
Hari minggu ini Nadira hendak jalan-jalan dengan Matt ke musium. Nadira entah mengapa ingin sekali ke musium, mereka telah sampai di musium lukisan 5 menit yang lalu.
Setelah lelah berkeliling mereka akhir memutuskan mencari kafe untuk makan dan istirahat.
"Gue gak nyangka masih ada anak muda yang suka ke musium," ujar Matt merasa kagum pada Nadira.
"Gue emang sering pergi ke musium kalau hari libur, eh nanti pulangnya ke Mall dulu yuk ada sesuatu yang mau gue beli soalnya."
"Yuk, sekalian gue juga mau beli baju."
Sementara itu di tempat lain Andri kembali berangkat kerja, di waktu sepagi ini ia sudah sibuk mencuci piring. Restoran ini cukup besar dan banyak pengunjung jadi saat pagi juga sudah banyak yang datang, Andri selalu mendapat kritikan apa lagi tadi gelas yang ia cuci ada yang pecah.
"Maaf saya tidak akan melakukan kesalahan ini lagi," Andri langsung meminta maaf karena tidak mau di pecat.
"Jangan lakukan ini lagi atau kau saya pecat, gimana sih kerja gitu aja gak bener."
"Iya maaf, saya benar-benar menyesalinya."
"Ya sudah cepat selesaikan pekerjaan kamu."
Kembali pada Nadira, mereka telah berada di Mall berbelanja baju.
"Ini bagus gak?" Matt memperlihatkan sebuah kemeja hitam pada Nadira.
"Bagus kek nya."
"Ya udah gue ambil aja, lu gak mau beli apa gitu di sini?"
"Enggak ah, gue mau beli tas aja di toko sebelahnya."
"Oke."
__ADS_1
_____________
Hari berjalan begitu cepat, Nadira dan Matt semakin dekat. Nadira dekat dengan Matt juga untuk mencari kelemahan Matt, Nadira ingin memastikan bahwa Matt mencintainya atau tidak.
Malam ini Nadira menghampiri Andri yang duduk di tempat pemberhentian Bus, Andri terlihat kecapean sehabis kerja. Nadira menyodorkan minuman pada Andri lalu duduk di sebelah Andri, "Nih minum, muka lu kusut banget deh."
Andri menatap Nadira karena ia haus ia mengambil minum yang di sodorkan Nadira, "Makasih."
"Sama-sama, gimana capek yah kerja? Dulu Nada juga harus kerja kayak lu dan lu masih sempet nya jahat sama dia."
"Lu kalau mau ngomongin dia mendingan pergi aja, gue udah dapet balasannya juga kok. Semuanya udah beneran hilang dari gue, lu gak usah ingetin gue lagi."
Nadira tersenyum kecil, "Kenapa lu baru nyesel sekarang setelah semuanya hilang?"
"Entahlah."
"Bahkan setelah semuanya terjadi penyesalan lu belum seberapa yah, lu bahkan belum mau datang ke makam Nada dan minta maaf atas apa yang lu lakuin sama dia."
"Gue pergi dulu," Nadira pergi dari sana.
Bus yang ia tunggu datang, ia pun segera naik bus itu untuk ke rumah Matt. Selama perjalanan pikirannya terus tertuju pada Nada, setelah ia pikirkan kembali ternyata ia sejahat itu pada Nada padahal cinta Nada padanya sangat tulus dulu.
Bahkan saat setelah apa yang ia lakukan pada Nada di malam itu, Nada masih mencoba menghubunginya namun tidak sama sekali ia gubris. Penyesalan memang selalu datang terakhir, andai waktu bisa di putar mungkin Andri tidak akan melakukannya.
Nadira sampai di apartemen, ia menidurkan tubuhnya di kasur sambil menatap langit-langit kamarnya, "Ah lelahnya hari ini."
__________
Paginya Nadira sudah berada di sekolah bersama Cici di kelas, Matt dan Ken datang ke kelas barengan. Matt menghampiri Nadira lalu menyapanya sambil di barengi senyuman hangatnya, "Hay," sapanya.
"Hay juga."
__ADS_1
"Nanti malam dinner yuk?" ajak Matt.
"Boleh."
Nanti malam Matt akan menembak Nadira, ia yakin kalau Nadira akan menerima cintanya. Karena selama ini tidak ada satu orang pun yang menolaknya, tidak ada satu wanita pun yang tidak tertarik pada dirinya selain tampan Matt juga punya banyak uang.
"Nih gue beliin baju buat lu, pakai yah nanti malam," Matt menyimpan kotak di atas meja.
"Oke nanti gue pakai."
Setelah itu Matt pergi ke mejanya, Cici mendekati Nadira, "Kamu yakin mau nerima ajakan Matt?"
"Yakinlah, emangnya kenapa?"
"Enggak, kamu harus hati-hati yah. Soalnya Matt orang gak bener, yah aku cuman gak mau kamu ngalamin hal yang sama kayak Nada."
Nadira tersenyum lalu menepuk pundak Cici, "Tenang aja, aku gak bakalan kenapa-napa."
"Iya, aku cuman mau ngingetin doang kok."
"Makasih yah udah mau ngingetin kalau gitu."
_____________
Malamnya Nadira sudah datang di restoran yang telah Matt siapkan, saat masuk ke ruangan khususnya di sana sudah bertebaran bunga yang di bentuk hati. Ada lilin yang di simpan di setiap sudut ruangan, Matt menyambut kedatangan Nadira ia menggandeng Nadira dan mempersilahkan Nadira untuk duduk di kursi.
Nadira dan Matt kini tengah pesan makanan, di ruangan itu juga terdapat pemain musik yang mengiringi makan malam mereka agar tambah romantis.
Pesanan makanan mereka pun datang, Nadira dan Matt makan. Selesai makan makanan pembuka Matt mengajak Nadira untuk menari balet terlebih dahulu sambil menunggu makanan utama mereka datang, keduanya saling menari seakan malam ini hanya untuk mereka berdua.
Nadira dan Matt menikmatinya dengan di temani senyuman kebahagiaan dari keduanya, makanan utama mereka datang lalu mereka kembali menikmati makanan itu sebelum acara intinya di mulai.
__ADS_1