Derita Masa Lalu

Derita Masa Lalu
Derita Masa Lalu


__ADS_3

Bab 1


hay guys, ini lanjutan cerita pertama ku ya, yang berjudul Rahasia Hati . ini season ke dua ya. yuk next.


Jerman


Suasana pagi ini mendung. Alana menatap hiruk pikuk kota Jerman.


untuk melanjutkan studynya, Alana memilih kota ini.


Dia sudah makin mahir dalam menerbangkan pesawat.


"Terkadang aku tidak mengerti dengan jalan pikiran saudariku. Dia tidak lah ambisius, seperti tidak memiliki cita-cita."


"iya Al, tapi aku sungguh mengagumi kakakmu itu." ucapnya lalu tertawa.


"Melani kita ke cafe sebrang yuk."


"alah Al , kamu pasti mau lirik barista itu."


"hahahha kamu tau aja Mel ? yaudah yuk."


mereka sampai di cafe itu seperti biasa barista tampan itu menyapa Alana.


"Morning ladies. mau pesan apa."


"mmm Max seperti biasa aja hhh. " ucap Melani, Alana hanya tersenyum sambil melirik Max.


kring.kring. Elena menelphone dari Indonesia.


"iya El ada apa ?"


" kita dah punya ponakan sekarang, kembar cowok cewek?"


"ouh benarkaaah ? aku mau liat Eel ?"


Elena mengarahkan telphonenya ke bayi kembar , anak Damian dan Siska.


"ooh so cuute. tapi sayang banget aku belum bisa pulang. aku masih ada ujian besok."


"iya it's okay, yaudah sana lanjut godain cowok itu."


sontak Alana menutup telphonenya saat Max mendekati mereka berdua.


"sepertinya aku sangat terkenal dilingkungan keluargamu Al ?"


Alana hanya tertawa mendengarnya. Maxime Burcu memang sangat tampan, usianya selisih 3 tahun dengan Alana. Maxime sendiri masih kuliah dibidang arsitek.


Maxime memiliki cafe sendiri ,itu untuk tambahan biaya kuliah.


itu semakin membuat Alana terpesona, karena dia pria mandiri.


"Alana ayo kita berangkat."


"bye Max?"


setelah pergi ,datang lah seorang pelanggan .


"Max seperti biasa saja."


"oh baik Tuan Mikail." Max sangat mengenal pelanggan satu ini. dia salah satu pemilik perusahaan besar di Jermaan Indonesia.


dia memang lebih banyak di Jerman, taapi sering ke Indonesia untuk bisnis.


"ini Tuan Mikail."

__ADS_1


"thanks."


Mikail terus saja melamun pagi itu seolah-olah pikirannya sangat berat.


"Tuan, sepertinya Anda sedang tidak baik-baik saja."


Mikail hanya tersenyum mendengarnya.


"Max, aku akan ke Indonesia mungkin agak lama. jika ada seseorang mencariku katakan saja aku sedang perjalanan bisnis."


"iya baik Tuan Mikail."


Mikail dikenal orang sekitar pria dingin, tapi itu tidak berlaku untuk Max. karena Mikail adalah penyelamatnya.


.....


Indonesia.


"Dami tolong aku, aku tidak bisa menenangkan mereka. mereka terus saja menangis.bagaimana kalau acaranya berantakan nanti."


"namanya juga bayi sweety ,mereka pasti akan rewel. lagi pula acaranya masih nanti malam. nanti bayi kita biar dikamar saja."


malam ini mereka mengadakan acara syukuran atas kelahiran sikembar Lucas dan luciana.


"aku akan menggendongnya ."


Elena masuk menggendong Lucas yang sedari menangis, dan benar saja bayi itu tenang.


"sepertinya bayi-bayi mu kesal karena tidak digendong dari tadi."


benar juga apa yang Elena katakan, maklumlah karena ini hal baru bagi mereka.


sudah hampir petang. para tamu mulai berdatangan.


Daniel mengajak Sena juga,agar dia tidak kesepian dirumah.


"Sena kamu duduk saja disini. jangan kemana-mana."


Sena malam ini hadir ini dengan memakai dres cantik ,sopan, menutup bagian dadanya, tidak seperti wanita yang hadir kebanyakan seperti telanjang.


"hai nona Manis , siapa namamu."


Sena hanya duduk tenang tidak menanggapi ucapan pria itu.


"perkenalkan aku adalah Ramon, aku adalah CEO perusahaan Sanjaya Group."


"maaf sepertinya adikku tidak nyaman, Anda boleh meninggalkan nya."


Sena seketika lega setelah Elena datang.


"Kak Eleen. syukurlah kakak cepat datang, aku sangat takut bicara dengan orang asing."


"iya Sena tidak apa-apa. "


" Kak Elen malam ini cantik sekali. kakak terlihat seperti wanita yang sesungguhnya."


iya memang benar. malam ini Elena memukai para tamu. dengan dres panjang sampai lutut, dan rambutnya yang panjang terurai.


hadirin sekalian. terimakasih atas kesediaan kalian yang mau datang kemari untuk ikut bersuka cita atas kelahiran anak kami.


Damian saat ini sedang berpidato , aku berjalan mundur dan "eeh maaf Tuan, saya tidak sengaja melakukannya."


Elena menatapa laki-laki yang ia tabrak itu. demi Tuhan dia sangat tampan.


"iya tidak apa-apa nona.lagian kenapa kamu berjalan mundur."

__ADS_1


"iya maaf Tuan, karena aku terlalu fokus memerhatikan kakakku berbicara."


"oh jadi kamu Elena Mandalika kah ?"


"iya betul."


"perkenalkan. aku Mikail Alexander . Aku adalah CEO Alexander Group. sekaligus rekan bisnis kakakmu."


"oh hai senang berjumpa dengan Anda Tuan Mikail."


Elena lalu melangkah pergi meninggalkan Mikail dan juga keramaian disana.


Mikail terus memerhatikan Elena.


"dia gadis yang menarik" ucap mikail dengan lirih.


lalu Mikail berjalan ke arah Daniel dan Damian.


"Mikael kemarilah" ucap niel.


"kami senang akhirnya kamu datang meski harus jauh-jauh meninggalkan Jerman kesini." ucap Niel.


"iya kamu benar. aku terpaksa meninggalkan setumpukan kertas diruang kerjaku untuk menemui kalian."


lalu mereka tertawa bersama-sama.


suasana malam yang sunyi, Elena memutuskan untuk ketaman belakang.


dia memilih merenung disana sambil menikmati angin malam.


"kenapa kau disini dan tidak gabung didalam."


"karena aku tidak suka keramaian." ucap Elena singkat.


"apa perlu ku temani nona El.?"


"tidak perlu tuan Mikael , aku lebih suka sendirian.itu menyenangkan ?"


"okey"


.....


Pagi ini adalah kuliah pertama untuk Elena. meskipun tertinggal 1 tahun dari Alana karena dia memang malas sekolah. dan sekarangpun dia terpaksa kuliah karena ulah kakak-kakaknya itu.


Elena duduk disamping anak-anak.yang sering di bully oleh lainnya.


adalah wanita yang paling tidak suka pada Elena, dia bernama Lolita.


"orang rendahan emang pantesnya ikut bersama mereka, ya kan guys?" ucapnya ke arahku.


aku tidak menggubrisnya.


meskipun rasanya aku ingin merobek mulutnya.


dosen masuk,dan ternyata dia adalah "perkenalkan semuanya, saya adalah Ramon Sanjaya. senang bisa berjumpa dengan kalian, terutama Anda nona manis ?"


lolita yang merasa ditunjuk menjadi salting, padalah "Nona Elena senang melihatmu"


Lolita yang merasa dihina memandang ke Elena dengan mulut dimiring-miringkan.


"apaan sih lol mulutnya kayak gitu ?" ucap Elena dengan lantang hingga membuat kelas menjadi ramai dan menertawakan Lolita.


yah, Elena sudah memutuskan untuk memulai dari awal. melupakan masa lalu. membuka lembaran baru.


....bersambung.

__ADS_1


__ADS_2