Derita Masa Lalu

Derita Masa Lalu
Derita Masa Lalu


__ADS_3

bab 11


Damian dan Siska saat ini giliran menjenguk Elena.


"kalian pulang lah, kasian sikembar."


"belum juga setengah jam kami disini El?"


"ya lagian kalian disini malah mesra-mesraan, aku malah kaya obat nyamuk. dah sana pulang."


"Ih Elena nyebelin banget sih ?" ucap siska dengan geliat sama seperti Alana.


"baiklah kami pulang. tapi El ? ada seorang anak kecil kalau tidak salah pasien no 315 , aku tidak ingat no berapa. tapi dia ingin bertemu denganmu."


Elena ingat siapa dia.


"ooh iya baiklah. suruh saja mereka kemari."


Mian dan Siska heran. seolah mengatakan bagaimana bisa dia mengijnkan orang asing masuk sedangkan yang lain tidak.


selang beberapa menit mereka datang.


"permisi" ucap seorang anak perempuan dengan dibantu kursi roda yang didorong ayah nya. disampingnya juga ada wanita menggendong anak kecil.


" iya , ayo masuklah." mereka masuk. dan mendekati Elena, sambil membawa buah-buahan.


"kakak bagaimana kondisi kakak sekarang."


Elena menjawab dengan tersenyum tulus.


"Puji Tuhan kakak sudah semakin baik sayang ?"


"Alhamdullilah kakak cantik sudah membaik. kakak terimaa kasih ya, kakak sudah menolong nyawa Saqilla ." ucap anak yang bernama Saqila.


"sama-sama sayang."


"kami sungguh banyak berutang budi kepada Anda nona?"


"kalian tidak perlu membalas apapaun yang aku lakukan. aku ikhlas melakukannya."


"kami akan membayar apapun itu untuk membalas kebaikan Anda nona. "


"maaf itu tidak perlu kalian lakukan. percayalah aku ikhlas melakukannya ?" kata Elena tulus dan meyakinkan mereka.


"terima kasih banyak nona Elena. kamu sungguh baik pada kami."


"tunggu, saya seperti pernah mendengar nama Anda. apakah Anda ini nyonya rumah tempat kerja Azahra , mamanya Aisyah dan Zaidan."


"iya itu benar. bagaimana kamu tau?" jawab Elena dengan agak heran.


"Subhanallah ? Anda memang malaikat baik berwujud manusia. Zahra tidak habis-habisnya menceritakan Anda, mulai dari awal sampai sekarang."


"Bu Zahra terlalu berlebihan padaku. sudahlah tidak perlu dibahas ?" jawab Elena dengan senyum.


kemudian mereka lanjut ngobrol.


....


8 hari sudah Elena dirawat. dan hari ini sudah boleh pulang.

__ADS_1


Jam 7 malam Elena sampai rumah ,dengan Pak Chandra yang diminta untuk menjemputnya.


saat membuka pintu ,dor dor ,balon meletus membuat Elena kaget.


ternyata semua orang sedang berkumpul sekarang.


"apa yang kalian lakukan. ini bukan ulang tahunku.dan ini, apa ini ? kalian hanya mengotori rumah ku ?"


mereka malah tertawa mendengar Elena mengomel.


Tapi ada satu yang kurang dari semua yang datang.


"Apakah Rena sedang tidak baik-baik saja, aku tidak melihatnya."


"Iya El ? Rena tidak enak badan dari kemarin ?" jawab Beny.


"oh ,baiklah besok aku akan menemui Rena."


Mikail yang mendengar nama Rena disebut hanya bisa membisu, karena dia tau, apa penyebab Rena seperti ini, dialah penyebabnya.


tanpa sadar Mikail menghela nafas membuat Mian bertanya-tanya.


"apa kau sedang ada masalah Kael ?" tanya Mian.


"tidak Mian. aku hanya ingin istirahat. maaf jika tidak bisa lama di acara ini." ucap Mikail.


"baiklah, tidak apa-apa?"


Mikail memutuskan untuk pergi dari acara itu.


dia masih berusaha menghubungi Renata .


.....


Renata masih mengurung diri dikamarnya.


Dia menangisi semua yang terjadi pada hidupnya.


"Kenapa aku bodoh ? seharusnya aku tidak datang ke acara itu. seharusnya aku mendengarkan apa yang Ayah katakan ? ini semua salahku. Aku yang memohon padanya terlebih dahulu seperti pelacur. Aku yang memintanya untuk melayaniku."


Rena terus saja menjambak rambutnya. dia sangat tertekan dan frustasi dengan apa yang menimpanya.


semenjak ia pulang dari pesta itu dia memutuskan untuk mematikan ponselnya.


"mulai saat ini aku harus bangkit. lupakan semua masalah itu. aku harus ikhlas menerima kenyataan itu."


Renata membuka kembali ponselnya setelah seminggu lebih dia matikan.


terlebih dia memilih tinggal ditempat barunya untuk menenangkan diri.


ada banyak sekali panggilan, terutama Mikail. lalu Aldi, Beny, Laila ,Arsita, dan Ayahnya.


banyak sekali pesan masuk hampir ribuan.


tapi dia fokus pada pesan masuk dari Elena.


"apa kamu baik-baik saja Rena. aku mengkhawatirkanmu. Aku akan segera menemui besok.oke?"


itu pesan Elena setelah pesta itu. tapi tidak ada lagi pesan dari nya.

__ADS_1


"Elena, biasanya dia sangat cerewet. tapi tumben sekali dia hanya mengirim pesan sekali ."


lalu Renata mengabaikan semua pesan masuknya dan tidak membacanya. dia membuka status story wa nya.


"sedang apa semua orang dirumah Elena. seperti ada pesta."


Lalu ada panggilan masuk dari Elena.


Renata segera mengangkatnya.


hallo Ren. kamu baik-baik saja kan. aku hendak menemui tapi semua orang besikeras tidak boleh. jadi aku menelphonemu.


"ah iya Elen, aku baik-baik saja. hanya saja aku tidak enak badan. sampai-sampai tidak mengaktifkan ponsel ku."


oh syukurlah , baiklah kalau begitu kamu istirahatlah Ren. setelah keadaan membaik kita ketemu .


"iya Elen, terimakasih kamu selalu mengerti aku."


Elena memutuskan telphonenya. lalu Arsyta menelphonnya. Renata langsung mengangkatnya.


aku gak nyangka kamu setega itu sama malaikat yang sudah menolongmu Ren. apakah kamu masih tidak mengerti bahwa saat ini Elena sedang tidak baik-baik saja.


Renata bingung dengan temannya itu, kenapa tiba-tiba emosi.


"apa maksud kamu Arsy ?"


Elena masih saja memikirkan keadaanmu ,sedangkan keadaan dia saja masih belum pulih. kamu terlalu egois Rena. apa sebenarnya masalahmu sampai mengabaikan kami semua !


tut tut tut panggilan berakhir. Arsy menutup telphonenya.


Rena sangat bingung. dia akhirnya membuka semua pesan dari temannya.


Rena sangat terkejut. dia sangat menyesal. dia tidak tau apa-apa tentang kejadian Elena ditusuk tepat pada saat dia mengirim pesan untuknya.


Renata sangat menyesal dan merasa bersalah.


"maafkan aku Elena ?"


Renata hanya bisa menangis menyesali semuanya, dirinya jauh lebih sakit mendengar sahabatnya itu terluka sedangkan dia begitu egois padanya.


ditempat lain.


Mikail dan Stev sedang berkutip dengan pikiran masing-masing.


hanya satu pertanyaanya .


" Kenapa dia ingin membunuh Elena ?" tanya Kael pada Stev.


"entahlah. tapi aku yakin pasti ada sesuatu yang kita sendiri tidak tau Kael ? Yasudah aku akan kembali ke tempat Elena . Aku tidak mau dia curiga. terlebih lagi jika sampai mereka tau tentang aku dan kamu."


Mikail yang mengerti hanya mengangguk saja.


Lalu dia fokus lagi pada foto-foto yang terpampang disana.


semuanya adalah keluarga Elena ?


siapakah Mikail sebenarnya ?


.....bersambung

__ADS_1


__ADS_2