
Hari berikutnya ternyata apa yang di katakan Nadira terjadi, dimana Matt bangkrut karena semua asetnya di sita oleh bank. Ayahnya meninggal karena benturan di kepalanya terlalu parah, ayahnya Andri juga bunuh diri di penjara karena tidak sanggup menahan kekerasan yang di lakukan tahanan lain.
Di sekolah Nadira sedang asik makan bekal di kantin, "Jangan makan itu, makan-makanan punya ku aja," Nadira menyodorkan makanan miliknya pada Cici.
"Ini surat buat kamu, nanti di bukannya kalau aku udah gak ada."
"Maksudnya?" Cici merasa bingung dengan ucapan yang Nadira maksud.
"Udah nanti juga ngerti, aku pergi dulu yah dadah," Nadira pergi dari sana.
Sementara itu beberapa murid yang tengah makan di kantin mendadak mual dan sakit perut, mereka banyak yang berlarian ke kamar mandi. Cici kebingungan mengapa mereka mendadak sakit perut, di jalan Nadira yang tengah berjalan di tarik oleh Ken.
"Aduh," Nadira menatap Ken.
"Lu yang racuni semua orang di kantin?"
"Apa?"
"Lu gak usah pura-pura gak denger, lu orang yang udah racuni semua orang di kantin?"
"Bukan vidio yang di unggah di sosial media sekolah deh, baru abis itu lo boleh marah sama gue."
Ken mengambil ponselnya tanpa melepaskan tangan Nadira, ia tidak mau wanita itu malah kabur, di sana ada orang yang mengupload sebuah vidio dimana pihak sekolah memberikan makanan basi ke penjaga kantin untuk di jual dan di kasih saat makan siang.
"Jadi masih mau nuduh gue?" tanya Nadira.
"Lu yang upload ini?"
"Nah kalau itu iya, biar seluruh orang tau sebusuk apa sekolah ini, dah lepasin gue mau pergi," Nadira menghempas tangan Ken, ia akan keluar dari sekolah ini karena merasa tugasnya sudah selesai dan waktunya kembali ke kehidupannya.
Pihak sekolah kelabakan muridnya pada keracunan dan vidio mereka tersebar di media sosial, pihak sekolah juga segera menghubungi ambulans karena banyak murid yang pingsan juga, sebenarnya makanan itu di tambah obat lain oleh Nadira.
Nadira meninggalkan sekolah dengan kekacauannya. Ia tidak akan membunuh Andri dan Matt, karena menurutnya pembalasan paling menyakitkan adalah di dunia. Ia akan tetap memantau kehidupan mereka berdua dari kejauhan dan memastikan kalau kehidupan kedua orang itu akan selalu dalam penderitaan.
__________
Satu minggu telah berlalu, banyak murid yang keluar dari sekolah Juanda karena mereka sudah tidak percaya lagi pada sekolah tersebut. Cici yang kini sadar akan ucapan Nadira langsung membuka surat pemberian dari Nadira, "Hay, makasih udah pernah jadi temen terbaik Nada. Di sini aku cuman mau bilang tetaplah jadi diri kamu yang baik, ada uang untukmu semoga itu berguna," Nadira juga menyelipkan cek untuk Cici senilai 20 juta.
Kini Cici sadar kalau rangkaian kejadian yang terjadi akhir-akhir ini adalah akibat Nadira yang sedang balas dendam, Cici tersenyum lalu masuk ke kelas karena sudah waktunya belajar.
Sementara itu Nadira kembali ke sekolahnya bersama kedua temannya, "Ah gue kangen banget sekolah sama lu lagi," di sepanjang lorong ke kelas Angel terus memeluk Nadira.
__ADS_1
Hari ini ada murid pindahan di kelasnya, ternyata murid itu adalah Ken, Ayu dan Celine yang di pindahkan orang tuanya ke sekolah ini karena di sekolah Juanda semuanya sudah kacau.
Bel pertanda masuk kelas telah berbunyi, Nadira dan kedua temannya duduk di kursi mereka masing-masing. Guru masuk dengan membawa ketiga murid baru tersebut, ketiganya langsung tertuju pada Nadira walaupun sebenarnya Ken tau kalau Nadira sekolah di sini.
"Baik anak-anak kita kedatangan murid baru."
_________
Istirahat tiba, Nadira, Angel dan Gilang pergi ke kantin di ikuti oleh Ken.
"Pindah sekolah loh?" tanya Nadira.
"Seperti yang bisa lu liat."
"Kenapa?"
"Gara-gara lu sekolah Juanda jadi di cap jelek oleh orang-orang, jadi bokap gue nyuruh gue pindah sekolah ke sini."
"Oh gitu?"
Nadira tiba-tiba di tabrak oleh seorang pria hingga membuat bajunya basah, "Sialan."
"Sorry gue beneran gak sengaja," pria itu meminta maaf sambil menundukkan kepalanya ketakutan.
"Ya......"
"Ini hari pertama gue sekolah bisa-bisanya ada aja yang bikin gue kesel."
Nadira sudah jadi pusat perhatian banyak orang termasuk Ayu dan Celine yang dulu pernah hendak mem-bully nya bersama Kristin.
"Aku beneran gak sengaja."
"Ya udah bersihin."
Celine berbisik pada teman barunya, "Kenapa gak di lawan aja dia kan cewek?" tanya Celine kebingungan.
"Mending gak usah deh, bisa panjang urusannya."
"Emang kenapa?"
"Pokoknya kalau mau hidup lu tenang dan damai sekolah di sini, jangan pernah mau cari ribut sama Nadira. Pertama Nadira jago bela diri kedua di luar sana banyak bodyguard nya yang jagain dia."
__ADS_1
"Emangnya dia siapa sampai di jaga segitunya."
"Gak tau."
Ken menarik Nadira, "Udah jangan diributin," ucapnya.
"Apaan sih lu?" Nadira menatap Ken dengan kesal.
"Ayok kita bersihin," Ken menarik Nadira ke kamar mandi untuk membersihkan bajunya.
______________
Nadira dan Ken keluar dari kamar mandi dan langsung ke kantin, Nadira memakai jas milik Ken karena tadi bajunya basah dan jusnya tidak bisa di hilangkan hanya dengan air. Makannya Ken memberikan jasnya pada Nadira.
"Lu gak marah sama gue?" tanya Nadira di perjalanan ke kantin.
"Marah kenapa?"
"Karena temen-temen lu."
Ken menghela nafasnya, "Kalau pun gue marah, gak akan ngubah apapun kan."
"Iya sih tapi yah setidaknya gitu."
"Kalau gue jadi lu pasti gue juga bakalan lakuin hal yang sama, atau bahkan lebih dari ini."
"Hahaha akhirnya lu sadar diri juga."
Keduanya sampai di kantin, sebelum duduk mereka mengantri untuk mendapatkan makan siang terlebih dahulu. Karena itu Nadira dirinya langsung di persilahkan ambil makan tanpa mengantri seperti orang lain.
"Lu di perlakukan spesial banget yah di sini," Mereka duduk di meja Angel dan Gilang.
"Kenapa? Emangnya lu doang yang di perlakukan beda di sekolah lu, kenapa gak suka?"
"Bukan gitu."
"Terus gimana?"
"Lupain gue mau makan aja."
Keduanya menjadi semakin dekat, mereka juga memutuskan untuk melupakan apa yang terjadi di sekolah Juanda. Keduanya mulai membuka lembaran baru di sekolah ini dan fokus saja di sekolah ini mengejar cita-cita mereka, Cici yang masih tinggal di sekolah Juanda juga mulai mendapatkan teman baru.
__ADS_1
Setelah kejadian kemarin banyak yang berubah, karena mereka sadar karena uang bukanlah segalanya. Cici juga mulai membuka lembaran baru dan tidak terlalu menutup diri pada yang lain, ia sesekali juga menghampiri makan Nada hanya untuk menenangkan diri.