Derita Masa Lalu

Derita Masa Lalu
Derita Masa Lalu


__ADS_3

bab 3


Elena membawa rena ke spesialis mata ,disana dia konsultasi dengan dokter .


"El kita pulang yuuk. pasti mahal El biayanya. aku gak punya uang." ucap Rena dengan khawatir tak sanggup bayar.


"aku yang membawa mu kesini kenapa kamu yang sewot. udah yuk masuk."


setelah dokter memeriksa mata Rena , dokter bilang bahwa minus nya bisa diobati. tanpa memakai kacamata ,untuk kesehariaannya bisa memakai softlens khusus mata minus.


setelah memberikan softlens ke Rena dan menebus obat. Elena mengajak Rena membeli beberapa pakaian. karena dia selalu memakai itu- itu saja.


"El ini udah banyak banget ,kamu beliin aku begitu banyak pakaian luar dan dalam. uangmu nanti habis?"


Elena hanya bisa tersenyum mendengar kata uangnya habis.


"ayo sekarang kita pulang. aku udah pesen makanan ke rumahmu.mungkin waktunya pas banget kita sampe rumah."


"oke El?"


....


sesampainya disana benar saja kurir baru saja sampai.


kami makan bersama ditempat Rena.


piring yang ia kenakan adalah menurutku yang paling layak ia pakai, sementara Rena dan ayahnya memakai piring plastik.


tapi Elena tidak memandang rendah mereka.


Elena ikut memakai piring plastik seperti mereka.


"memangnya kenapa kalau aku memakai nya, aku justru lebih takut lagi jika pakai piring itu nanti akan pecah?"


ucapan Elena membuat Rena dan ayahnya sangat terharu. baru kali ini mereka seperti diperhatikan .


" SOFIAN ! KELUAR KAMU ! MANA JANJI KAMU KATANYA MAU BAYAR UANG SEWA KONTRAKAN"


kami keluar untuk melihat siapa yang didepan.


Ayah Rena keluar membuka pintu.


"maaf nyonya Tantri ? saya belum ada uang."


"APA KAMU BILANG ! KELUAR KAMU SEKARANG JUGA !"


"beri kami waktu untuk membereskan barang-barang kami nyonya?" ucap Elena.


"heh ! siapa kamu berani-beraninya ikut campur hah! kalau kalian mau pergi bayar dulu !"


Elena tersenyum sinis.


"Bukankah Anda baru saja mengusir kami. lalu sekarang anda minta uang ke kami. Anda sudah tau jelas kenapa kami belum bayar bukan."

__ADS_1


"hah ! sudah cepat kalian kemasi barang-barang kalian."


"baik tunggu sampai kami selesai beres-beres."


aku menutup pintu. aku mendengar wanita itu mengomel mengatai ku anak sialan. brengsek.


"Paman , Rena kalian tidak usah pikirkan dimana kalian tinggal. sekarang ayo lanjutkan makannya. serahkan saja padaku. aku sudah menyewa mobil untuk mengangkut barang-barang kalian."


seketika Rena menangis berpelukan dengan ayahnya.


"aku sudah merepotkan mu banyak sekali El?"


"kamu adalah temanku. aku tidak akan membiarkan teman-temanku terluka."


Hampir 2 jam mobil pun datang. setelah mengosongkan rumah itu, pak Sofian memberikan kunci kontrakan pada bu Tantri dan menyerahkan uang sewa yang ia tunggak. yah, Elena lah yang memberikannya.


Elena membawa Rena dan ayahnya ke Resto bekas ibunya. yang memang kosong sejak Ibunya meninggal.


"Paman , aku melihat foto galery paman. Paman sepertinya orang berbakat dalam hal memasak. Dulu mama juga seperti itu, dia sangat suka sekali memasak, hingga akhirnya membuat resto kecil-kecilan ini. Aku harap paman bersemangat kembali untuk merusak kondisi dapur." ucap Elena yang sambil bercanda itu, Sofian sungguh berterimakasih pada Elena.


Bukan hanya meminjamkan resto kecil ibunya, bahkan Elena juga menyiapkan modal untuk Paman Sofian untuk membuka usaha.


"Elena. aku tidak tau harus bilang apa ke kamu. aku sungguh sangat berterima kasih padamu Eel?" ucap Renata sambil menangis memeluk Elena.


"yaudah sekarang kita rapiin dulu barang-barang kamu. besok mulai bikin idenya."


Elena membantu merapikan pakaian , disana sudah ada kamar yang siap ia pakai ,begitupun kamar ayah Rena.


Kakak-kakaknya tidak keberatan dengan apa yang adiknya lakukan itu. Karena bagi kakaknya selama itu hal baik maka mereka oke-oke aja.


setelah selesai.


"Paman Sofian, Rena, aku pulang dulu ya. besok aku kesini jemput kamu kuliah."


"oke Elen ?"


sesampainya dirumah.


Seseorang menanti Elena. Dia sangat tampan, memiliki tubuh atletis sama seperti kakak-kakaknya, dia memiliki mata berwarna biru safir, tatapannya tajam dan sangat dingin.


ibarat seperti Elang yang menemukan mangsanya.


"mmm selamat malam tuan Mikail. kenapa Anda ada diluar."


"Aku kemari ingin menemui mu. ada dokumen milik Damian diruang kerjanya disini."


"ooh iya, mari masuk. tadi kak Mian sudah mengatakan juga kepadaku. bahwa Anda akam datang. mari saya tunjukan."


Mikail berjalan dibelakang Elena. dia mengamati wanita tangguh ini. berbeda sekali dengan saudarinya yang ada di Jerman.


Elena sungguh wanita yang tegas.


tetapi tidak menutupi kharismatik di dirinya.

__ADS_1


Belum lagi saat ini dia sudah beranjak dewasa, pakaian dan style nya sudah berubah.


membuatku terpesona.


"ini ruang kerja kak Mian. silakan Anda cari. maaf saya permisi dulu karena mau mandi. nanti akan ada Art yang kemari membawa minumana."


Mikail hanya tersenyum sebagai jawabannya.


Mikail melihat seisi ruangan itu. banyak sekali potret keluarga mereka.


berbeda denganku, yang sama sekali tak punya.


Mikail mencari dokumen itu, dan ketemu.


"aku akan menunggu Elena sebentar untuk pamit."


seseorang membawakan teh hangat untuk Mikail.


"Apa Elena belum selesai mandi. aku harus pulang tapi tidak enak jika tidak berpamitan dengannya."


"iya Tuan. nona Elena selalu lama jika mandi. "


"baiklah aku akan menunggu."


sementara dikamar mandi.


Elena memandang wajahnya sendiri.


terkadang dia merasa bersalah dengan orang-orang terdahulu yang ia bunuh.


Elena tidak menyadari jika dia terlalu dalam menggores tangan tepat dinadinya.


sementara Mikail yang sudah tidak sabar menunggu menyusul ke kamarnya.


kenapa kamarnya tidak dikunci.


Mikail masuk, dan memanggil Elena.


"Elena, maaf ,aku terpaksa menyusul kemari. aku sudah menemukan dokumen Mian, maka aku harus pulang."


Elena sama sekali tidak merespon.


seketika ada percikan sedikit darah di pintu kamar mandi.


Karena Elena tidak segera menjawab Mikail terpaksa mendobrak kamar mandi.


Mikail shock melihatnya.


dimana saat ini Elena telanjang , dengan bersimpah darah ditubuhnya.


"oh my god ELENAA ?"


....beersambung

__ADS_1


__ADS_2