DEVAN

DEVAN
pulang


__ADS_3

"dev kita balik dulu ya", ucap imam


"iya hati hati lu pada" ucap devan


"lu juga hati hati dev, lu kan kerja dari pagi" ucap fikri


Kayla, Kiara, kayra, Fikri, imam, dan juga Ikbal pun pamit, sekarang tinggal devan, yang belum pulang 15 menit setelah kepergian mereka devan pun pulang ke rumah


dari rumah ke kafe kurang lebih setengah jam jika jalan normal, akan tetapi devan hanya setengah nya saja, sudah sampai, di rumah dia di sambut oleh satpam yang sedang berjaga


"malam tuan" ucap pak edi(satpam)


"malam juga pak, gimana pak aman?" tanya devan


"alhamdulillah aman tuan" jawab edi


"kalo mau makan ambil di dalam ya pak"ucap devan


"iya tuan, ini saya sudah ambil" ucap edi


"selamat bertugas ya pak, saya masuk dulu"ucap devan


"silahkan tuan" balas nya

__ADS_1


setelah berbasa-basi dengan pak edi, devan pun melajukan motor nya menuju garasi, dan lalu masuk ke dalam rumah, setelah bersih bersih devan langsung pergi tidur


seperti biasa, jam 06:30 devan bangun, dan turun ke bawah, untuk sarapan, di sana cuma hanya ada papa nya, anisa, dan shaila , anisa dan shaila adalah anak anak nya (tata) dari pernikahan sebelumnya dan sekarang mereka sudah bercerai sejak 5 tahun yang lalu


"pagi pah, dek" sapa devan


"pagi kak" ucap anisa dan shaila bersamaan


sedangkan TaTa hanya menganggukkan kepala saja, setelah itu, devan langsung sarapan, di meja makan hening, tidak ada obrolan,


setelah sarapan devan, duduk di taman sambil menikmati secangkir kopi, sedangkan, shaila dan anisa, entah kemana mereka, karna ini adalah hari sabtu, jadi mereka bebas mau ngelakuin apa saja, asal tidak melebihi batas


di saat dia masih menikmati secangkir kopi, Tiba-tiba telfon nya berdering, dan tertera nama Krisna di sana


"baik Pak nanti setengah jam lagi saya sampai" balas devan to the point juga


"jika kamu telat, jangan harap, gaji kamu saya kasih!" ancam Krisna


setelah itu panggilan pun terputus


"yang bos siapa, yang di omelin siapa, lagian kok bisa si, si Rafiq rekomendasiin karyawan kek gini jadi manager, "gerutu devan


setelah menghabiskan secangkir kopi, devan bersiap siap untuk berangkat kerja, sebenernya dia hanya berpura-pura menjadi karyawan, karna dia ingin memastikan secara langsung tentang para manager yang di tugaskan, dan pastinya memastikan sikap serta ketegasan nya

__ADS_1


Rafiq adalah tangan kanan devan, dan juga sahabat devan, semua urusan kafe dia serahkan ke Rafiq, sedangkan devan hanya bekerja di belakang saja


saat devan ingin pergi, tiba tiba anisa dan shaila memanggilnya


"kak" ucap mereka berdua bersamaan


"kenapa dek"tanya devan


"kita pengen ke mall " ucap shaila


"nih, tapi jangan lupa seperti biasa" ucap devan sambil memberikan kartu black card milik nya


"siap kak" ucap mereka berdua bersamaan lagi


"kaka ga larang kalian, belanja apa saja, yang terpenting kalian tau, kegunaan dan manfaat dari barang yang kalian beli, dan ingat kalian adalah wanita, kalian pasti bakalan menikah, dan tentunya, kaka ga bisa ngasih kalian uang, dengan jumlah yang tidak sedikit, takut nya menyinggung perasaan suami kalian kelak, jadi mumpung kalian belum menikah, gunakanlah waktu sebaik-baiknya, kita ga tau jodoh kalian siapa, entah dengan pengusaha besar, atau dengan pedagang cilok" ucap devan panjang lebar, setiap anisa dan shaila ingin belanja, devan pasti selalu mengingatkan mereka, karna dia tak ingin kejadian masa lalu ter ulang kembali


sampai sampai anisa dan shaila sudah bosan mendengarkan nya


"iya kak, makasih ya kak"ucap anisa


"ya udah kaka mau ke kafe dulu, kalian hati hati berangkat nya, jangan lupa pamit sama papa"ucap devan


"iya kak, kaka juga hati hati"ucap anisa dan shaila

__ADS_1


"yuk kak, kita siap siap"ucap shaila


__ADS_2