Derita Masa Lalu

Derita Masa Lalu
Derita Masa Lalu


__ADS_3

bab 2


Elena memasuki kelas dengan malas.


"Elena kenapa kamu mau duduk bersama kami." tanya temannya yang kerap kali dibully Lolita, dia bernama Renata.


"Entahlah. mungkin karena aku sama seperti kalian kelompok korban bullying."


"tapi kamu tetap berbeda dengan kami. kami berani melawan mereka , sedangkan kami? kami hanya bisa pasrah ketika mereka melukai kami."


"kalau begitu mulai sekarang kalian harus berani melawan mereka." ucap Elena dengan tegas.


anak-anak sudah mulai masuk kelas ,karena kelas akan dimulai.


seperti biasa Ramon selalu genit melihat Elena sementara Elena hanya memberi respon dengan memutar bola mata malas melihatnya.


berbeda dengan Lolita yang selalu saja caper ke Ramon.


.....


setelah kelas selesai .


"aku akan mengantar kalian pulang. ayo ke mobilku."


mereka hanya menuruti perintah Elena.


ada 5 orang .


Renata, Aldi , Beni, Laila,dan Arsita.


Elena menyukai mereka yang selalu dirundung itu. tapi alasan yang pasti Elena mau dengan mereka karena ada tujuannya.


Tujuannya adalah membuat sadar mereka bahwa mereka tidak pantas diperlakukan seperti hewan.


"mulai sekarang aku bersedia menjadi supir pribadi kalian." ucap Elena dengan senyum ramah.


"tidak Elena, itu tidak mungkin. kami tidak bisa menerima ini. kamu sudah mau menjadi teman kami ,kami sudah sangat berterima kasih." ucap Renata.


"tidaak, pokoknya mulai sekarang kita berangkat bareng, pulang juga bareng.oke?"


"iya baiklah."


.....


Elena memasuki rumah besarnya. yah , saat ini mereka sudah tinggal terpisah. Alana sendiri juga sudah membeli rumah di Jerman.


Kak Niel lebih memilih Sena untuk tinggal bersamanya.


inilah yang Elena rasakan sejak dulu.


perasaan hampa.


seperti tidak ada yang memedulikannya.


dia memiliki asisten rumah tangga ,sepasang suami istri.


dari sekian banyak pelamar kerja ART , insting Elena hanya tertuju pada mereka berdua.

__ADS_1


mereka memiliki anak 2 yang masih kecil-kecil. SD kelas 3 dan 5.


itulah yang membuat Elena mau menerima mereka.


malam itu Elena duduk terdiam dikeheningan jalan kota.


dia menangis didalam mobil.


hatinya terasa hampa , seperti tidak ada yang peduli. seperti tidak punya teman.


karena teman satu-satunya hanya Siska saja, dan si brengsek Damian yang mengambilnya.


tidak berapa lama hujan turun deras.


tidak jauh dari Elena menepi ada sepasang suami istri bersama kedua anaknya yang berteduh di depan rumah kosong.


"apa yang sedang mereka lakukan malam-malm begini." ucapku monoton.


aku melajukan mobilku mendekati mereka.


saat aku keluar dari mobil, pandangan mereka adalah takut.


tentu saja mereka takut padaku yang malam-malam begini masih kluyuran dengan mobil ,seperti penculik.


"bibi aku ini masih anak kuliahan. jangan takut padaku. kenapa kalian malam-malam disini.lihatlah anak kalian basah kuyup. apa kalian tidak kasihan hmm.?"


"maaf nona, kami tidak tau harus kemana lagi. kami diusir dari kontrakan, kami tidak punya apa-apa sekarang. kami pun bingung mencari tempat tinggal." ucap laki-laki itu sambil mengusap air mata.


Elena juga mengingat dengan jelas dulu seperti penderitaan dia sewaktu menjadi anak jalanan.


"apa kalian punya KTP. atau tanda kenal ?"


"baiklah pak Candra. kalian ikutlah denganku. kebetulan aku tinggal sendiri."


mereka bingung sekaligus senang.


....


"Ren menurutmu kita harus gimana sekarang. Lolita cs ada disana." ucap Aldi.


"kamu aja yang cowok takut gimana dengan aku Al."


"kamu sih ,gara-gara gak enak numpang mobil Elena sekarang kita kena imbasnya."


"mungkin ini kah tujuan Elena menyuruh kita pulang dan berangkat bersama."


"iya sepertinya kamu benar. Elena mencoba melindungi kita."


"ayo kita ke kelas. " Rena membetulkan kacamatanya ,dan berjalan ke arah Lolita ,saat melewati mereka ,"bruk" Rena terjatuh karena kakinya tersandung oleh kaki Loli yang memang disengajakan oleh mereka.


Loli cs tertawa melihat itu.lalu Loli mengambil kacamata Rena dan menginjaknya hingga pecah.


"jangan Loli, itu kacamata pemberian ibuku sebelum meninggal. " Rena menangis melihat kacamatanya pecah. itu adalah salah satu kenangan dari ibunya.


hingga "plak ,plak" Rena menolah ke Loli yang ternyata ditampar Elena.


Elena memandang tajam ke Loli, bahkan bukan hanya disitu saja, Elena memukul semua sahabat Loli.

__ADS_1


"Elena ! kamu keterlaluan. aku bakal laporin kamu ke dosen." belum sempat Loli melangkah Elena menjambak dari belakang dan berniat membenturkan kepala Loli tapi dia berhenti" apa kamu masih punya nyali sekarang Loli, atau kamu mau pilih yang ini" Elena mendorong Loli hendak menjatuhkannya dari lantai 2 kampus .


"tidak Elena, aku mohon jangan lakukan itu. "


Lolita sudah ketakutan. semua yang melihat itu terdiam.takut.


Elena melempar tubuh Loli ke temannya.


"jika aku mendengar seseorang mengadukan ku ke kepala maka aku pastikan akan menghilangkan kepala orang itu."


Lolita segera pergi menjauh, pandangannya sangat tajam ke arah mereka.


Mikail, melihat kejadian itu.


tetapi dia hanya tersenyum penuh makna melihatnya.


....


"ayo aku antar kalian pulang. ingat ya, jangan pernah lagi kalian seperti ini."


ucap Elena dengan lantang seolah menyindir Loli yang saat ini sedang ketakutan.


....


setelah mengantar semua teman-temannya ,kini hanya Rena saja.


"Aku boleh main ke tempatmu gak Ren."


"boleh kok Eel. aku malah seneng banget.tapi rumahku kecil ,jelek. aku gak enak sama kamu ?"


"kamu apa-apaan sih ngomongnya kaya gitu."


dan memang benar saja. rumah Rena ini kecil. itu karena dia masih ngontrak.


"ayaah, Rena pulang. Rena bawa temen nih pa."


"oh ya selamat datang di rumah rena nak ,siapa ini?"


"Elena pak ?" Elena tersenyum ramah melihat ayah rena. andai ayahnya masih hidup, dia mungkin seumuran dengan ayah rena.


"Eel, kamu gak apa-apa kan ?" tanya Rena yang menyadari elena melamun.


"aku gak apa-apa kok Ren. aku hanya teringat dengan papaku. mungkin jika papa dan mama masih hidup kami menjadi keluarga bahagia."


Rena baru menyadari hal itu ternyata dia tidak punya orang tua.


"maaf ya Eel ?"


"udah ah. kami bisa melewati semua itu pada akhirnya. oiya paman. aku ingin mengajak Rena jalan-jalan boleh?"


"oh iya nak boleh?" ucap ayah rena.


"aku mau bersihin badan dulu ya El ?"


Elena hanya mengangguk saja. dia melihat foto-foto keluarga Rena.


seketika ada satu foto yang membuatnya penasaran.

__ADS_1


"kenapa pemuda ini tidak asing?"


....bersambung


__ADS_2