Derita Masa Lalu

Derita Masa Lalu
Derita Masa lalu


__ADS_3

bab 9


Pagi ini Elena enggan berangkat kuliah.


Terlebih semalam dia terlalu berpikir keras. dia mengecek ponselnya. dan membaca pesan Rena. bahwa dia tidak kuliah karena sakit.


Elena keluar kamar dan mendapati Azahra.


"Bi Zahra kenapa masih dirumah. bukannya bibi harus ke sekolahnya anak-anak ya."


"iya non Elen. biar Bapaknya saja yang kesana."


"aduh gak bisa gitu dong bi. setiap anak yang memasuki sekolah baru pasti butuh kedua orang tuanya nganter kesana. udah sana bibi siap-siap aja."


" baik kalau gitu non Elen. trimakasih atas kebaikan non Elen."


"iya sama-sama bi?"


Azahra kemudian segera ke paviliun dan bersiap-siap.


"loh kok kemari si buu."


"non Elena maksa ibu buat ikut kalian lihat sekolah yang baru ?"


anak-anak langsung senang kegirangan.


....


sementara Elena.


Elena mencoreng satu orang lagi.


saat ini dia ada diruang rahasianya.


Dia mencoreng semua orang disana.


"mereka semua tidak ada satupun yang ada kaitannya dengan Prakas. tapi saat ini ada orang baru yang muncul. Steven Imanuel Alexander. dia bermarga Alexander. bisa saja dia adalah anggota keluarga Mikail Alexander. tapi ? ada hubungan apa antara Mikail dan Steven.


sampai saat ini Elena masih mencari tau siapa anak Prakas yang lain. Karena anak itulah pembunuh ibunya.


"mungkin ini adalah jawabannya. Kenapa aku tidak mencobanya dengan mendekati Stev. dia pasti memiliki banyak koneksi."


Elena kemudian mendial hp nya nya menelphone Stev untuk makan siang bersama.


....


Seperti biasa Elena hanya selalu membawa seseorang untuk bertemu dengannya hanya di resto Rena saja.


"Pak Sofian, kemana Rena, aku tidak melihatnya."


"Rena bilang dia tidak enak badan semalam karena belum pernah ke pesta mewah sebelumnya ." kata Ayah Rena lalu pergi.


"kenapa aneh sekali dengan Rena."

__ADS_1


"kamu sedang bicara dengan siapa El ?" tanya Stev yang tiba-tiba muncul.


"ah tidak ada. ayo kita kesana, aku udah pesen makanan buat kita."


Elena menunjuk meja yang ia pesan.


Hp Elena bunyi karena ada wa, kemudian membacanya .


bagaimana rasanya semalam dasar wanita ******.


kenapa ada pesan menjijikan seperti ini. apa maksudnya ?


tunggu aku mulai ingat semalam ada seseorang yang Nick pukuli ,dia adalah pengantar minuman.


"mmm Stev, bisakah nanti aku mengunjungi hotel baru mu yang semalam. aku ingin melihat-lihat lebih jelas."


"tentu saja El ?"


setelah makan siang selesai kami langsung menuju hotel baru Stev.


"Elena maaf aku harus keruang rapat. ada rapat mendadak. bisakah kamu tunggu diruanganku sebentar."


"a iya Stev. pergilah. aku akan berjalan-jalan saja."


"oke. bye?"


Elena langsung mencari seseorang. dia mencari kemana-mana tapi tidak ketemu. Elena memutuskan untuk duduk ditaman sebentar.


Bapak minta maaf ya nak. nanti janji bapak belikan sepatu baru untukmu.


"Dia orangnya."


kenapa sepertinya dia sangat tertekan. kenapa dia menangis.


"bapak maaf , jika aku boleh tau ada masalah apa pak?"


Seketika bapak itu langsung panik melihat Elena, bapak itu seketika ingat bahwa Dia adalah wanita yang diberi anggur campur obat.


Bapak itu hendak lari, tapi bapak itu tidak menyangka kalau Elena jauh lebih cepat gerakannya, Elena menarik tangan bapak itu dengan kuat.


"ampun mbak ,maafin saya. saya memang bersalah sama mbak. tapi saya ini hanya disuruh . saya terpaksa melakukannya karena saya butuh uang untuk anak saya yang sedang sakit."


"duduklah dulu pak. jelasin pelan-pelan."


bapak itu menceritakan semuanya. Iblis didalam diri Elena mulai bangkit.


"jadi bajingan itu sama sekali tidak memberi bapak bayaran karena aku pulang tanpa menghabiskan malam dengannya. brengsek ! tapi baiklah. lebih baik sekarang kita kerumah sakit tempat anak bapak dirawat."


"bbaik mbak." ucap bapak itu merasa tak percaya dan terharu. sambil mengusap air matanya.


mereka menuju rumah sakit Mandalika Hospital.


secara kebetulan sekali itu adalah rumah sakit yang kelak akan jadi miliknya.

__ADS_1


Elena bahkan memberi hadiah untuk bapak itu berikan kepada anaknya.


"Ayaah" anak itu tertawa girang melihat ayahnya datang dengan membawa boneka yang agak besar favorit anaknya.


Elena hanya melihat interaksi mereka dari luar. ada seorang wanita yang masih muda mungkin seumuran dengan Azahra.


mungkin itu istrinya.ada anak kecil mungkin berusia 2 tahun digendong wanita itu.


"maas kamu kan tau kita tidak punya banyak uang kenapa kamu membelikan dia boneka semahal itu." ucap wanita itu dengan lirih ke suaminya setelah menyuruh suaminya agak menjauh dari anaknya.


Aku mendengarnya dengan jelas.


Dulu pun kami sangat tidak punya saat Papa meninggal.


Mama berjuang sendirian menghidupi kami.


Belum lagi penderitaan mama setelah berpisah dengan Alana dulu.


"Aku ingin melihat senyum diwajah putri kita sayang. Aku ingin dia bersemangat lagi untuk menjalani perawatan ini. " ucap laki-laki itu dengan nada sedih sambil menangis. istrinya pun ikut menangis.


Aku memutuskan menuju ke resepsionis.


"maaf , aku ingin tanya , pasien no 315 kamar himalaya , apa yang terjadi dengannya."


"maaf Anda ini siapa. Rumah sakit memiliki kebijakan sendiri nona."


"Aku saudara nya dari jauh. aku ingin membantunya."


"ooh baiklah. Anak itu mengalami kelainan jantung. Dan karena biaya nya sangat mahal sampai sekarang Pak Arkhan belum memberi kepastian kapan akan membayarnya."


"berapa semuanya."


Resepsionis itu memberikan formulir itu ke Elena. memang sangat mahal bagi mereka. memang ratusan juta untuk keseluruhan perawatannya. Elena mengambil black card nya dan memberikannnya ke resepsionis.


"segera lakukan tindakan nya. tolong kabari saya tentang hasilnya."


"Baik Mrs. Elena J. Mandalika ?" seketika resepsionis itu memandang ke Elena seolah-olah terkejut.


"Trimakasih Mrs. Elena ?" ucap resepsionis dengan agak salting.


Elena pergi keruangan anak itu tapi tiba-tiba seseorang menabraknya .


"aw !" ucap Elena. laki-laki bertopi hitam ,memakai jaket hitam itu lari dengan sangat cepat.


"brengsek. siapa laki-laki kurang ajar itu."


saat Elena berdiri hendak bangkit ,dia merasa nyeri diperutnya.


ternyata oh ternyata , laki-laki tadi telah menusuk perutnya.


beruntung Elena gadis yang kuat dia segera langsung dilarikan IGD .


samar-samar penghilatan Elena ,dia agak mengingat siapa laki-laki yang menikamnya.

__ADS_1


Tato dilehernya sedikit terlihat tapi tidak jelas ? kemudian pandangannya gelap.


bersambung...


__ADS_2