Derita Masa Lalu

Derita Masa Lalu
Derita Masa Lalu


__ADS_3

Bab 4


Elena mengerjapkan matanya sedikit demi sedikit.


dimana ini. tangannya sudah terpasang jarum infus.


apa aku dirumah sakit.


"kau sudah sadar kak Elen ?"


kemudian gadis itu teriak-teriak memanggil kakak-kakaknya.


"Elena syukurlah. oh Tuhan ? kamu membuat kami sangat khawatir." ucap Damian.


"benarkah aku membuat kalian khawatir."


pernyataan Elena membuat seisi ruangan mendadak kaku.


"kepala ku pusing. aku mengantuk." setelah mengatakan itu Elena tertidur.


Dokter memang memberikan obat penenang. agar dia bisa istirahat.


"apa yang sebenarnya terjadi dengan Elena Niel. bagiku dia adalah wanita yang kuat, tangguh." tanya Mikail.


"itu lah kesalahan kami Kael ? sampai saat kami masih belum bisa membuatnya bahagia.Ku kira dia sudah merasa tak kesepian lagi setelah mempunyai banyak teman.Tapi entahlah. apa yang sebenarnya dia rasakan."


"Aku yakin dia memiliki masalah pribadi ,yang mana siapapun tidak ingin dia tahu masalah itu."


....


Elena kekeh akan berangkat kuliah.


"aku hanya akan bosan jika disini. setidaknya aku akan bertemu dengan teman-temanku, itu akan membuatku lebih ringan."


"baiklah. tapi aku yang nyetir." Lena hanya mengangguk saja ketika Mian kekeh akan mengantar kuliah.


sesampainya disana teman-teman lena sudah disana.


"Elenaa, kamu baik-baik saja kan?"


"iya aku baik-baik saja. jangan khawatir. oiya hari ini aku mau undang kalian buat kerjasama bikin usaha baru milik ayahnya Rena. gimana. kalian setuju gak."


"oke ,kami setuju."


....


Ramon terus saja memperhatikan Elena.


"Pak Rawon maaf , nanti ilernya netes loh " sontak candaan Elena membuat gaduh ruangan .


"Elena manis, bisakah kamu sopan sedikit terhadap guru mu ini."


"ooh okee?"


semua hanya biisa tertawa dalam kehebingan.


Pak Ramon terus saja menguntitnya.


"Bapak ngapain si ngikutin aku mulu. risih tau ?!" ucap Elen kesal.

__ADS_1


"Jangan panggil pak napa. aku ni seumuran sama kakakmu."


"iya tapi kan kamu guru aku disini. ntar protes lagi dikira gak sopan. dah ah jangan ngikutin aku mulu."


Ramon memegang tangan Elena. membuatnya kaget. lalu memojokan tubuh Elena ke dinding.


"aku sungguh tidak menyangka wanita sepertimu ini sungguh menarik ku."


jemari Ramon membelai pipi Elena. dan mencium rambut Elena.


"hasrat ingin memilikimu sangatlah besar Elen.hingga aku harus capek-capek kemari hanya untukmu."


Elena menatap Ramon dengan tajam.


Ternyata ini alasannya.


"Aku tidak menyangka bahwa orang terpandang seperti mu mau capek-capek melakukan hal rendah seperti ini.


Tapi maaf , aku bukan tipe orang yang bisa diperjualbelikan karena investasi perusahaan."


Ramon mencengkram leher Elena, tetapi pandangan Elena masih tetap sama, tajam ,dingin seolah tidak takut.


Ramon melepas cengkraman dilehernya .


kemudian tersenyum sinis ke Elena.


"kamu sungguh wanita yang menarik Elena, membuatku lebih berhasrat memilikimu. Aku masih tidak bisa membayangkan jika kamu mau menjadi teman tidurku setiap malam ?"


Elena semakin marah dan "bugh bugh" Elena mengangkat tubuh Ramon yang tersungkur ke lantai,belum puas memukul wajahnya, "bugh bugh bugh"


"Hentikan Elena !"


Elena langsung berhenti memukuli Ramon.


Sementara Ramon tertawa sangar setelah dia mendapat pukulan bertubi-tubi dari Elena.


"Ini sungguh mengasyikan Elena?" ucap Ramon.


"Aku tidak bisa mentolerir setiap kata menjijikan yang keluar dari mulutmu. "


Elena meninggalkan tempat itu.


dia menuju gerbang sekolah utama. dia berjalan dengan penuh perasaan sakit.


Inilah Elena yang sebenarnya.


Dibalik sikapnya itu dia akan merasakan sakit dihati nya pula.


jiwanya seolah berontak.


seolah sedang perang batin.


Kemudian mobil hitam menghampiri Elena.


"Masuklah Elen. " Elena masuk ke mobil kakaknya,Damian.


"Kak Mian, tolong bersikaplah seperti biasa kepadaku. Janganlah kalian mencoba untuk peduli kepadaku. Aku ? Aku sudah terbiasa melewati semua rasa sakitku." Elena mengatakan dengan pandangan kedepan ,dengan penuh kepedihan. kemudian menatap Damian ,dan mengeluarkan air mata.


"Jangan mengasihani aku lagi. Biarkan aku melakukan apapun yang aku mau. bersikaplah seperti biasa nya." setelah mengatakan itu Elena membuka pintu mobil dan keluar dari sana.

__ADS_1


Sementara Damian, entah kenapa hatinya terasa nyeri melihat adiknya ternyata selama ini tidak baik-baik saja. Damian tanpa sadar mengeluarkan air matanya.


Dia merasa kakak yang buruk.


....


Elena memilih naik taksi. dia menuju ke resto tempat ibunya.


"Elena kami sudah menunggumu sedari tadi." ucap Rena.


"maaf ya, tadi aku ada urusan sebentar ?"


"iya tak apa El. coba sini lihat konsep pembuatan caffe nya."


Elena memerhatikan setiap detail pembuatan caffe ini.


"sepertinya harus diubah Paman ? aku akan mencoba membuat konsepnya nanti Paman lihat hasilnya ?"


ucap Elena dengan lemah lembut namun terkesan tegas.


setelah selesai membuat konsepnya , dia menyuruh Pak Sofian untuk melihatnya.


"ini sungguh briliant sekali nak El ? kenapa Paman tidak memikirkannya."


"iya Paman. nanti untuk karyawan ada para orang tua teman-teman kita. Aku sudah memikirkan semua nya, orang tua teman-temanku mereka membutuhkan pekerjaan, dan mereka punya skill dibidang kuliner. aku yakin usaha ini akan maju Paman."


melihat itu semua temana-teman Elena sangat tersentuh dan terharu.


....


ke esokannya.


resto and caffe yang disingkat R.A.C Renata telah resmi dibuka. setelah seharian kemarin menyiapkan semuanya.


"karena hari ini perdana buka. aku sudah mengundang beberapa karyawan kak Niel dan Kak Mian untuk kemari."


Daniel, Damian, Mikail datang lebih awal melihat hasil rombakan resto ibunya.


Dia sungguh puas melihatnya.


"Kalian sudah datang. ayo aku akan tunjukan tempat duduk kalian." ucap Elena tersenyum ke mereka. ini adalah hal langka melihat Elena ceria seperti ini.


tak berapa lama banyak karyawan yang datang melebihi undangan.


"hadirin sekalian, saya sangat berterimakasih kepada kalian yang sudah mau datang. hari ini adalah tepat hari ulang tahun mama kami yang sudah meninggal, aku ingin merayakannya bersama kalian. hari ini nikmatilah hidangan disini, pesanlah apapun itu ,aku akan mentraktir kalian."


semua karyawan yang hadir disana sangat senang melihatnya.


Elena tersenyum bahagia melihatnya.


Daniel yang melihat itu justru merasa sesak didadanya.


Dia sadar . selama ini adiknya itu tersiksa . bahkan dia tidak pernah melihatnya tersenyum sekalipun.


yang selama ini ia tau jika seseorang yang ceria, banyak bicara,banyak tertawa ,ternyata Alana, bukanlah Elena.


Elena selalu mengurung dirinya.


....bersambung

__ADS_1


__ADS_2