
Bab 5
Elena memandang penuh bahagia teman-temannya.
Elena sudah memikirkan semua nya, dia akan membantu teman-temannya, karena dia tidak mau hal pahit yang menimpanya itu terjadi pada mereka.
Lalu pandangan Elena tertuju pada Mikail , mereka sama-sama saling pandang. namun Elena segera menepis pandangannya, kemudian dia pergi ke arah Pak Sofian.
"Paman ,aku yakin usaha paman tidak akan mengkhianati hasil. aku yakin paman dan semua yang bergabung disini akan secepatnya dapat merubah kehidupan kalian semua."
"Iya nak Elen, kami sangat berterimakasih sekali padamu, jasamu pada kami ini tidak akan pernah kami lupakan."
"baiklah paman, semuanya. aku ingin pulang. karena aku agak tidak enak badan."
"apa kamu sakit El, kamu baik-baik saja kan ?"
ucap teman-temannya yang khawatir. Elena hanya tersenyum memandang mereka.
"kalian tidak usah khawatir. aku baik-baik saja. hanya butuh istirahat ?" ucap Elena dengan senyum kepada mereka agat tidak mengkhawatirkannya.
Elena memasuki mobilnya dan melaju pelan.
Entah dia mau kemana. Dulu ia , masih ingat, kenangan terakhir sebelum kecelakaan itu.
Papa ,mama, Kak Mian, Kak Niel, dan Alana. kami mengunjungi pantai.
Dan disinilah aku saat ini. sekitar jam 10 malam, aku keluar dari mobil. menghirup udara malam pantai yang sangat sejuk.
"Perlu aku temani Nona ?"
Elena menoleh ke sumber suara.
"maaf itu tidak perlu. karena aku tidak mengenalmu."
laki-laki itu tersenyum.dia memiliki mata hampir sama dengan Mikail. biru safir.
mata yang indah.
Laki-laki itu duduk didekat Elena.
"aku Nickolas. aku biasa kemari untuk menikmati angin malam disini. karena suasana angin malam pantai itu dapat menenangkan pikiran."
"semua orang tentunya memiliki kesamaan yang sama dengan angin pantai malam. "
ucap Elena sembari memejamkan matanya.
kemudian dia beranjak dari duduknya.
"Tunggu kau belum menyebutkan namamu nona?"
"jika takdir mempertemukan kita kembali maka aku akan memberi tahumu."
Elena pergi , sementara laki-laki itu tersenyum ke Elena.
"gadis yang menarik. "
....
__ADS_1
Hari ini dosen telah diganti,karena menurut para dosen , Ramon harus kembali ke perusahaan.
Elena yang mendengarnya pun hanya tersenyum miring.
lalu masuklah seorang laki-laki yang tak kalah tampan masuk, dia berpawakan tinggi bak model papan atas. memiliki kulit yang bersih, hidungnya mancung ,alis tebal, bibirnya agak tebal dan berwarna merah.
membuat semua orang terpana melihatnya.
Bahkan Lolita matanya seperti ingin keluar.
Sementara Elena, dia tidak memperhatikan siapa pengganti dosen itu karena ia tidak peduli.
"selamat pagi semuanya, aku adalah dosen pengganti Pak Ramon, Nickolas Summer."
semua murid wanita langsung bersorak mendengar suaranya, karena yah, dia benar-benar laki-laki idaman para wanita. wajahnya yang blasteran itu membuat para hati wanita meleleh.
tapi tidak dengan Elena, dia ?
Elena tersenyum melihat nya, kenapa selalu ada kebetulan.
"baiklah untuk perkenalan hari ini aku ingin mengentahui nama-nama kalian."
tentu saja dia harus tau, karena gadis itu membuatnya harus melakukan hal ini agar dia tau siapa nama gadis itu.
Ketika nama Elena disebut.
"Elena Juanita Mandalika."
Elena mengangkat tangannya. dan sontak membuat mata Nick puas. dia seolah-olah sudah menemukan apa yang ia cari.
"mmm baiklah cukup sampai sini absennya. kita mulai saja kelasnya."
?" protes lolita.
"lambat laun kita akan saling mengenal."
ucap Nick sambil memandang Elena. Elena hanya tersenyum melihat hal itu.
.....
saat kelas selesai. Elena memilih pulang lebih akhir. karena dia ingin menyendiri dulu. Elena menyuruh teman-temannya pulang duluan.
"Akhirnya aku tau namamu bukan ?" ucap Nick tiba-tiba.
"kenapa Anda sampai mau melakukan hal bodoh seperti itu ?"
"aku ? bodoh ? kamu adalah satu-satunya orang yang mengatai ku bodoh."
"baiklah tuan Nickolas Summer. aku mau pulang sekarang."
"tidak bisakah kita minum kopi atau jus bersama."
mendengar hal itu membuat Elena memiliki ide cemerlang.
"berapa follower sosmed Anda. jika lebih dari 500rb dan itu kebanyakan orang Indonesia aku mau."
Nickolas tertawa mendengarnya.
__ADS_1
"aku memiliki lebih dari 5jt followers. mungkin kamu mau follow, pasti aku follback?"
"tidak. ayo ikut ke resto baru. ingat ,kamu yang harus bayar."
Nick hanya tertawa melihatnya.
sesampainya di resto, teman-teman kuliah Elena terkejut dengan kedatangan dosen baru mereka.
"guys, gimana hari ini, udah banyak pelanggan dateng belum."
"masih sepi El tapi lumayan si El udah ada yang dateng?" ucap Aldi. teman-teman kuliah El setelah pulang langsung bantu-bantu diresto. sementara para orang tua berada dibagian dapur.
semua sudah mempunyai peran masing-masing di sini.
"Pak Nick silakan pesan?"
Nick memesan beberapa makanan dan minumana. setelah hidangan disajikan.
"boleh pinjam ponselnya Pak Nick?"
"oke.silakan saja El?"
Elena memotret Nick, sungguh dia memang tampan.
"sudah. ini, silakan Anda share di instagram atau apapun itu. dan jangan lupa kasih tag resto ini hhhh?"
Nick yang tersadar dengan apa yang Elena lakukan hanya tertawa .
"Ya tuhan, jadi ini maksudnya. baiklah. aku akan mengiklankan tempat ini, bahkan kalau perlu aku akan menyuruh beberapa karyawan ku untuk kemari."
"karyawan? "
"iya karyawan ?"
"maksudnya karyawan siapa?" Nick tersadar maksud Elena.
"tentu saja karyawan kampus?"
Elena seperti tidak percaya dengan apa yang Nick katakan.
setelah mengshare foto disitu banyak sekali yang bertanya-tanya tempat itu.dan Nick mengedit fotonya,agar lebih jelas dimana dia saat ini.
"aku dah kenyang Pak Nick. aku mau pulang."
"serius . kamu mau ninggalin aku disini hmm."
pintu terbuka, disana Mikail Alexander berdiri bersama dengan kakak-kakaknya.
"maaf ,aku ada urusan . aku pergi dulu semuanya. bye ?"
Nick tidak percaya dengan semua ini, baru kali ini ada gadis yang meninggalkannya.
begitu saja.
.....
selama diperjalanan Elena banyak berpikir dengan banyaknya orang asing yang ia temui akhir-akhir ini.
__ADS_1
Dia masih tetap harus waspada dengan anak Prakas.
...bersambung