Derita Masa Lalu

Derita Masa Lalu
Derita Masa Lalu


__ADS_3

bab 8


Elena terus memandang dengan jenuh semua orang ada di sini. Dia sama sekali tidak menyukainya.


Terlebih lagi dia merasa tidak enak hati setelah apa yang Mikail katakan.


Bener-bener menjengkelkan , dia menjadi tidak enak hati dengan Renata. sialan memang Mikail.


Aku memutuskan meninggalkan mereka hendak ke toilet.


Saat berada disana dia berpapasan dengan laki-laki yang familiar , laki-laki itu sedang mencumbu mesra wanita itu tanpa tau malu .


"Benar-benar tidak punya malu kalian bahkan seperti hewan yang tidak tau tempat untuk kawin ." ucap Elena hingga membuat laki-laki itu menghentikan aksinya, dan seketika kaget melihatnya.


"oh Tuhan Elena ? maaf kamu melihat hal tadi. aku bisa jelaskan semuanya." ucap laki-laki itu.


"Tidak perlu pak Nickolas Summer. untuk apa capek-capek menjelaskan hal yang sudah jelas.maaf aku sudah mengganggu kalian."


Elena pergi tapi Nick mencegahnya.


"Kamu tidak bisa pergi begitu saja setelah membuatku berhenti tadi." lalu Nick mendorong Elena ke dinding hendak menciumnya tapi Elena mencegahnya. kemudian memukuli wajah Nick hingga babak belur. Bahkan dia menendang perut Nick dengan keras.


kemudian meninggalkan Nick begitu saja.


Nick tidak percaya dengan apa yang ia lihat. kemudian tertawa tak jelas.


Elena sungguh bosan disini. Dia berjalan entah tak tau kemana melewati tangga.


Sampailah dipaling atas,dia berjalan ke lantai 7 hotel bintang lima yang baru dibangun itu.


Dia memandang takjub pemandangan malam yang indah itu.


Lalu memejamkan mata menikmati angin malam itu.


Pikiranannya sudah agak tenang jauh lebih baik. saat membuka mata dia terkejut melihat seseorang berada disampingnya saat ini.


Laki-laki ini memiliki mata yang indah hampir sama dengan Mikail. tapi mata ini memiliki tatapan yang dingin.


"maaf aku kira nona akan bunuh diri jadi aku kemari. "


"itu tidak akan pernah terjadi."


"baiklah kalau begitu mari kita tinggalkan tempat ini. Acara akan segera dimulai."


"pergilah tuan. aku tidak suka acara-acara seperti ini .aku lebih baik disini."


"Tapi itu sama saja Anda tidak menghormati Tuan Rumah ini bukan?"


kemudian Elena memandang jengah laki-laki tampan itu dan pergi meninggalkan laki-laki itu.

__ADS_1


Dilihat dari pakaiannya jelas dia orang kaya,outfit yang ia pakai bahkan lebih dari 2 M. mulai jam tangannya, jasnya,sepatunya.


Elena sampai kelantai bawah berkumpul kembali dengan keluarganya. datanglah pelayan membawakan gelas anggur untukku.aku mengambilnya dan hendak meminumnya tapi tidak jadi setelah melihat Renata. Aku duduk disamping Rena dan meletakan anggurku dekat dengan entah siapa.


"apa kamu baik-baik saja Rena."


"aku tidak terbiasa dengan tempat seperti ini Elen. Aku ingin pulang El ?"


"iya baiklah tunggu sebentar. aku akan memanggil Mikail ,ini minumlah. agar kamu lebih tenang."


Elena memberikan segelas anggur ke Rena lalu dia meminumnya.


Elena menghampiri Mikail " Kael aku harap kamu tidak mengulangi perbuatan mu tadi, kamu sudah membuat Rena tersinggung. Ingatlah, Rena adalah temanku, juga saudara bagiku.Sekarang pergilah temui dia. Dia sedang tidak enak badan."


Mikail sangat tertegun dengan kata-kata Elena , kemudian dia mendekati Rena.


"Rena, apa kamu baik-baik saja."


Rena yang mendengar namanya dipanggil oleh Mikail lalu menoleh.


Mikail melihat ada yang tak beres dengan Rena.


"aku merasa kepanasan dan sakit kael ?"


Mikail sadar apa yang terjadi dengan Rena.


Mikail memesan kamar VIP.


....


Elena sedang berkumpul dengan orang-orang asing baginya. Dia hanya menghormati kakaknya yang memohon agar datang.


Alana pun datang karena kebetulan dia memang pulang hari ini dari Jerman bersama kekasihnya yang bernama Maxime.


Lalu dia tak sengaja menoleh ke pelayan yang tadi membawakan minumana untuknya sedang dihajar oleh Nick.


Perasaan Elena sudah tidak menentu , dia merasa ada yang janggal, saat hendak kesana tiba-tiba kakaknya memanggilnya.


"Elena kemarilah, aku ingin memperkenalkan seseorang kepadamu."


"Kak Niel, apa maksud mu memperkenalkan ku dengan seseorang ?" Elena semakin tak suka dengan suasana hatinya saat ini.


"Aku tau mungkin ini salah, tapi apa yang aku lakukan saat ini adalah demi kebaikanmu. Demi melindungimu."


Elena mengernyitkan dahi nya ,bingung.


" Steven Imanuel Alexander . dia adalah pemilik hotel yang baru saat ini akan diresmikan. aku ingin kamu dekat dengannya. bukalah hatimu sesekali saja Elen."


Elena seolah mengerti perkataan kakaknya. Dia hanya maklum saja . karena memang sampai detik ini dia tidak pernah jatuh cinta, sekalipun itu Samuel. dia tidak benar-benar mencintainya.

__ADS_1


"Selamat malam semuanya." kami sontak sama-sama mengarah kesumber suara.


itu adalah laki-laki yang tadi ketemu di atap.


kami mendengarkan dengan seksama pidatonya. setelah selesai .


Steven menghampiri kami.


"aku harap kalian suka dengan hotel ku yang baru ini ?" ucap stev kepada kami.


" desain ini sangat indah dan menarik, tentu saja kami suka." ucap Niel


" benar apa kata Daniel , mungkin kedepannya kami akan mengajukan kerjasama ?" ucap Mian. lalu mereka tertawa.


"iya benar , aku sendiri pun jika lelah bekerja pasti ingin cepat-cepat langsung istirahat. mungkin jika aku punya member bisa langsung tidur disini." ucap Alana dengan ceria seperti biasanya.


Elena tidak tertarik sama sekali dengan pembahasan ini.


"lalu bagaimana dengan mu Elena, apakah kamu nyaman berada disini."


"entahlah , aku ingin pulang . itu saja ."


mendengar kata Elena , semua hanya bisa terdiam.


"aku akan mengantarmu pulang." tawar Stev


"maaf itu tidak perlu Stev. aku biasa naik mobil.aku permisi silakan nikmati acaranya."


tak ada satupun yang mencegah Elena pergi.


....


Mikail tidak bisa berbuat apa-apa.


"tolong aku kael, rasanya sangat sakit ,aku tidak tau apa yang terjadi kepadaku. setelah aku minum anggur itu tubuh ku terasa sangat panas Kael." ucap Renata sambil menangis histeris.


"Aku pun tidak yakin apakah yang aku lakukan nanti benar atau tidak Rena. tapi percayalah.


aku akan bertanggungjawab apapun yang terjadi padamu."


Mikail mencium bibir Renata , lalu dengan sigap melepas dresa Rena , kemudian dia menggoda bagian dada mulus itu. ukurannya memang tidak besar tapi pas untuk ukuran tangan Mikail.


kemudian menyesap bagian sana hingga membuat sebuah tanda kemerahan , bukan hanya bagian payudara nya saja, tapi lidah Mikail sangat lihai menggoda yang lainnya.


Mikail beralih ke leher Rena, menciuminya hingga Rena mendesah terus menerus.


hal itu membuat Mikail semakin menggila. Mikail lalu melepas semua pakaiannya.


saat ini mereka sama-sama telanjang.

__ADS_1


"Rena, aku berjanji akan bertanggungjawab atas perbuatanku." Rena hanya samar mendengarnya, kemudian dia merasa ada sesuatu perlahan-lahan memasuki bagian bawahnya. dan saat Kael menekan dengan keras "aagh " Rena menagis setelah tau bahwa ia saat ini sudah tidak prawan lagi.


....bersambung


__ADS_2