
Rafiq yang melihat Devan pun menunduk sopan, dan teman-teman Devan pun kaget melihat tindakan Rafiq, karena setahun mereka Rafiq adalah pemilik Cafe tersebut
" gue nggak mau tahu pokoknya lu urus nih masalah sampai kelar" ucap Devan kepada Rafiq
" Oke lo tenang aja" ucap Rafiq ( mereka udah terbiasa Panggil lo gue ya)
" Fikri, Imam dan yang lainnya Tolong tutup Cafe sekarang" perintah Rafiq kepada Fikri dan yang lainnya
" siap pak" jawab mereka serempak
flashback on
" van aku ke ruangan Pak Krisna dulu ya" pamit Kayla kepada Devan
" ngapain kay?" tanya Devan
" nggak tahu nih tiba-tiba disuruh ke sana" jawab Kayla
" Ya udah sana takutnya ditungguin sama Pak Krisna" usir Devan
Devan pun melanjutkan pekerjaannya, dan Kayla berjalan ke ruangan Pak Krisna, 25 menit berlalu tapi Devan tidak melihat Krisna ataupun Kayla, alhasil dia curiga
tanpa berpikir dua kali Devan langsung mengambil handphone dan membuka rekaman CCTV( CCTV tersembunyi di setiap ruangan dan hanya Devan dan Rafiq yang tahu akan CCTV itu)
pas Rafiq buka rekaman tersebut Betapa terkejutnya dia melihat Kayla dan Krisna hampir berhubungan badan, Kayla sudah telanjang begitupun Krisna, tanpa berpikir dua kali Devan langsung mengajak teman-temannya mendobrak pintu ruangan Pak Krisna
flashback off
__ADS_1
setelah kafe tutup Krisna Kayla dan Rafiq pun pergi ke kantor polisi, Devan tidak ikut dia langsung pulang ke rumah...
20 menit berlalu devan sekarang sudah berada dirumah, akan tetapi tumben rumah sepi, dan pak edi juga ga ada, alhasil daripada dia bertanya tanya, devan memutuskan untuk menelfon anisa
" assalamu'alaikum kak" ucap anisa
"waalaikumsalam dek, kamu di mana, kok rumah sepi?" tanya devan
"pa-pah kak" ucap anisa
"papah kenapa dek, kamu di mana sekarang hm?" tanya devan
"di rumah sakit internasional kak" jawab anisa sambil menangis sesenggukan
"oke kaka ke sana sekarang" ucap devan, lalu panggilan pun terputus
kurang lebih 15 menit devan akhirnya sampai, dia pun langsung ke tempat dimana sang adik berada
"kalian ga papa" tanya devan
"kak" panggil mereka kompak, dan langsung berhamburan di pelukan devan
"tenang ya, papa pasti bakalan baik baik aja okay" ucap devan
"ta-tapi papa kak--"
"sttt' papa bakalan baik baik aja de, sekarang kita duduk dulu" ajak devan
__ADS_1
masih dalam pelukan devan, tanpa devan sadari ternyata, anisa dan shaila tertidur, dalam pelukan nya, mungkin terlalu nyaman, dan terlalu capek,
2 jam kemudian, devan di bangunkan oleh dokter, devan pun membangunkan para adik adik nya,
"maaf Pak, saya menggangu istirahat anda, saya hanya ingin memberitahukan ke adaan pak usupata" ucap sang dokter
"jadi gimana dok ke adaan papa saya? "tanya devan
"maaf Pak, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, akan tetapi nyawa ayah anda sudah tidak bisa kami selamat kan, karna kangker yang di derita ayah anda, sudah menyebar" ucap sang dokter
devan yang mendengar kabar tersebut langsung terjatuh, seolah kaki nya tak mampu menopang badan nya, begitu pula anisa dan shaila, mereka langsung menangis histeris mendengar kabar dari dokter,
devan yang mendengar tangisan sang adik berusaha bangkit dan menenangkan sang adik
"kak papa kak" ucap anisa dan shaila bebarengan dan air mata yang sudah bercurahan
"iya de, kalian harus kuat ya, kalian masih punya kaka" ucap devan menguatkan
usupata meninggal, hari minggu pukul 00:04, dan itu tidak memungkinkan untuk di makamkan pada jam itu,
"kita pulang dulu ya, kalian harus istirahat, besok kita kesini buat urus jenazah papa" ajak devan
"anisa masih pengen di sini kak, anisa juga pengen pulang bareng papa" ucap anisa
"iya kak shaila juga, kita kan berangkat bareng papa, pulang juga harus bareng papa, meski hanya dengan jenazah papa"ucap shaila
devan hanya bisa menuruti permintaan sang adik, dan menenangkan nya
__ADS_1