DEVAN

DEVAN
gendong bertiga


__ADS_3

Devan pun pergi ke taman hanya berjalan kaki tujuannya agar Nara bisa ikut jalan karena usia Nara baru menginjak 2 tahun harus dilatih agar caranya bisa stabil,


mereka menghabiskan waktu setengah jam di taman dan setelah puas bermain di taman Devan pun pulang menuju rumah, karena Nara juga sudah lebih ceria lagi meskipun masih sedikit pucat, dan devanta lupa membeli bubur


" kita pulang dulu ya sayang bunda pasti sudah nungguin kamu" ucap Devan kepada sang Putri


" Iya Pah Nala juga Lapel" ucap Nara sambil memegang perutnya Devan pun terkekeh melihat kelakuan Nara


" Assalamualaikum" ucap Devan dan Nara bebarengan


" Waalaikumsalam" ucapin mereka yang mendengar, Nafisa yang melihat Sang Putri pulang pun langsung berdiri dan menghampiri Sang Putri untuk berniat mengambil Nara dari gendongan Devan


Nara yang melihat sang Bunda ingin menggendongnya pun dia menolak,


" Nala nggak mau bun nanti Bun nangis lagi" ucap Nara, mereka yang mendengar ucapan Nara langsung terdiam termasuk Devan, bukannya papa Devan tidak menyangka bahwa Nara akan berbicara seperti itu akan tetapi secepat mungkin dapat mengubah ekspresinya karena tidak mau menyakiti Nara


" Nala mau sama Papa aja Papa nggak nangis bun nangis Nala kan belat jadi bun nangis" ucap Nara


" Kata siapa Nara berat?" tanya Devan


" kata Nala pa soalnya dali tadi Bun nangis telus, gendong Nala juga nangis" ucap Nara


Lagi Dan Lagi Nara bikin mulut orang dewasa berdiam mendengar kata-katanya, terutama Devan dan Nafisa mereka benar-benar tidak menyangka bahwa Nara bisa kepikiran soal hal itu


" Nara Udah laper kan Kita makan yuk" ucap Devan mencoba mengalihkan pembicaraan


" yuk Pah Nala juga udah lapel" ucap Nara menyetujui ajakan sang papa

__ADS_1


belum sempat Devan dan Nara pergi ke dapur tiba-tiba bel berbunyi, yang datang adalah Rio dan istrinya


" Assalamualaikum" ucap Rio dan istrinya bebarengan tidak lupa juga sang anak mengikuti ucapan Ayah Bunda mereka


" Waalaikumsalam" Ucap orang yang mendengar salam Rio


Rizki yang mendengar suara sang Papa pun langsung berlari memeluk Devan, karena bisa dibilang Devan cukup dekat dengan anak-anak Rio maupun anak Rifki dan juga anak Rafiq


" Wah ternyata ada ponakan papa" ucap Devan sambil memeluk Rizki


" Papa Rizky kangen sama papa, Kenapa Papa nggak pernah nengokin Rizki lagi di Bandung" ucap bocah 5 tahun itu


" maafin Papa ya Papa lagi sibuk soalnya di sini" ucap Devan


" Ya nggak papa kata Bunda Papa juga sibuk Kata Ayah juga sama" ucap Rizky


" ponakan papah yang saat ini cemburuan banget sih" ucap Devan sambil terkekeh


" Papa Nala lapel" ucap Nara


" maafin Papa ya sayang papa lupa tadi abang Rizki datang jadi papa lupa" ucap Devan merasa bersalah


" abang udah makan belum" tanya Devan kepada Rizki


" udah pah tadi sama Bunda sama Ayah juga" ucap Rizky


" Ya udah papa sama Nara mau ke dapur dulu ya" ucap Devan

__ADS_1


" mentang-mentang udah ada keponakannya adiknya dilupain" keluh shaila


" ini juga adik kesayangan Kakak kenapa jadi cemburuan gini sih" ucap Devan sambil terkekeh


semua orang pun tertawa melihat drama di depan mata mereka termasuk Nafisa juga tertawa melihat kelakuan adik kakak itu


" Kak shaila ikut ke dapur tapi digendong ya" pinta Sheila


" nggak boleh, kan kakak Sa udah gede, yang harusnya digendong tuh iki Kak" ucap Rizky


" kakak kan lagi sakit kakak juga pengen digendong sama papa kamu" ucap Sheila menggoda Rizki


" no no kalau iki bilang gak boleh ya nggak boleh Kak Ya kan Pah" ucap Rizki mencari pembelaan kepada sang papa


bukannya Devan membela Rizki malah dia membela Sheila dan itu membuat Rizki cemberut


" Nggak papa Bang kakak saya juga lagi sakit" ucap Devan


" tapi Abang juga pengen digendong Pah" ucap Rizky


" enggak boleh nala juga pengen digendong sama papa" ucap Nara


" Ya udah sini Kalian bertiga Papa gendong" ucap Devan


mau tidak mau Devan pun menggendong 3 orang sekaligus shaila di belakang nara di tangan kiri dan Rizki di tangan kanan


semua orang pun yang melihat hanya bisa terkekeh melihat kelakuan Rizki dan juga Sheila

__ADS_1


__ADS_2