
setelah Devan pergi ke ke dapur nafisa dan juga melisa mengobrol di ruang keluarga sedangkan Rio dan rizky mengobrol di ruang tengah
" udah nav jangan di tangisan terus, aku tahu kamu pasti kuat menghadapi cobaan ini" ucap melisa
" aku benar-benar masih belum nyangka mel, Bang Rafiq secepat itu ninggalin aku dan juga Nara" ucap Navisa
" namanya juga takdir Nav, jangan terlalu larut dalam kesedihan, kasihan Nara tadi kamu lihat sendiri kan nara nggak mau lepas dari Devan karena dia melihat kamu terus-terusan menangis, Aku tahu ini berat buat kamu tapi kamu juga harus pikirin masa depan marah Naf" ucap Melisa
" Iya Seharusnya aku nggak egois sama Nara, dari tadi pagi dia nggak mau aku gendong, maunya sama Devan terus" ucap Nafisa
" Tuh kan feeling seorang anak tuh nggak pernah salah, Mungkin dia merasa kalau dia deket sama kamu Kamu jadi keinget sama Rafiq," ucap Melisa
" Iya Mel Thanks udah ingetin aku" ucap Nafisa
mereka berdua pun ngobrol hingga Rizki Nara Devan dan juga Sheila menghampiri mereka berdua sedangkan Anisa lagi di kamar mandi
" anak bunda habis ngapain" tanya Melisa kepada Rizki
" Abang habis makan sama papa Bun" ucap Rizky
" Adek udah makan belum" tanya Melisa kepada Nara
" udah Mama" jawab Nara
" nara sama Bunda dulu ya Papa mau ketemu orang" ucap Devan kepada Nara
" Nala nggak boleh ikut pah?" tanya Nara
" sayang apa ketemu sama orangnya cuma sebentar kok, Nara temenin Bunda dulu ya biar Bunda nggak sedih lagi, nanti kalau urusan Papa udah selesai Papa langsung pulang" ucap Devan
" nala nggak mau ditinggal sama papa, Nala takut nanti papa sama kayak ayah, semalam ayah ngomongnya ada ulusan sama olang, tapi sampai sekarang malah belum lihat Ayah lagi, Bunda malah nangis terus" ucap nara panjang kali lebar
baik Devan, maupun Nafisa mereka berdua Saling pandang bingung menjelaskannya kepada Nara
" sayang marah Sayang kan sama ayah" ucap Devan lembut
__ADS_1
" sayang Pah Nala sayang banget sama ayah" ucap Nara
" kalau Nara sayang sama Ayah Nara habis Doain ayah ya, soalnya sekarang Ayah udah di surga" ucap Devan mencoba memberi pengertian
" Surga itu apa Pah Kenapa ayah nggak ngajak Nala ke surga" tanya Nara
" Kenapa ayah nggak ngajak Nara karena harus bahagiain Bunda dulu bikin Bunda senyum, nanti kalau Bunda udah bahagia nanti bakalan dijemput sama Ayah, asalkan Nara harus Doain ayah sama Bunda biar Nara bisa berkumpul di surga" ucap Devan entah Nara mengerti atau tidak dengan ucapannya
" Jadi kira-kira kapan pah Nala bisa ketemu sama ayah lagi" ucap Nara
" Papa nggak bisa pastiin sayang, tapi sekarang marah harus bisa bikin Bunda senyum harus Doain ayah, harus menjadi anak yang berbakti menurut sama Bunda, dan pastinya Nara harus jadi anak yang sholehah" kecap Devan
" Oh gitu ya Pah jadi Nala harus bikin Bunda Senyum dulu sama jadi anak sholehah" tanya Nara
" ya sayang Nara harus bikin Bunda Senyum dulu nanti kalau Nara udah bisa nanti Nara tahu apa maksud papah" jawab Devan
Nafisa dan Melissa yang melihat interaksi antara Devan dan juga Nafisa mereka berdua meneteskan air mata, entah apa yang membuatnya menangis antara terharu kecewa marah atau apa
" tuh Abang sama Nara lihat Bunda kalian nangis lagi kan" ucap Devan
" Nara sama abang hibur Bunda kalian ya, Papa yakin kalian bisa, sekarang papa izin dulu sama ponakan Papa yang paling cantik boleh nggak papa keluar sebentar" tanya Devan
" tapi Papa janji jangan lama-lama ya pokoknya kalau Papa Urusannya udah selesai Papa harus telepon bunda, Papa nggak boleh tinggalin Nara ke surga" ucap Nara
" ya sayang nanti kalau urusan Bapak udah selesai Papa langsung pulang, Nara mau dibeliin apa" tanya Devan lagi
" Nara nggak mau apa-apa Nara mau sama papa" ucap Nara
" Oke deh princess-nya papa,prince mau dibeliin apa" tanya Devan
" Abang mau mobil-mobilan Pah" ucap Rizky
" Oke nanti kalau urusan Papa udah selesai kita ke mall kita beli mobil-mobilan Gimana setuju?" katanya Devan
" setuju!!" ucap Rizki dan juga Nara bebarengan dan para orang dewasa yang melatih itu pun tertawa
__ADS_1
" good boy, good girl kalian udah bisa bikin Bunda kalian tertawa" ucap Devan sambil terkekeh
" hahaha"
" Ya udah kalau gitu Papa jalan dulu ya, kalian berdua ingat ucapan Papa tadi" ucap Devan
" siap Pah nanti kita laksanakan" ucap Rizky
" Nara baik-baik ya di rumah, Abang jangan lupa jagain adek" ucap Devan
" Oke Papa hati-hati ya" ucap Rizky
" oke abang" ucap Devan sambil berdiri dan berjalan menuju ke Sheila
" Dek Kakak pergi dulu ya, kalau ada apa-apa minta tolong Kak Rio atau Kak Rifki, kalau badan kamu nggak enak kamu kamu langsung laporan sama mereka" ucap Devan kepada sang adik
" Kakak memang mau ke mana, "tanya Sheila
" Kakak ada urusan Ya udah kakak jalan dulu ya" ucap Devan
" Iya kak kakak hati-hati ya" ucap Sheila
Devan hanya menjawab dengan anggukan kepala dan berjalan menuju pintu keluar tanpa berpamitan kepada cewek-cewek karena Devan yakin itu tidak akan membuat mereka nyaman, dan juga Devan belum terbiasa pamit dengan para wanita yang bukan adiknya
melisanda nabi sapun memaklumi hal itu karena sebelum munafik meninggal pun Devan bersikap seperti itu kepada mereka berdua termasuk juga kepada istrinya Rifki
"RI, ki Gue titip adik-adik gue ya gue Ada urusan" ucap Devan
" ya Lu mau ke mana" tanya Rio
" tadi orang suruhan gue udah ngasih info soal keberadaan mereka gue mau mastiin sendiri ke sana" ucap Devan
mereka berdua pun hanya menganggukkan kepala karena mereka tahu siapa mereka yang Devan maksud
Devan pun pergi meninggalkan mereka semua di dalam rumahnya dan dia berjalan menuju ke suatu daerah tapi masih di Jakarta
__ADS_1