Derita Masa Lalu

Derita Masa Lalu
Derita Masa Lalu


__ADS_3

bab 17


Elena terus saja memandangi gambar-gambar Abraham. Dia merasa bahwa dia bukan lah laki-laki yang kejam yang tega membunuh ibunya itu.


Tapi kenapa ?


"Melamun hmm ?"


"oh Stev ? maaf aku tidak melihatmu datang. Kau kemari mencariku atau mencari yang lain ?" tanya Elena seolah mencurigai Stev.


"oh my God ? tidak bisakah kamu se langsung itu hm. Aku sudah tua Elen dan aku ingin segera menikah , sedangkan aku tau kamu mustahil aku dapatkan, jadi aku akan mencari yang lain."


Elena hanya tertawa mendengarnya. Dan itu membuat Stev merasa kagum karena dia jarang melihatnya.


"baiklah baiklah ,silakan kejar dia. tapi ingat, jangan menyakiti hatinya. dia adalah temanku."


"baiklah Nyonya ?" jawab Stev lalu meninggalkan Elena.


Stev mendekati Laila yang saat ini sedang membantu Pak Sofian menyiapkan makanan pesanan pelanggan.


"hay Ila ?" Laila lalu menoleh ke sumber suara.


"Tuan Steven, ada perlu apa ?" tanya Laila.


"Aku , aku ingin memesan makanan tolong dipacking ya , nasigoreng spesial 20 porsi. dan juga lemon tea nya 20pcs."


"banyak sekali Pak Stev ?" tanya Pak Sofian.


"iya Pak Sofian, itu akan aku kirim ke anak-anak panti."


mendengar jawaban itu Laila sangat kagum melihat Stev.


"Baiklah aku akan segera menyiapkannya." ucap Pak Sofian sembari tersenyum.


"Laila bisakah nanti kamu ikut denganku mengantar kan pesenanku."


"Apa ? Aku ? tapi aku malu Tuan Stev ?"


"oh ayolah please ?"


"baiklah kalau begitu ."


mendengar jawaban itu membuat hati Stev bahagia, dia lalu duduk disamping Elena .


"wow sepertinya kamu berhasil yah ?"


Stev hanya tersenyum mendengarnya.


"kamu memang biro makjomblang terbaik Elena ?"


Elena tertawa mendengarnya. lagi-lagi Stev kagum dengan suara tawa itu.


ponsel Elena berdering.

__ADS_1


Nona Elena, tuan Richard saat ini ada dirumah sakit , dia menemui dokter Lucas.


seketika senyum itu pudar. dia lalu bergegas pergi.


"kau mau kemana Elen. "


"aku ada urusan mendadak di rumah sakit. aku pergi dulu ya, bye , semoga sukses ?"


....


Dirumah sakit.


Lucas masih membolak-balikan lembaran formulir pasien guna untuk mengatur jadwal pasien . hingga tiba-tiba masuklah dokter Richard.


"Sepertinya kau sangat sibuk dokter Lucas."


Lucas terkejut dengan kehadirannya.


"ah Dokter Richard maaf aku tidak tau Anda akan repot-repot kemari. Tapi ada perlu apa ?"


Dokter Richard menyodorkan foto Abraham.


"Maaf , siapa dia Dokter Richard ?" Richard selalu memperhatikan wajah Lucas.


"Dia adalah temanku. Dia berprofesi sebagai dokter psikolog. namanya adalah Abraham Sawyer. ah tidak ,sebenarnya bukan Sawyer. hanya saja aku tidak mengerti kenapa dia mengganti marganya seperti diriku." Richard selalu memperhatikan detail raut biasa-biasa saja dokter Lucas.


Setelah dirasa tidak ada gunanya berbicara dengan Lucas , Richard memilih ingin pergi.


saat Richard membuka pintu dia terkejut melihat Elena disana.


Lucas yang melihatpun terkejut.


"Dokter Richard ,apa kabar. kita harus bicara sekarang. bagaimana kalau diruanganku."


"hm baiklah Nyonga Elena ?"


mereka berjalan menuju ruangan pimpinan. siapa sangka selama ini Elena sudah menduduki kursi itu.


"Dokter Richard bisa jelaskan kepadaku tentang Anda selama ini yang datang seenaknya dan pergi seenaknya. Rumah sakit ini punya aturan , dokter tidak bisa seperti ini terus-menerus."


Elena melemparkan laporan hengkangnya dokter Richard selama berbulan-bulan.


"hmm maaf Nyonya Elena, tolong beri saya kesempatan. saya masih membutuhkan pekerjaan ini."


"baiklah dokter Richard. saya akan memberi Anda 1 kesempatan. tapi tidak dengan lain kali. silakan Anda pergi."


Elena sendiri penasaran dengan apa yang dokter Richard lakukan sebenarnya selama dia hengkang itu.


Sementara ditempat lain.


Lucas masih terus menstabilkan nafasnya, kringat dinginnya yang bercucuran itu tidak bisa menyembunyikan bagaimana rasanya takutnya tadi.


kemudian pintu terbuka membuat Lucas terkejut dan panik.

__ADS_1


"Elena ?"


"iya ini aku Dokter Lucas. kenapa kamu seperti tidak baik-baik saja."


"ah tidak Elena , aku hanya banyak pekerjaan jadi agak lelah."


"Dokter kamu sangat pucat. lebih baik pulang saja. aku akan menemani mu. karena aku ingin membicarakan sesuatu padamu."


"baiklah kalau begitu. ayo ?"


mereka pergi meninggalkan rumah sakit menuju apartement Lucas.


sesampainya disana.


"Apakah selama ini kamu hidup sendiri. tidak ada makanan apapun dikulkas. lalu selama ini kamu makan dimana." tanya Elena sambil mencari-cari bahan untuk dimakan. bahkan air minum pun dikulkas tidak ada.


"Aku selalu makan diluar. dan hanya tidur ketika di sini."


"terkadang apa yang pepatah katakan itu benar, mungkin mudah mengobati orang lain tapi tidak dengan diri sendiri. Ada banyak hal yang ingin aku katakan padamu."


Elena lalu menyodorkan 3 gambar. ada foto Abraham , Richard, dan Lucas.


seketika dokter Lucas terkejut Elena menyodorkan koran L.A yang mengabarkan seorang pengendara mobil yang tewas seketika.


"Kenapa kamu terkejut Lucas ? ah tidak, Abraham. "


Seketika itu juga Lucas tertunduk lemah.


"Aku tau kalau suatu saat nanti pasti akan ada hal seperti ini terjadi.Bahkan ayahku sudah mencurigaiku."


Lucas terlihat tertekan saat ini.


"beruntunglah istri Lucas sendiri mau bekerjasama denganku. karena jika tidak , Prakas sudah langsung menembakmu tadi."


Lucas terkejut dengan apa yang Elena katakan. sejak kapan dia tau.


"sejak kapan kamu tau."


"sejak aku melihat dengan jelas tato didada kirimu. kau yang menikamku waktu itu, tapi kau juga yang menyelamatkanku."


Lucas bangkit dan memegang kedua lengan Elena.


"Elena percayalah, akupun tidak sanggup melakukannya." Lucas berkata sambil mengeluarkan airmata.


"Aku semula memang tidak mengerti motif si pembunuh. tapi aku menyimpulkannya satu per satu. dan akhirnya aku menemukanmu."


"Aku tidak sanggup lagi selalu menjadi kaki tangan Prakas. dia selalu mengancam akan membunuh istri dari Lucas yang ada di Amerika.Prakas selalu menekanku, dengan mengancam membunuh mereka atau melaporkan kasus pemerkosaan yang Lucas lakukan pada pasiennya di Amerika. Prakas selalu menekanku untuk membunuh mu karena kamu adalah aset Mandalika yang berharga. Tapi aku bisa apa Elen, aku ini hanya laki-laki lemah. anak Lucas masih kecil-kecil, begitupun dengan anak Richard, aku harus menanggung semua beban ini sendirian. uang gajiku aku selalu menyisihkannya untuk istri Richard. karena sampai saat ini dia belum bisa bertemu dengan Richard."


"Aku sudah menemui Prakas dipenjara. tapi aku sangat terkejut dia adalah orang yang berbeda tapi berwajah sama. "


"Aku semakin yakin dengan Prakas saat ini adalah Dokter Richard ?"


bersambung

__ADS_1


__ADS_2