DEVAN

DEVAN
sahabat


__ADS_3

setelah dari toilet devan pun pergi di mana, dia meninggalkan sang adik


"kalian sudah pesan makan? "tanya devan


"sudah kak, tapi di kita makan di rumah aja ya kak"jawab anisa


"loh kenapa de? "tanya devan heran


"shaila pengen makan di rumah kak, dari pada kita paksa nanti dia sedih lagi" jawab anisa


"ya udah kalo gitu, kaka ngikut kalian aja" ucap devan


setelah dari restoran seafood, mereka bertiga pulang ke rumah, lalu memakan makanan yang telah mereka beli, setelah selesai makan mereka bersiap siap karna sehabis sholat isya, acara tahlilan nya, akan di mulai


setelah acara selesai, teman, sekaligus karyawan devan pamit pulang, kini hanya tinggal Devan, Rafiq, Rifki, dan juga Rio mereka adalah sahabat dari devan pertama kali merantau ke Jakarta,


dan mereka juga bekerja dengan devan, rafiq mengurus, kafe yang di jakarta, Rifki mengurus yang di bali, dan Rio mengurus yang di bandung, sedangkan devan hanya bekerja di belakang saja, karna dia tidak mau identitasnya di ketahui banyak orang, apalagi dari empat sekawan itu hanya devan saja yang belum menikah


Rifki menikah dengan orang bali, Rio menikah dengan orang bandung, begitu pula Rafiq, dia menikah dengan sahabat istri Rio, dan sekarang menetap di jakarta

__ADS_1


"makasih ya kalian udah sempet sampetin dateng" ucap devan saat menemui mereka bertiga


"lu ngomong apa si dev, kita pasti datang, om tata juga udah gue anggep kaya bapa sendiri, lagian lu bos kita, masa orang tua bos meninggal kita ga datang" ucap Rifki


"tau nih, kaya sama siapa aja, meskipun jika lu bukan bos kita, kita tetap bakalan datang kita kan sahabat, udah kaya saudara sendiri"ucap Rio


"iya, oh ya fiq gimana keadaan Kayla?" tanya devan


"masih trauma kaya nya dev" jawab rafiq


"Kayla siapa dev?" tanya Rifki


"salah satu karyawan kita, kemarin dia mendapatkan pelecehan dari Krisna manager yang di jakarta utara" jawab devan


"astaga lu serius Dev? "tanya Rio tidak percaya,


"emang kaban si gue pernah boong sama kalian, pokoknya kalian harus bisa lebih waspada lagi, " jawab Devan


"iya Dev, lu tenang aja, gue bakalan pastiin hal ini ga bakal terjadi lagi"ucap Rafiq

__ADS_1


"gimana kafe yang di bali?"tanya Devan


"alhamdulillah lancar aja Dev" jawab Rifki


"bandung juga aman" ujar Rio


"syukur kalo gitu" ucap Devan


"oh ya kok gue ga liat ponakan gue?" tanya Devan kepada Rio, Rifki dan juga rafiq


" nara lagi sakit, jadi gue ga ajak dia" jawab rafiq


"emang nara kenapa fiq?" tanya Rio dan juga Rifki bebarengan


"dari kemarin badan nya panas, terus nangis terus, sampe gue ga tega liat nya, ini sebentar lagi gue juga mau pamit pulang, kasian navisa di rumah, ngurus nara sendirian" jawab rafiq


"ya udah lu balik aja, kasian anak istri lu, butuh lu"ucap Devan


"benar pulang gih" usir Rio

__ADS_1


"lu ngusir gue!?"tanya rafiq, ketus


" gue nggak ngusir lu, tapi emang Lu nggak kasihan sama anaknya istri lu" jawab Rio


__ADS_2