DEVAN

DEVAN
bawel


__ADS_3

mereka berempat pun ikut tersenyum melihat senyuman navisa, Devan, Anisa, Shaila, dan Rifki pun melanjutkan jalannya menuju ruang makan, setelah mereka berempat duduk tak selang Berapa lama Navisa pun ikut menyusul mereka,


" Eh ada Kak Navisa sini kak gabung sama kita" ucap Anisa sambil mengambilkan kursi


" Terima kasih Dek" ucap Navisa


" makan yang banyak Kak kita juga masih berduka kok Kak bukan kakak aja yang merasa kehilangan, Jadi kakak harus semangat demi Nara" ucap Anisa saat melihat Navisa hanya diam di tempat,


" udah Dek ngobrolnya Nanti aja nggak baik ngobrol di depan rezeki" ucap Devan


di saat mereka lagi menikmati makanannya tiba-tiba Nara menangis, Nafisa yang mendengar Sang Putri menangis pun berdiri dan berniat mengambil putrinya akan tetapi hal itu dicegah oleh Devan


" Udah biar saya saja yang mengambil Nara Kamu lanjut makan aja lagian Nara tidur di kamar saya" ucap Devan


Nafisa pun hanya bisa pasrah Karena bagaimanapun itu kamar pribadi Devan dan mereka pun melanjutkan makannya,

__ADS_1


10 menit berlalu akhirnya yang ditunggu-tunggu pun datang yakni Devan dan Nara saat Nafisa ingin menggendong Nara bocah itu malah menangis karena tidak ingin lepas dari pelukan Devan, mungkin karena dia merindukan sang ayah karena dari semalam belum ketemu Eh taunya udah meninggal


" sudah tidak usah dipaksa biar Nara bersama saya saja tidak apa-apa Lagian kondisi kamu juga belum vit" ucap Devan


Devan pun mengambil air minum untuk marak agar Nara sedikit tenang, dan ternyata usahanya tidak sia-sia


" Oh ya nav biasanya Nara kalau bangun tidur langsung makan atau bagaimana" tanya Devan


" Biasanya kalau baru bangun sih dikasih makan bubur" ucap Navisa


" tapi kan Mas belum selesai makannya" ucap Navisa Tidak enak hati


" sudah tidak apa Lagian kasihan Nara pasti dia juga pengen keluar walaupun hanya sebentar, Saya juga tidak tega meninggalkan Nara di rumah" ucap Devan


" Maaf kalau saya lancang" tambahnya

__ADS_1


" iya iya Mas tidak apa Justru saya yang harusnya minta maaf karena sudah merepotkan," ucap Nafisa Tidak enak hati


" Ya sudah kalau gitu saya pamit dulu, kalian berdua makan yang bener ya, Kakak nggak mau kalian sakit, dan kamu Sheila kalau ada apa-apa hubungan Kakak, dan kalau keadaan kamu belum membaik kita ke rumah sakit" ucap Devan memperingati sang adik


" ya Kak nanti Sheila lapor sama kakak" ucap Sheila pasrah karena kalau sang kakak sudah dalam mode khawatir tidak ada yang bisa membantahnya termasuk dirinya sendiri


" Rif Gue titip Anisa dan Sheila ya, nav kalau kamu mau istirahat di kamar aja, Anisa nanti kamu tolong anterin Kak Nafisa ke kamarnya" ucap Devan


" is kakak nih udah kayak mau ditinggal di surga aja banyak omongnya" ucap Anisa kesel karena tidak biasanya Devan banyak ngomong


" iya iya maaf ya udah Kakak pergi dulu, Salim dulu nak sama Bunda" ucapkan kepada Nara


Nara pun mengikuti saran sang papa( memang Devan ingin dipanggil papa oleh anak Rafiq Rifki maupun Rio karena dia tidak Mau dipanggil om terlalu tua katanya)


setelah Nara berpamitan kepada Nafisa Devan pun keluar dan berjalan menuju taman

__ADS_1


__ADS_2