
setelah puas bermain di taman, devan dan navisa duduk di bangku taman, dengan nara dalam pangkuan devan, hingga dia terlelap didalam pangkuan nya, mungkin karna lelah bermain
"aku, berniat akan kembali kerumah ku"ucap navisa saat devan berdiri
mendengar perkataan navisa, devan duduk di tempat nya
"mengapa" tanya nya pura pura bodoh
"kamu pasti mengerti, aku ini istri yang baru di tinggal oleh suaminya, masa iya aku tinggal bersama mu, itu terlihat konyol"
"baik lah"ucap devan pasrah, lalu dia menelfon seseorang
"setengah jam lagi bawa alya, ke rumah rafiq" ucap devan, lalu memutuskan panggilan tersebut, navisa yang mendengar nama sang suami di sebut mengerutkan dahi, "mengapa bang rafiq di sebut sebut " batin nya
"kamu mau pulang kapan? "tanya devan
"sekarang"ucap navisa tanpa berfikir 2 kali
"baik lah, mari saya antar "ucap devan lalu berjalan menuju ke kediaman nya, nara masih tetap di dalam gendongan,
akhirnya devan dan juga navisa sampai di rumah, navisa pun langsung bersiap siap, sedangkan devan hanya duduk di ruang keluarga, dengan tubuh yang masih menggendong nara
20 menit berlalu akhirnya mereka berdua sudah siap, lalu pamit kepada melisa, anisa dan juga shaila, kemudian devan menyerah kan nara ke navisa agar dia bisa fokus menyetir nya,
__ADS_1
didalam mobil hening tidak ada obrolan, karna sebelum nya, memang devan tak akrab dengan navisa, mereka cuma sekedar kenal ga lebih, hingga tak terasa akhirnya mereka sampai di rumah navisa, dan ternyata alya, dan juga haqi sudah sampai lebih dulu
"nav, ada yang mau saya bicarakan dengan kamu"ucap devan datar
navisa hanya menganggukkan kepala, lalu mengambil nara dari gendongan devan, setelah mengambil nara, navisa menidurkan di kamar nya,
"duduk mas, mba"ucap navisa, alya dan haqi pun duduk
"langsung aja, jadi gini nav, alya dan haqi yang bakal jagain kalian, sampai kamu menikah nanti" ucap devan to the point
"ga perlu repot repot mas, saya bisa menjaga diri saya sendiri"ucap navisa
"itu bukan buat ngejaga kamu, tapi buat ngejaga nara"ucap devan datar
navisa bagai kan melayang dengan perhatian devan lalu di jatuhkan, remuk sudah rasa malu nya
" terserah Mas saja lah Lagian kalaupun saya menolak kamu bakalan tetap maksa" ucap Navisa
" kalian dengarkan jadi mulai saat ini kalian saya tugaskan untuk menjaga dan melindungi Nara seperti kalian melindungi nyawa kalian sendiri" ucap devan
" siap Bos jadi mulai sekarang kita tinggal di sini atau pulang pergi Bos" tanya haqi
" Apakah saya harus mengulang omongan saya tadi" ucap Devan
__ADS_1
Alia yang mendengar pertanyaan konyol dari Haqi, dan mendengar suara devan dingin langsung menginjak kaki haqi
" aduh aduh sakit al" ucap haqi
" Lagian siapa suruh bikin Bos emosi Kamu nggak lihat muka si Bos udah pada bengkak gitu" ucap Alya sedikit berbisik padahal Devan mendengarkan ucapan Alya
" sudah Puas kalian Ngomongin saya" tanya Devan dengan wajah dinginnya
" Maaf Bos saya tidak bermaksud" ucap alya
" Sudahlah saya mau pulang dulu Nanti kalian bantu-bantu Nafisa menyiapkan acara nanti malam Bila perlu ajak yang lainnya untuk meramaikan dan mendoakan dan tetap was pada" ucap Devan sambil berdiri
" siap bos" ucap mereka berdua kompak
Devan pun perlahan meninggalkan kediaman Navisa dan Rafiq
.
.
.
.
__ADS_1
.
setelah part ini awal cerita dimulai