
Bab 7
Mikail datang lebih pagi ke Resto dibanding teman yang lain.
"Rena, aku ingin kopi buatanmu."
"oh iya Tuan Mikail?"
Mikail memperhatikan Renata, dia gadis yang cantik, dia tidak memakai makeup semakin menambah kesan mempesona bagi Mikail.
"ini Tuan Mikail. apa ada yang lain."
"iya aku ingin sarapan yang ringan saja. "
"baik aku akan menyiapkannya?"
setelah menyajikannya ke Mikail.
"ini apa Rena, kenapa kamu memberiku ini."
"ini adalah menu sarapan ringan tuan Mikail. bukankah Anda ini sering sakit perut. itu bisa jadi karena Anda sering telat makan. bubur ini bagus untuk pencernaan. "
Mikail hanya tersenyum mendengarnya.
"baiklah aku akan memakannya. nanti kamu bareng saya saja ke kampusnya."
"a tidak tuan, saya tidak pantas ?" mikail segera menyela.
"jangan menolak. sekarang lebih baik kamu siap-siap ,kita berangkat setelah aku selesai makan."
Pak Sofian memperhatikan Renata melihat Mikail berbicara dengannya.
Pak Sofian mendekati Rena.
"Nak, mungkin ucapan ayah ini akan menyinggungmu. Tapi percayalah, orang seperti kita ini tidak pantas dekat-dekat mereka orang-orang kaya. terlebih lagi, tuan Mikail itu adalah salah satu orang kaya juga di negara kita ini. kita sudah sangat merepotkan Elena , jangan menambah lagi."
"tidak Ayah, Rena tidak akan melebihi batas."
sementara di belakang pintu. Elena mendengar pembicaraan mereka. dia segera pergi darisana menyusul Mikail.
"kok balik El?" tanya Mikail.
"tidak apa-apa. aku mau pergi duluan, nanti Rena bareng kamu ya. tolong jaga dia."
ucap Elena dengan tersenyum.
"ok. hati-hati dijalan."
tak selang lama Elena pergi, Renata datang .
"ayok. aku sudah selesai sarapannya. sekalian aku anter kamu ke kampus."
"mmm Tuan ? lebih baik aku naik angkot saja."
"kenapa?"
Rena seketika ingat kata ayahnya.
__ADS_1
"tidak apa-apa.saya permisi." Renata meninggalkan Mikail dengan kebingungan.
lalu mengejarnya.
"Elena memberitahuku agar kamu pergi bersamaku. apa masalahnya?"
"benarkah itu?"
"ayo masuklah."
Renata mengikuti perintah Mikail . karena dia tidak mungkin bohong jika itu memang keinginan Elena.
suasana dalam mobil hening, tidak ada pembicaraan.
"nanti malam bisakah kamu menemaniku ?"
"kemana Tuan Mikail?"
"tolong panggil aku Mikail saja. atau kau boleh memanggilku dengan kael?"
"mm ya baiklah tuan ah maaf Kael ?" ucap Rena dengan salah tingkah.
"Nanti malam ada undangan pesta perusahaan baru milik sahabatku. Aku ingin kamu menemaniku karena aku tidak punya pasangan."
Rena hanya tersenyum saja mendengarnya. Entah kenapa hatinya agak tidak rela hanya dijadikan sebagai selingan saja.
...
pukul 7 malam, Renata sudah siap dengan dress yang Mikail pilihkan.
Dia agak gugup karena sebelumnya belum pernah datang ke pesta manapun.
"Apa kau jadi pergi dengan dia Ren ?"
" iya Al, aku sangat gugup sekarang, karena ini adalah pertama kalinya aku datang ke pesta ."
"Aku hanya ingin mengingatkan mu Ren. Mereka orang yang akan kamu temui, mereka adalah orang-orang penting yang punya kekuasaan di bidang masing-masing. bagaimana jika ada salah satu dari mereka yang merendahkan derajat orang-orang seperti kita Ren."
"Al, percayalah, aku tidak peduli. aku hanya membantu Mikail saja."
Aldi meninggalkan Renata dengan perasaan kesal cemburu, terlebih setelah melihat Mikail datang . Dia sadar diri dia itu tidak ada apa-apanya dibanding kan dia yang punya banyak uang.
Aldi melengos begitu Mikail melewatinya.
Mikail merasa heran dengan sikap teman Rena. tapi dia tidak peduli .
"Apa kamu sudah siap Ren."
"iya kael ?"
....
sesampainya di hotel mewah tempat yang ia tuju, Rena semakin was-was dan gugup.
"kamu tidak usah gugup. Elena dan kelurga juga diundang . "
seketika Rena merasa lega.
__ADS_1
Mikail menggandeng tangan Rena. Banyak yang memperhatikannya terutama perempuan-perempuan cantik bak model papan atas,Rena merasa minder dengan dirinya sendiri.
" Kael, siapa wanita ini. apa dia alasan mu meninggalkan ku ?" tanya seorang wanita cantik yang tiba-tiba datang.
"Clara, aku meninggalkanmu bukan karena dia, karena ****** seperti mu memang seharusnya ditinggalkan. Setelah mengkhianatiku kamu masih saja tak tau malu mendekatiku."
wajah wanita yang bernama Clara seketika merah padam menahan emosi atas hinaan Mikail.
kemudian dia pergi meninggalkan kami.
kami berjalan dikerumanan orang, Mikail berjabat tangan dengan teman-temannya.
Sementara aku sendiri hanya diam tidak tau harus apa.
Aku mencari sekeliling arah siapa tau ada yang ia kenal, pandangannya teralih ke wanita yang sedang berciuman mesra disana.
Itu Elena kan. dia tidak pernah melihatnya se vulgar ini. dia memakai pakaian yang sangat sexy.
"Ayo sekarang kita temui D kembar."
aku berjalan mengikuti Mikail.
kami sampai di rombongan keluarga Elena.
aku mengucek-ucek mataku ,aku jelas-jelas tadi melihat Elena berciuman mesra dengan pakaian sexy, tapi apa ini.
Elena memakai yang anggun. memakai dress merah dengan sangat cantik.
ini adalah pertama kalinya Aku melihat Elena secantik ini bak bidadari. Kemudian tatapan ku tertuju pada Mikail yang selalu memandang Elena , kenapa rasanya hatiku sakit melihatnya.
Bukankah dia sendiri yang memilihku untuk menemaninya.
Tapi kenapa tatapannya sangat memuja wanita lain.
"Bagaimana situasi penerbangan kemarin Mian."
"Masih belum menemukan titik keterangan. dia sepertinya orang yang sangat ahli , karena penyidikpun sampai kualahan.tapi beruntunglah penumpang tidak panik."
"Ini adalah pertama kali nya juga aku melihat Elena sangat cantik malam ini." ucap Mikail dengan terpesona melihat Elena, sementara Rena hanya diam dengan perasaan sakit.
tetapi Elena hanya diam seribu bahasa, memandang entah kemana .
"Kapan acaranya selesai. Aku tidak suka ditempat keramaian terlalu lama."
ucap Elena dengan tegas . Aku yang melihat Elena malam ini seperti tidak biasanya.
"ayolah sister, kita sudah lama tidak berkumpul seperti ini ?" ucap wanita yang tiba-tiba datang merangkul Elena. aku tidak bisa membedakan wajahnya karena mereka sama, aku sangat terkejut. ternyata dia adalah kembaran Elena. untunglah pakaian mereka beda.
"ooh hay kenalin, aku Alana Soraya Mandalika. kamu siapa?"
"aa aku Renata ."
kenapa aku jadi gugup seperti ini.
"nama yang cantik seperti dirimu yang juga cantik ?" ucap Alana dengan ceria.
mereka terlalu asik ngobrol hingga lupa jika ada 2 wanita yang merasa hidupnya hampa dan merasa sendiri disana.
__ADS_1
....Bersambung