DEVAN

DEVAN
mencoba menghibur


__ADS_3

setelah sampai di pemakaman, Navisa masih saja menangis, dan tanpa sadar devan selalu memeluk nya meski sambil menggendong nara,


setelah beberapa para pelayat pulang ke rumah masing-masing, dan kini hanya tinggal Rio, Rifki, anisa, dan shaila, anisa dan shaila pun ikut menenangkan navisa


"kita pulang yu nav, kasian nara dia kan belum sembuh total"ajak devan


"kamu pulang saja dulu, aku masih ingin di sini"ucap navisa


"kamu ga kasian sama nara? jika kamu seperti ini terus, bagaimana dengan masa depan nya, dia juga membutuhkan kamu nav, mungkin jika dia sudah mengerti apa yang terjadi di hadapan kita, bisa saja mental nya jauh lebih hancur"ucap devan panjang lebar


"iya bener apa kata devan nav, ingat kamu masih punya nara, dia masih membutuhkan kasih sayang mu"timpa Rio


mau tidak mau navisa pun berusaha bangkit dari duduknya nya, tak lupa devan membantu nya untuk berdiri


akhirnya mereka pun pulang ke kediaman devan, karna tidak mungkin devan meninggalkan anisa, dan juga shaila, dan dia juga tidak bisa meninggalkan navisa bersama nara , mau tidak mau navisa mengikuti devan


20 menit berlalu mereka sampai di kediaman devan, devan pun turun terlebih dahulu karna dia ingin menidurkan nara, mungkin karna badan nya tidak enak dan cape jadi dia tertidur dalam pangkuan devan


setelah menidurkan nara di kamar, devan menghampiri navisa dan yang lainnya di ruang keluarga, di sana navisa masih saja menangis,


"dev, gue izin keluar dulu ya, mau jemput sindi, katanya udah mau sampai"ucap Rio

__ADS_1


"ya udah lu ati ati, jangan naik mobil sendiri, minta pak agus buat nganterin lu"ucap devan


"ya udah gue pamit duluan ya"ucap devan


devan hanya menjawab dengan Angguk an kepala kini tinggal Rifki, devan,Anisa, dan juga shaila, semua diam membisu, sibuk dengan fikiran masing masing, devan baru terfikir jika navisa belum makan dari tadi pagi, lalu dia pergi ke dapur untuk mengambil makanan


"nih nav, kamu makan dulu"ucap devan


anisa, shaila pun kompak melirik tajam ke arah devan, devan yang di lihat seperti itu jadi salting


"ada apa? "tanya devan


"ga papa kak" jawab anisa dan shaila kompak


"belum kak, kita nungguin kaka"jawab anisa


"ya udah yuk makan bareng kaka, lagian badan kamu kan lagi kurang Vit"ucap devan


"shaila ga laper kak"ucap shaila


"tapi kamu harus makan dek" ucap devan

__ADS_1


"kamu mau apa? biar kaka beliin"ucap devan


"shaila mau makan tapi kaka suapin ya"ucap shaila


"iya, mau kaka gendong apa jalan sendiri? "tanya devan


"emang kaka kuat gendong shaila? "tanya shaila meremehkan


"jangan kan gendong kamu, berdua sama anisa juga kaka kuat" jawab devan yakin


"bener nih ya" ucap shaila


"iya shaila yang paling manis" ucap devan


"yuk kak, tuh kak devan mau gendong kita"ucap shaila antusias


"yakin kak, kuat?"tanya anisa


"iya adek kaka yang cantik"ucap devan


akhirnya devan menggendong anisa dan juga shaila

__ADS_1


anisa di belakang, shaila di depan, dan navisa melihat kelakuan adik kaka itu dia ikut tersenyum dengan kelakuan sang adik kaka itu


__ADS_2