Derita Masa Lalu

Derita Masa Lalu
Derita Masa Lalu


__ADS_3

bab 16


5 tahun yang lalu dokter richard menemui sahabatnya dokter Abraham yang berprofesi sebagai dokter psikolog.


"tolonglah kali ini Richard, aku ingin siapapun tidak mengenaliku. terutama ayah ku. Aku lelah terus menerus harus patuh padanya."


"lalu aku harus bagaimana Abra ? istriku sedang hamil tua saat ini. aku ingin menemaninya saat lahiran nanti."


" tapi sayangnya kamu tidak bisa menemani istrimu lagi dokter Richard Sawyer." ucap Prakas yang tiba-tiba muncul.


Lalu anak buah Prakas meringkus Abra dan Rich dan membius mereka.


Mereka berdua dibawa ke Amerika. sesampainya disana Richard diancam untuk tidak berkata apa-apa ke istrinya melalui telphone.dia hanya berpesan akan mengirimkan uang setiap bulannya.


Saat Abra dan Rich hanya berdua.


"kamu harus keluar dari sini Abra. aku tidak tau akan hidup sampai kapan. kita tidak tau rencana gila apa yang ada di otak ayahmu. tapi kamu harus keluar dan lindungi istriku dan calon anakku yang akan lahir."


"aku berjanji akan memenuhi semua itu Rich. maafkan aku ?" ucap Abra dengan menyesal.


Abraham berhasil mengecoh anak buah Prakas , dan berhasil kabur tentu saja itu juga bantuan dari Rich yang sama-sama mengelabuhi anak buah Prakas.


Abra berlari tanpa dia sadari ada mobil begitu cepat melintas . dan terjadilah kecelakaan itu.


si pengendara mobil juga terluka parah .


mereka berdua sama-sama kritis. tapi akhirnya si pengendara mobil meninggal. sementara Abra berhasil melewati masa kritisnya. hanya saja wajahnya terluka parah.


dan harus diperban.


kemudian ide itu muncul.


dia mencari tau data korban pengemudi.


"dokter ,ubahlah wajahku menjadi seperti dia."


dokter pun mengiyakan walau tidak sama persis.


beberapa tahun kemudian.


Prakas menyuruh seseorang untuk membunuh Daniel dihutan tempat Monica disekap.


Siapa sangka orang yang ia suruh adalah Abra dengan wajah baru.


"dengarkan aku dokter bodoh. kamu harus menuruti kata-kataku atau aku bunuh semua anggota keluargamu. terutama istri dan anakmu yang ada di Amerika."


Abra yang terkejut hanya bisa pasrah menurutinya karena dia tidak mau ada korban lebih banyak lagi.


Abra menelusuri hutan, kemudian dia sudah siap dengan senapannya, dan "dor dor "


sial ternyata meleset, justru tante Monica lah yang kena.


Abra berlari kencang setelah Mian melihat nya.


Dia melajukan mobilnya dengan cepat.

__ADS_1


dan dia menuju apartement Prakas.


"maaf Tuan. saya salah tembak ?" bugh bugh bugh , Prakas menghajar habis-habisan Abra .


"dasar bodoh. kau pantas .. "kriiing m


kriiing . ponsel prakas berdering.


jika kau ingin Jasmine selamat , temui aku.


"dasar rubah kecil ini." Prakas meningalkan Abra disana.


Dalam hati dia menyesal telah membunuh tante Monica, dia tidak berdaya dengan Prakas.


kemudian Abra bangkit dan menuju apartement nya.


sesampainya disana dia berendam di air hangat.


dia sangat lelah.


....


Prakas secara tiba-tiba meminta Abra memesan tiket ke Jerman. Aku sendiri tidak tau kenapa.


hingga 1 bulan kemudian aku terkejut ketika bertemu dengan temanku "Rich" , aku memanggilnya dengan lirih. dia tidak mengenaliku. tentu saja tidak kenal aku dengan wajah baru.


tapi aku sangat lega melihatnya. dan secara kebetulan diseluruh stasiun tv menyiarkan tentang penangkapan Prakas.


ini sungguh aneh.


....


Elena hanya punya satu cara untuk mengetahui identitas Abra sebenarnya.


....


Dokter Lucas datang dengan wajah lelahnya seperti tidak tidur.


"sepertinya dokter kurang tidur."


Lucas terkejut kaget mendengar seseorang memanggilnya.


"Elena ,kau disini. sejak kapan ?"


"maaf dokter aku mengejutkanmu. tapi aku ingin memberitahu pada dokter, kalau aku ingin berhenti terapi."


"tapi kenapa El ?"


"Aku menyadari kalau ternyata bukan mereka lah penyebabnya tapi aku sendiri lah yang terlalu menjerumuskan diriku kedalam jurang penderitaan. aku akan memulai kehidupan yang baru. aku akan belajar melupakan semua kenangan pahit itu. dan menjadikannya sebagai kenangan manis ."


"iya baguslah kalau begitu El ? jadi sepertinya kita tidak akan bertemu lagi ,begitu kah El ?"


Entah kenapa Elena merasa berat menjawabnya.


"hmmm tentu saja kita akan bertemu, hanya saja dengan status yang berbeda yaitu mantan pasien." mereka sama-sama tertawa.

__ADS_1


"iya baiklah. aku sangat bahagia melihatmu sekarang memiliki semangat yang tinggi. " Lucas refles menggengam tangan Elena, membuat hati Elena merasa nyaman serasa terlindungi. " aku akan selalu berdoa agar kamu selalu sehat . jaga diri mu baik-baik Elena ?"


Mereka berdua tanpa sadar saling memandang , keduanya sama-sama merasakan hal yang sama , perasaan yang tak bisa diungkapkan.


Lucas kini tanpa sadar memeluk Elena hingga semakin dekat , Lucas memegang pipi kiri Elena dan kemudian mencium mesra bibir Elena.


Elena seakan merasa tersentuh dan sangat nyaman dengan ini. Elena membalas pelukan Lucas. ciuman Lucas semakin dalam . Lucas mendudukan Elena disofa dan menghirup aroma leher Elena , Lucas hendak melakukan hal lebih tapi dia tersadar.lalu baangkit dari duduknya.


"Elena maafkan aku ? lagi-lagi aku .. akuu " Elena bangkit dari duduknya dan menarik Lucas agar melanjutkan nya. Lucas pun senang karena dia merasa perasaannya terbalaskan . cukup lama mereka saling berciuman.


"Elena, kita tidak mungkin bisa melakukan hal lebih. aku bisa mati kehilangan pekerjaan ku kau tau itu." Elena kemudian tertawa.


"baiklah dokter Lucas , aku permisi."


"tunggu. mungkinkah malam ini kita bisa makan malam berdua."


"oke ?" jawab Elena dengan semanga lalu pergi.


sepeninggalan Elena tak lama kemudian dokter Richard masuk.


"Apa gadis tadi itu kekasihmu. kau harus ingat istri dan anakmu di Amerika ."


Lucas terkejut dengan apa yang dikatakan Richard.


Richard pergi meninggalkan ruangan Lucas.


sementara Lucas setelah kepergian Richard dia duduk terperosok lemah tak berdaya.


....


pukul 19.00 sesuai janji , mereka makan malam bersama. tapi ini kelewat romantis. dihotel bintang lima .


"aku sangat senang kamu mau menemaniku malam ini Elena ?"


"iya akupun sangat senang Dokter ?"


"oh ayolah jangan panggil aku seperti itu."


"baiklah Lucas Fernando." Elena lalu tertawa.


"kamu sangat cantik malam ini Elena ? terlebih kamu banyak tertawa belakangan ini."


ucap Lucas tulus.


"benarkah itu Lucas ? kalau begitu aku sangat berterimakasih padamh, karena kamulah yang menjadikanku seperti ini ?"


"Elena, aku ingin menanyakan sesuatu padamu. apa yang akan kamu lakukan jika tiba-tiba aku menyerangmu."


"Aku akan diam."


"why"


"Karena mati ditangan orang yang ku cintai itu adalah keinginanku ?"


bersambung

__ADS_1


__ADS_2