
setelah mengatakan itu Devan pun berdiri dan pergi meninggalkan Alena yang masih diam di tempat duduknya
" maafin aku Dev, menurut aku ini yang terbaik untuk kita" guman Alena saat melihat Devan pergi meninggalkan Cafe
setelah menempuh perjalanan 20 menit dari cafenya sendiri, akhirnya devan sampai di klub itu, Devan sebenarnya ingin melampiaskan kemarahannya kepada wanita ****** yang dari tadi ngerayu dirinya
akan tetapi akal Sehatnya masih digunakan alhasil dia tidak menggunakan wanita-wanita penghibur malam
Rio yang mengetahui bahwa Devan tidak ada di ruangannya dia langsung merentas ke mana perginya Devan dan betapa terkejutnya dia saat melihat devan di klub malam sendirian tanpa mengajak dirinya, Rio pun memutuskan untuk menyusul Devan
" Eda Buset, dari tadi gue cariin kagak ada, taunya lagi enak-enak kan lu di sini mending Kalau ngajak gue lah ini pergi sendiri" ucap Rio panjang kali lebar saat mendekati Devan
" Alena mutusin gue RI, Katanya dia mau dijodohin sama kedua orang tuanya pas gue mau ngelamar jadinya nggak mau" ucap Devan mulai curhat kepada Rio
__ADS_1
hingga tak terasa waktu pukul 12.00 dini hari dan Devan yang kebanyakan minum pun alhasil menjadi mabuk dan di dalam kondisi mabuk Devan mencerahkan seluruh hati keresahan dan beban pikirannya kepada Rio,
" Buset dah cuma gara-gara diputusin sama cewek mabuk sampai segininya, Mending kalau sadar lah ini ngomongnya udah ngelantur Kagak jelas mana berat lagi badannya," gumam Rio saat ingin mengangkat Devan untuk ke kamar yang telah disediakan di klub tersebut
Sebenarnya tadi sebelum Rio sampai di klub tersebut dia sudah menelpon Rifki dan Rafiq untuk menyusul mereka berdua, Rifki dan Rafiq dari tadi hanya memantau dari kejauhan, pas saat Rifki dan Rafiq melihat Rio kesusahan mengangkat tubuh Devan mereka berdua pun menyusul
" Buset Ri, ini si Devan kenapa" tanya Rafiq
" diputusin sama pacarnya, katanya dia dijodohin sama anak teman orang tuanya" jawab Rio
" lah lu napa diem aja Ki buruan bantuin berat ini," ucap Rio kesel karena Rifki dari tadi hanya bengong-bengong tidak jelas
pada akhirnya mereka berdua mengantarkan Devan ke kamar yang sudah disediakan, sedangkan Rio lanjut bersenang-senang
__ADS_1
setelah mengantarkan Devan ke kamar, Rifki dan Rafiq pun menyusul Rio, Tanpa mereka bertiga sadari bahwa derita dia ada Sepasang Mata yang mengawasi mereka berempat
Setelah orang tersebut tahu bahwa jefan sudah mabuk berat dia berinisiatif untuk menjebak Devan, karena dia tahu bahwa Devan adalah yang paling berkuasa di antara mereka bertiga
setelah memastikan keadaan aman orang tersebut langsung menghubungi seseorang
" cepat datang ke klub di Jalan H, sekarang target sudah ada di depan mata, Jangan sampai telat sebelum mereka bertiga menyadari bahwa kita sedang ingin menjebak Devan" Ucap orang tersebut
" siap tuan sebentar lagi saya ke sama" ucap sang wanita
" jangan nanti-nanti sekarang kalau bisa" Ucap orang tersebut
" siap Tuhan ini saya sudah di jalan sedang menuju ke klub tersebut" ucap sang wanita
__ADS_1
orang tersebut pun memutuskan panggilan telepon secara sepihak, dan setelah panggilan tersebut putus, dia menyeringai penuh dengan kemenangan