereka di sana, keduanya sedang bersembunyi agar saat Nada datang mereka tidak di ketahui hadirnya. Nada sampai di sana bersama Andri, Andri mempersilahkan Nada masuk.


Wanita itu masuk lalu berjalan menuju sofa yang ada di ruang tengah, "Mau minum?" tanya Andri.


Nada mengangguk sambil tersenyum, Andri pergi ke dapur untuk mengambilkan Nada minum. Ia kembali lalu memberikannya pada Nada, "Nih."


Keduanya saling diam, suasana hening menyerang mereka. Andri sengaja membuat suasana semakin hening agar Nada masuk ke perangkapnya, tanpa aba-aba Andri mendekatkan wajahnya ke arah Nada.


"Boleh kan?" tanya Andri minta izin.


Nada sedikit kaget juga bingung, ia tidak tau harus apa. Tapi di sisi lain ia sudah mencintai Andri, Nada mengangguk, Andri mulai mencium bibir Nada sampai membuat Nada menidurkan tubuhnya di sofa, Andri mulai membuka baju Nada, Nada sempat menolak namun dengan beberapa rayuan manis Nada pun luluh.


Beberapa saat kemudian, Kristin tertawa bahagia saat mendapatkan kiriman Vidio dari Matt.


"Berisik jangan ketawa-ketawa," teriak Digo memarahi adiknya yang ketawa di ruang keluarga.


"Mau liat gak?" Kristin menawarkan Vidio yang ia lihat pada Digo.


"Gak tertarik," balas Digo.


"Yakin gak tertarik, ini Vidio panas dari adik tiri mu loh."


Digo yang mendengar itu segera berlari ke arah Kristin untuk melihatnya, "Sialan, ternyata dia sebenarnya mau," gumamnya pelan.


"Apa kak?"


"Gak," Digo menjauh dari Kristin.


Kristin langsung menyebarkan Vidio itu ke grup kelas yang tentunya tidak ada gurunya, Kristin terus tertawa ia akhirnya dapat membuat Nada semakin menderita.


Beberapa saat kemudian Nada datang dengan keadaan berantakan, Kristin sudah dengan setia menunggunya, "Gimana enak?" tanya Kristin.


Nada hanya menatap Kristin sekilas, matanya sudah sembab karena menangis. Pojok bibirnya juga sobek karena pukulan dari Matt, saat selesai dengan Andri tiba-tiba Matt dan Justin muncul membuat Nada kaget.


Di sana Nada kecewa pada Andri, kini hatinya sangat hancur. Nada dengan jalan yang sempoyongan pergi ke kamarnya, di jalan ia kembali di hadang Digo. Digo menarik rambut Nada, "Ternyata kalau sama orang lain mau yah lu, jadi selama ini lu cuman pura-pura ngelawan padahal lu sebenernya mau," Digo tertawa lalu melepaskan tarikan nya.


Air mata Nada kembali mengalir dengan derasnya, ia masuk ke kamar lalu menidurkan tubuhnya di lantai dan menangis sejadi-jadinya, ia kembali mengingat apa yang telah Andri lakukan padanya.


Beberapa jam yang lalu, jadi setelah Andri berhasil meniduri Nada kedua teman yang lainnya datang. Nada sempat berusaha menutupi tubuhnya dengan baju miliknya yang berserakan di sana, "Andri kenapa mereka ada di sini?" tanyanya.

__ADS_1


"Aku yang minta," balas Andri tersenyum miring.


"Maksud kamu," Nada kebingungan.


"Masa cuman aku yang nikmatin tubuh kamu, yang lainnya juga harus dong."


Matt langsung menarik Nada masuk ke kamar, "Gak enak di sofa," ucapnya.


"Andri tolong aku," Nada mulai menangis dan ketakutan.


"Kenapa harus aku tolongin, kan mereka aku yang minta datang."


"Andri kamu jahat," Nada sudah masuk kamar, Justin ikut dengan Matt untuk menahan Nada jika berontak.


Sedangkan Andri malah duduk santai di sofa, ia mengeluarkan rokoknya dari saku baju. Kemudian ia menghidupkan rokok itu dan mengusapnya, ia seakan merasa bangga dengan apa yang telah ia lakukan, tidak ada rasa bersalah dalam hatinya sedikit pun.


Kembali pada Nada yang masih meringkuk di kamarnya.


___________


Paginya semua orang sudah mulai berdatangan ke sekolah Nadira, Bahkan Kristin dan murid lainnya telah sampai di sana untuk menonton pembukaan. Nada tanpa di sangka ternyata ikut ke sana, wanita itu hanya menundukkan wajahnya ke tanah saat semua orang tengah membicarakannya karena Vidio semalam.


"Udah biarin aja, gue suka kok liatnya," Kristin malah tersenyum bahagia.


"Tapi tatapannya berubah banget yah," ujar Celine merasa ada yang aneh dengan Nada kali ini.


Ken ternyata memperhatikan Nada dari kejauhan entah mengapa ia merasa kesal pada orang yang telah menyebarkan Vidio tersebut.


Semua murid dari sekolah lain telah memenuhi aula dan lapangan utama, pembukaan akan di lakukan di lapangan utama sementara nanti perlombaan akan di adakan di dua lapangan agar tidak memakan waktu yang lama karena ini hanya akan berlangsung dua hari saja.


"Wah..... Orang-orang di sini keren banget yah, kelasnya keliatan berbeda," gumam Celine saat masuk ke sekolah tersebut.


Di tempat lain Nadira malah sedang tidur, semalam latihannya terlalu malam.


"Nadira kita cari kembaran lu itu, jangan malah tidur," ujar Angel yang sedang menunggunya.


"Kalian cari aja, gue ngantuk. Lagian nanti juga pulangnya masih bisa."


"Ya udah deh terserah loh," Angel menarik Gilang pergi dari sana ia tidak mau ketinggalan acara pembukaannya.


Akan ada beberapa murid yang tampil dari sekolah lain di acara pembukaan nanti, ada yang bernyanyi, menari dan unjuk bakal lainnya. Acara pun di mulai dengan meriah, semua orang memenuhi lapangan utama di sana ada panggung.

__ADS_1


Tidak hanya murid, pembukaan kali ini di hadiri beberapa artis penyanyi terkenal dari Indonesia.


"Gila kayak banget sekolah ini, bisa-bisanya ngundang penyanyi terkenal," Kristin tidak bosan-bosannya memuji sekolah ini.


Acara demi acara berlangsung sangat meriah dan lancar, sampai saat acara penutupan tiba. Kristin di beritahu seseorang untuk pergi ke arah jembatan, Kristin dan kedua temannya langsung berlari ke arah jembatan untuk melihat apa yang sebenarnya tengah terjadi di sana.


Di tempat lain Nadira baru keluar dari kelas, "Eh liat deh, mirip kamu," seorang murid wanita memperlihatkan sebuah Vidio yang tidak lain milik Nada.


"Darimana Vidio ini?" tanya Nadira kaget.


"Dari sekolah lain, katanya ada Vidio viral jadi aku minta."


"Sekolah mana?" tanya Nadira.


"Sekolah Juanda."


Nadira segera berlari untuk mencarinya, Nadira memakai masker dan topi. Di jalan ia bertemu dengan Angel juga Gilang, "Nadira mau kemana?" tanya Angel.


Nadira menghentikan langkahnya, "Gue tau dimana kembaran gue sekolah."


"Sekolah mana?" tanya Gilang.


"Juanda."


"Terus kenapa pake masker dan topi?" tanya Angel.


"Ada hal yang harus gue pastiin, ikutin gue," Nadira kembali berlari di ikuti keduanya.


Nadira mencari murid sekolah yang memakai baju seragam sekolah Juanda, sampai ia menemukan Ken, "Kemana murid sekolah lu yang lain?" tanya Nadira agak sedikit membentak.


"Ke jembatan, katanya sih gitu," balas Ken.


Saat Nadira akan pergi ke jembatan terdekat tangannya malah di tarik oleh Ken, "Kenapa nanyain itu? Bukannya seragam kita beda? Yang artinya kita gak satu sekolah. Ada urusan apa yah?"


"Berisik lu," Nadira langsung menghempaskan tangan Ken lalu pergi ke jembatan, Ken mengikutinya.


Sementara di jembatan tengah ada Nada yang berdiri di atas pembatas jembatan.


"Jangan gila deh lu, lu mau cari simpati? Gue yakin lu gak bakalan berani lompat dari sana," teriak Kristin.


Di sana banyak murid Juanda yang berkumpul, karena yang lain masih sibuk di sekolah melihat acara pembukaan.

__ADS_1


__ADS_2