
" Dev lu mau ke mana" tanya Rio
" biasa mau lanjut jualan sekalian melatih ilmu yang udah gue pelajarin" ucap Devan
" Oh ya dev gimana kalau kita coba uji kemampuan lu, lu kan udah belajar ilmu ini bertahun-tahun" ucap Rifki
" gue setuju sama ucapan Rifki, kita curi aja Uang para koruptor di negara ini, sekaligus kita bisnis, gue rasanya udah bosen hidup miskin" ucap Rafiq menimpali
" bisnis apa yang lu mau" tanya Devan
" dunia bawah tanah kebetulan kemarin ada yang nanyain senjata ke gue dia lagi nyari senjata GSH-18 dan AK-47, kebetulan dia pesan bukan satu atau dua buah tapi dia pesan masing-masing 25 buah senjata" ucap rafiq
" Terus masalahnya di mana" tanya Devan heran
" kebetulan Gue nggak punya modal segitu lu kan bisa merentas kita curi aja Uang para koruptor di negara ini," ucap rafiq
__ADS_1
" boleh juga idenya dev" ucap Rio
" gue setuju si dev hitung-hitung merubah nasib" ucap Rifki
" Oke kalau gitu kita sepakat, sekarang kita begitu gas Rio lu tolong rentas data data para koruptor, rafik Tolong cari pembisnis gelap di Rusia, dan Lu ki urus tempat buat markas kita, kalau udah dapat tempatnya biar gue yang urus sisanya" cap Devan
Mereka pun mengangguk paham, dan sejak hari itu Mereka berempat sibuk dengan urusan masing-masing dan tugas masing-masing, seminggu kemudian akhirnya Rifki sudah mendapatkan tempat untuk markas mereka dan Rio juga sudah mengumpulkan data-data para koruptor, begitu pula dengan Rafiq dia sudah mendapat partner di Rusia yang mau diajak bekerja sama
dan Devan membangun markas di bawah tanah di atasnya Dia membangun sebuah kafe dan sekarang masih dalam proses pembangunan untuk sementara mereka berkumpul di rumah minimalis milik Devan( markas sementara)
setelah dirasa dana cukup rapi memesan senjata yang telah temannya pesankan kepada dirinya, dan bisnis mereka berlanjut hingga saat ini
sebulan kemudian Devan berhasil mencapai target pembangunan markas berkedok Cafe pun sudah jadi mereka berempat bermain perannya masing-masing dan dengan sangat rapih
" Dev ini Menteri Keuangan baru saja menikahkan anak perempuannya dengan salah satu pengusaha di Jerman Bagaimana kalau kita bermain sedikit dengan mereka" ucap Rio
__ADS_1
" boleh juga ide lo ri" ucap Devan lalu mengambil laptop tak selang berapa lama rafiq menelepon
" halo Fik ada apa" tanya Devan to the point
" pukul 03.00 dini hari nanti ada barang dari Singapura sampai lu mau cek sendiri atau bagaimana" katanya Rafiq
" Nanti gue usahain ke sana, Gue mau ngerjain Menteri Keuangan dulu, Lu harus hati-hati biasanya jam segitu polisi pada patroli minta tetap Waspada dan jangan sampai lengah, kalau ketahuan lu kabur aja nyawa kalian lebih penting daripada barang-barang itu" ucap Devan memberi nasehat
" Oke siap" ucap Rafiq
Setelah panggilan terputus Rio datang sambil membawa bir
" gimana Dev tumben itu jalannya lelet banget Emang lu ngambil berapa" tanya Rio heran karena tak biasanya itu lelah berjalan dengan sangat pelan
" hanya 7 m saja" ucap Devani sambil mengambil gelas yang dibawa rio rio yang mendengar ucapan Devan menatap Devan cengo seakan tidak percaya
__ADS_1