
Devan yang mendengar ucapan sang Ibu pun merasa kecewa, marah Dan Benci, mereka di Sana hanya sekitar 15 menit setelah itu Deva mengantarkan Dewi ke rumah kontrakan
" Mbak aku pamit pulang dulu ya" ucap Devan
" nggak mau di sini dulu Dev?" tanya Dewi
" kapan-kapan aku main ke sini lagi Mbak, aku ada urusan" ucap Devan
" Ya udah kamu hati-hati ya Dev, dan kamu juga nggak usah mikirin ucapan mama" pinta Dewi
" kalau gitu aku pulang dulu ya mbak, dan ini kartu nama aku nanti kalau mbak menghubungi aku telpon aja di kartu itu" ucap dengan sambil menyodorkan kartun namanya
" oke nanti mbak kabarin" ucap Dewi sambil menerima kartu tersebut
setelah berpamitan kepada Dewi dan berbasa-basi, Devan pun pergi ke dalam mobil dan menuju ke rumah, di dalam perjalanan Devan tak berhenti-hentinya memukul setir mobil, bisa dibilang Devan marah sangat marah kepada sang ibu yang telah melahirkannya bisa-bisanya dia bersikap dan berbicara seperti itu tanpa memperdulikan perasaan sang anak
__ADS_1
padahal belum tentu juga Devan mau meminta harta darinya, disaat Devan lagi emosi seperti itu, tanpa dia sadari bahwa air matanya mengalir
" ahkk brengse*" grutu Devan
steven mengendarai mobilnya di atas rata-rata karena emosinya benar-benar lagi di ubun-ubun, setengah jam kemudian akhirnya dia sampai di kediamannya sendiri
setelah devan memarkirkan mobilnya devan langsung masuk begitu saja tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu, seketika devan berubah jadi orang dingin,
anisa, shaila dan yang lainnya pun heran melihat devan tanpa menunggu mereka, dan arah yang melihat kedatangan devan langsung memanggilnya
"papah" panggil nara
" iya sayang papa kenapa" tanya devon lembut dia telah mengubah ekspresi wajahnya di hadapan ara karena devan tidak mau nara melihat dirinya marah
" papah kenapa nggak ngucapin salam" tanya Nara
__ADS_1
" Iya maafin Papa ya Papa lupa lain kali papa bakal ingat lagi" ucap Devan
" Abang Papa minta maaf ya Papa Kayaknya hari ini nggak jadi nemenin kamu ke mall" ucap Devan kepada Rizky
" Yah padahal Abang pengen ke mall bareng papa" ucap rizky kecewa
" Lain kali aja ya bang Papa capek Papa mau istirahat dulu" ucap Devan lalu meninggalkan semua orang yang menatapnya heran sekaligus terkejut, terutama Rio dan Rifki, pasalnya mereka sudah bertahun-tahun tidak melihat ekspresi nya Devan seperti itu, mereka berdua pun Saling pandang
begitu juga Anisa dan juga Sheila mereka merasa heran mengapa sang kakak bersikap dingin, tidak sehangat biasanya
dan nara? dia yang melihat sang papa tidak memeluk ataupun menciumnya pun merasa kecewa dengan sikap sang papa kenapa dia bisa berubah
Setibanya di kamar Devan langsung Mengunci pintu dan mengurung diri di dalam kamar, sementara di ruang keluarga mereka mempertanyakan Mengapa sikap devan berubah 180 derajat
" itu Kak Devan kenapa ya Kak?" tanya Sheila kepada Anisa
__ADS_1
" Kakak juga nggak tahu dek Nggak biasanya Kak Devan bersikap seperti tadi" ucap Anisa yang memang tidak mengerti mengapa sang kakak berubah dalam sekejap
lalu pandangan Sheila pun beralih kepada Rio dan juga Rifki seolah dia menanyakan hal yang sama, dan tetap Rio dan juga Rifki tidak mengerti mengapa Devan bisa bersikap dingin seperti itu