
Bab 10
Elena entah berada dimana saat ini.
Tapi pemandangan alam ini sangat indah.
"Elena ,kamu sedang apa sayang ?"
Elena menoleh seseorang yang memanggilnya.
"Mama ?" Elena menangis sejadi-jadinya melihat ibunya.
"Papa tidak menyangka anak papa sudah secantik ini."
Elena menoleh lagi .
"Papaaa ?" Elena berlari ke papanya dan memeluknya.
"cucu oma sudah besar yaa, sini peluk nenek sayang?"
Elena menoleh lagi.
"neneeeek ?"
Elena menangis sejadi-jadinya.
"aku sangat merindukan kalian semua. Papa ? Elena minta maaf paa? harusnya Elena mengatakannya sejak awal jika rem nya telah dirusak oleh Prakas. Elena minta maaf Paa ?
Elena sangat menyesal Paa ? , dan Mamaa? Elena juga menyesal tidak bisa menyelamatkan mama ? Elena memang tidak berguna. dan nenek ? aku juga berdosa pada nenek harusnya aku memberitahukan kelakuan Prakas kepada semua orang. jika seandainya saja aku tidak diam saja mungkin kalian semua masih hidup. Elena sangat menyesaaal ?"
"Elena , percayalah apapun yang kamu lakukan itu bukan kesalahanmu? itu semua sudah takdir sayang?" ucap mama nya.
"benar apa kata mamamu Sayang ? kami sudah memiliki kebahagiaan kami disini, tolong berhentilah sayang , akhiri semua penderitaanmu. Jangan lah kamu terlalu lama menyiksa dirimu." ucap papanya.
"Cucuku sayang, kami semua sangat bangga padamu. kamu wanita yang kuat. wanita yang hebat. kamu sudah menyelamatkan kami Nak. Kami tidak bahagia didunia, tapi sudah bahagia disini berkat kamu nak. teruslah berbuat kebaikan Nak. Dan segeralah cari kebahagiaan mu sendiri nak. lepaskan semua beban derita mu. " ucap neneknya.
"Dan sesungguhnya kami juga saangat berterimakasih kepadamu Elena ?"
Elena menoleh. dia adalah
__ADS_1
"Tante Alesa?"
"kamu selalu merawat kami Elena. kami seperti malaikat tersendiri bagi kami. terimakasih juga kamu selalu melindungi Sena. Kami semua disini sangat bangga dengan dirimu. tolong akhiri penderitaanmu sayang?" ucap tante Alesa.
"Aku tidak tau harus bagaimana melepas semuanya , penyesalanku terhadap kalian selalu menghantui ku. setiap hari , setiap jam, setiap menit, setiap detik dan disetiap nafasku rasanya sangat sakit . Aku tidak sanggup lagi menahan semua beban ini. penyesalanku yang membuat kalian pergi dari kami, aku sungguh tidak sanggup menanggungnya ?" ucap Elena dengan menangis histeris.
lalu ayahnya mengusap airmatanya dengan penuh kasih sayang dan cinta. Ayah Elena menatap mata Elena untuk meyakinkan nya.
"kamu adalah anak papa yang hebat melebihi yang lainnya. kamu harus kembali dan berjuang untuk mendapatkan kebahagiaan mu sendiri sayang. ingatlah satu hal sayang. kami sudah bahagia disini. sekarang kamu pun harus bahagia. mengerti sayang ? kami minta kamu segera kembalilah , pejamkan mata indahmu sayang?"
" tidak papa , mama, nenek , tante alesa, aku ingin ikut bersama kalian ? aku takut dengan dunia ku sendiri ? aku ingin ikut bersama kalian ?" ucap Elena menangis histeris.
"Tidak sayang. kamu harus bahagia dahulu barulah bisa ikut bersama kami. carilah kebahagiaanmu sendiri sayang ? lepaskan beban deritamu. ayo pejamkan matamu. dan kami akan menggenggam tanganmu untuk menuntunmu ?"
Elena menuruti kata ayahnya . Elena memejamkan matanya. dan benar mereka semua menggenggam Elena menuntun jalannya.
lalu
Elena membuka mata dengan nafas tersengal-sengal.
" Puji Tuhan dia kembali. oh Elena , kamu membuat kami sangat khawatir dan panik. kamu membuat kami sangat takut. kamu hampir mati." ucap seorang dokter muda.
....
Sudah 5 hari Elena dirawat. dan dia sudah melewati masa kritisnya.
"Elena , aku sungguh tidak menyangka kalau dokter itu sangat perhatian padamu. "
"tentu saja perhatian. karena itu memang tugasnya sebagai dokter. kamu mau aku dicuekin gitu."
"ih nyebelin banget sih El kamu ?"
"Dah lah Al sana kamu pergi. aku capek mau tidur."
Alana lalu pergi darisana.
Elena berpesan kepada semua kakaknya untuk tidak mengijinkan siapapun menjenguknya.
begitulah dia. setiap kali masuk rumah sakit dia tidak mau dijenguk.
__ADS_1
lalu pintu kembali terbuka. itu dokter Lucas.
"bagaimana keadaanmu sekarang Elena."
"bagaimana menurut dokter sendiri. dokter lebih tau bagaimana sisi lemahku. karena Anda dokter Psikolog ku. Aku terkejut saat mendengar Kak Mian mengatakan kepadaku. kamu yang membantuku membawa ke IGD , dan bahkan saat aku koma , Dokter tidak berhenti mengoceh bahwa aku harus hidup untuk bahagia ku ?" seketika Elena bingung. bagaimana bisa. mimpinya. dan apa yang Lucas katakan sewaktu Elena sekarat .
"Ada apa El ? kamu seperti memikirkan sesuatu. "
"hmm tidak. aku hanya lelah ?" Elena menjawab dengan nada lesu ,bingung.
Lucas reflek menggenggam tangan Elena.
membuat Elena tersentak kaget, seperti ada sengatan tapi membuatnya nyaman. Lucas menggenggam tangan Elena dengan lembut memberinya kekuatan untuk semangat menjalani hidup.
"Aku yakin , kamu adalah wanita hebat,kuat, dan berhati malaikat baik. semua orang menyayangimu. Jadi mulai sekarang, sayangilah dirimu sendiri. lepaskan semua beban deritamu."
kenapa yang Lucas katakan sama dengan orangtua nya katakan saat di mimpi. Elena memandang tak percaya pada Lucas, Elena menatap mata Lucas dengan penuh emosional. hingga Elena meneteskan airmata tanpa sadar.
Lucas lalu menyeka airmata Elena. lagi-lagi dia kaget dengan sentuhan Lucas yang membuatnya merasa tidak biasanya.
Lucaspun merasakan hal yang sama dengan apa yang Elena rasakan.
Lucas juga tidak tau apa yang sebenarnya terjadi dengannya.
Yang Lucas tau adalah dia ingin melakukannya saja. Lalu Lucas mendekati Elena dengan perlahan, dan "cup" Lucas mencium kening Elena agak lama . lalu kedua tangannya menangkup kedua pipi Elena , dan Lucas hendak mencium bibir Elena, tapi "kriiiing kriiiing " Lucas menoleh ke nomer tanpa nama. dia tau siapa itu.
"Elena maaf. aku lancang tadi. tapi yakinlah ? aku ingin melihatmu tersenyum. aku ingin melihatmu bahagia."
Lucas hendak pergi , tapi Elena mencegahnya.
"bagaimana jika aku tidak bisa ?" ucap Elena dengan pandangan menerawang.
"maka aku akan membantumu Elena." seketika Elena menoleh Lucas dan memandang matanya. dia terlihat tulus. Lucas tidak bisa menahannya lagi, Lucas langsung mencium bibirnya dengan cinta. dia memang mencintainya. Lucas mencium bibirnya dengan pelan dan hati-hati. lalu Elena menghentikannya.
"bukankah kamu bilang kamu harus pergi?"
"oh sial. benar ? aku harus pergi. aku kembali nanti. jaga dirimu baik-baik."
seperginya Lucas, Elena menyentuh bibirnya. dia merasa nyaman dengan perlakuan Luccas .
__ADS_1
....bersambung