Derita Masa Lalu

Derita Masa Lalu
Derita Masa Lalu


__ADS_3

bab 6


Elena pergi ke tempat dimana ia dulu menghabisi orang-orang yang menyakitinya dan orang terdekatnya.


Dia ingin melupakan masalalu itu. Elena mengumpulkan semua benda yang mudah terbakar.


Kemudian benda-benda itu dijatuhkannya ke bawah kandang piaraannya.


Sebenarnya ia sangat menyayangi piaraan nya itu, terlebih dia sudah merawatnya sejak buaya itu masih kecil. setelah bertahun-tahun menemaninya,kini terpaksa ia harus mati.


"Tobby, maafkan aku. kebersamaan kita cukup sampai disini. kaupun sudah mulai melemah. kekuatanmu pun sudah mulai melemah.mungkin lebih baik kalau kau, pergi ke alam mu."


Elena menyiram bensin ke kandang itu, dan membakarnya.


Bukan hanya kandangnya, ketika sudah hampir sampai dimobil, Elena melempar api ke tanah, dan seketika api merambat ketempat itu.


Kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


Hari-hari yang ia lalui sangat lah berat baginya.


Elena menuju rumah besarnya.


"selamat sore nona Elena ?"


"iya , bibi aku udah makan. nanti makanannya bibi bawa pulang aja ke paviliun ya. daripada tidak kemakan nanti?"


"baik nona?"


iya seperti biasa. Elena menyuruh asisten rumah tangganya untuk membawa pulang makananya.


Dia tinggal terpisah dengan ART nya. dia menyuruh asisten nya untuk tinggal di paviliun, yang semula memang gudang agak besar kosong.


kemudian diubah menjadi tempat tinggal keluarga itu.


keesokan paginya.


.....


"hari ini aku males banget bi mau kuliah. gimana kalau temenin aku shoping bi.


Bibi gak punya baju lain selain itu kan.


nanti juga beli sekalian buat anak-anak bibi. oiya aku sudah menyuruh kak Niel untuk mengatur masuk sekolah anak-anak bibi, kasian kalau terlalu lama tidak sekolah."


"non , kami minta maaf sudah merepotkan non dan keluarga non. non sudah sangat baik mau menerima kami dan memberi kami tempat tinggal.tolong jangan melebihi itu non, kami tidak enak ?"


"bibi ngomong apa sih. aku sudah menganggap bibi seperti keluarga sendiri. jadi jangan pernah merasa tidak enak kepadaku.mengerti. yaudah yuk sekarang kita lebih baik ke mall. Pak chandra tolong antar kami ke mall ya."


Pak Chandra mengiyakan meski tidak enak hati.

__ADS_1


anak-anak pak Candra sangat senang. dia bernama Aisyah dan Zaidan. sementara istri pak Candra adalah Azahra.


mereka keluarga Islam.


ini adalah pertama kali bagiku tinggal bersama dengan orang Islam.


mereka adalah orang-orang yang sangat baik.


dan bibi Zahra sendiri dia wanita yang sangat cantik.


mereka adalah orang-orang yang kuat, penyabar, tak punya dendam.


"anak-anak, sekarang kalian pilih apapun itu mulai dari baju ,mainan, semuanya silakan kalian pilih oke. "


ye ye ye , anak-anak sangat senang mendengarnya.


"bibi lebih baik temani anak-anak, aku mau lihat-lihat bagian sana."


aku melihat pakaian gamis santai untuk pekerja rumah buat Zahra.


"permisi kakak, aku mau cari pakaian gamis santai untuk dirumah, yang mana aja kak pilihannya."


pelayan itupun menunjukan pakaiannya itu, aku mengambil sekitar 10 style.


Aku juga membelikan untuk pak Candra.


aku juga membelikan untuk anak-anak baju khusus untuk bepergian.


Aku berjalan ke tempat anak-anak.


"kalian kok sedikit sekali belanjanya. kalian beli apa ini?" tanyaku lembut ke anak-anak.


"kami hanya membeli alquran saja kak Elen ?"


"looh kok cuma ituu ?"


"Non Elen, udah non. ini sudah cukup?"


"Enggak kayak gitu Bi ? udah ayo ikut aku sekarang."


aku memilihkan mukena baru untuk Aisyah dan bi Zahra. sementara Idan dan Pak Candra aku mencarikan kopiah.


setelah itu aku membawa mereka ke tempat peralatan sekolah.


mereka aku suruh pilih sendiri mulai tas , sepatu, buku.


setelah selesai belanja.


"akhirnya selesai juga. sekarang kita ke resto yuk. capek laper."

__ADS_1


aku menyuruh pak Candra menuju tempat R.A.C Renata, Family.


dan sungguh faantastis memang. restonya sangat ramai.


"puji Tuhan. ramai sekali restonya." ini adalah pertama kalinya mulutku mengucap syukur atas hasil ini.


"apakah ini milik Non Elen." tanya Zahra.


"bukan. ini milik mama dulu. karena lama kosong aku menyuruh seluruh orang tua teman-temanku untuk mengelolanya."


"Subhanallah Non Elen? Anda memang orang baik."


"tidak bi Zahra ? aku tidak sebaik itu." sembari tersenyum ke zahra. "ayok kita masuk?"


kami semua turun dari mobil. dan memilih tempat untuk duduk. penuh semua. lalu aku menyuruh mereka mengikuti untuk masuk ke ruang pribadi.


"dahlah kita disini makannya. udah penuh. Pak Sofian?" aku memesan banyak makanan .


"Elenaa, ini sungguh luar biasa. berkat idemu itu, hari ini banyak sekali pelanggan. bahkan kami memutuskan untuk tidak berangkat kuliah.bahkan hari ini pula kami sudah bolak balik ke pasar membeli bahan-bahan. kami sangat senang sekali Eel?"


ucap Rena kegirangan dan berbicara tanpa henti.


"iya aku juga sangat melihatnya. aku jadi mulai kepikiran ,gimana kalau tanah belakang yang kosong itu kita buat kolam ikan saja. aku akan membicarakan hal ini dengan kakak-kakakku."


....


ke esokannya. setelah pulang kuliah. aku langsung menuju ke perusahaan kak Niel.


"Permisi aku ingin bertemu dengan Pak Daniel."


resepsionis itupun sadar siapa Elena.


"oh iya maaf nona, saat ini Pak Niel sedang rapat. tapi nona bisa tunggu saja diruanganya." ucapnya ramah.


"oke. trimakasih?"


aku menuju ruangan Niel. hari ini aku memakai pakaian terusan sampai lutut. aku membiarkan rambut ku yang lurus panjang terurai.


mungkin penilaian mereka saat ini padaku adalah, sexy. karena tubuhku sendiri ini berisi. tidak kurus, tidak gemuk.


aku duduk di sofa panjang sambil nunggu Niel. tanpa terasa mataku terpejam.


....


Daniel,Damian, Mikail, dan satu temannya lagi, masuk keruangan Niel. mereka terkejut melihat seorang gadis tidur lelap disana. Niel memberi isyarat pada mereka untuk hati-hati takut jika adiknya terbangun. sementara Mian hati-hati meletakan jasnya menutupi paha adiknya. dia tidak terganggu. setelah itu mereka keluar, laki-laki itu menatap gadis itu dengan tatapan yang terpesona.


"Steven ayo "


Steven tersenyum penuh arti ke gadis yang tertidur lelap itu.

__ADS_1


....bersambung


__ADS_2