
20 menit berlalu, akhirnya Devan sampai di kafe, di sana dia hanya sendirian, lalu Devan langsung buka kafe, kebetulan kemarin dia yang kunciin, alhasil dia yang harus buka,
setelah beberes, dan merapihkan tempat duduk, berlanjut mengelap meja dan lain-lain, teman teman yang lain pun sampai, Devan pun bekerja seperti biasanya,
hingga malam hari pun tiba, dan sekarang Cafe semakin ramai, karena ini adalah malam minggu,
" Kayla Kamu bisa ke ruangan saya sekarang" perintah Pak Krisna
" Baik Pak" jawab Kayla
" Devan aku ke ruangan Pak Krisna dulu ya," pamit Keyla kepada Devan
" ngapain dipanggil la?" tanya Devan
" nggak tahu nih tiba-tiba disuruh ke sana" jawab Kayla
" Ya udah sana gih takut ditungguin Pak Krisna" perintah Devan
Kayla pun berjalan menuju ke ruangan Krisna, dan Devan pastinya melanjutkan pekerjaannya karena Cafe sangat-sangat ramai, maklum malam minggu
" Permisi pak" ucap Kayla
" Silakan masuk la" Ucap pak Krisna sambil membuka pintu ruangannya
dan setelah Kayla masuk dia langsung Mengunci pintu ruangan kerjanya, Kayla yang melihat atasannya Mengunci pintu ruangan kerjanya pun menjadi panik atau bisa dibilang dia sangat-sangat panik
" ba-bapa mau apa" tanya Kayla gugup, Bagaimana tidak gugup di ruangan itu hanya ada dirinya dan Krisna
" sttt' jangan bawel sayang" ucap Krisna
__ADS_1
"apa apa nih pak! bapak mau melecehkan saya ya!? " tanya Kayla
" Jangan banyak bicara Kayla! cepat layani saya! jika tidak kamu tahu akibatnya" ucap Krisna dengan nada dingin dan ketegasan
" Ya Robbi tolong hambamu ini" batin Kayla
" cepat Keyla kenapa kamu malah melamun!" bentak Krisna
mau tidak mau Kayla pun melayani Krisna, karena jika dia tidak melayani pun pasti akan dipaksa, dan lebih parahnya lagi Krisna tidak pernah main-main dengan ucapannya
hampir setengah jam berlalu mereka berdua pemanasan, dan saat ingin lanjut ke intinya, tiba-tiba pintu di dobrak dari depan
dan yang dobrak pintunya adalah Devan, Fikri, Imam, dan juga Iqbal, di belakang para cewek-cewek pun ikut bersama mereka
sontak mereka semua kaget apa yang akan dilakukan Kayla dan Krisna
" apa-apaan kalian ini!!!" bentak Krisna
" berani kamu bentak saya!" bentak Krisna Balik
" Kenapa saya harus takut?" tanya Devan sambil tersenyum meremehkan
" mulai hari ini kamu saya pecat dan yang lainnya Kalau tidak mau bernasib sama seperti Devan pergi dari ruangan saya sekarang juga" bentak Krisna
" Kiara dan Kaira Tolong bawa Kayla dan Tolong tenangin dia" perintah Devan
" kalau kalian berani membawa Kayla pergi dari ruangan saya kalian berdua saya pecat!" bentak Krisna
" yakin bapak bisa memecat saya??" ucapan Devan berhasil membuat Krisna terdiam
__ADS_1
" saya tahu ini Cafe bukan milik bapak. Bapak di sini juga sama seperti kami hanya kerja, dan saya pastikan kurang dari 5 menit bapak Sudah dipecat dari pekerjaan bapak dan saya juga pastikan bapak akan mendekam di penjara!" tambahnya
" Heh kamu tuh jangan mimpi, saya sudah bekerja di sini bertahun-tahun mana mungkin bos berani memecat saya" ucap Krisna meremehkan ancaman Devan
" baiklah baiklah, Terserah Bapak mau ngomong apa aja tapi sebelum Bapak melakukan apapun dengarkan baik-baik ya pak" ucap Devan meremehkan
Krisna hanya tertawa mendengarkan lelucon nya Devan, dan yang lain pun hanya diam di tempatnya masing-masing, Devan dia mengambil ponsel yang ada di kantongnya dan menghubungi seseorang, dan tidak lupa dia di loudspeaker
" Halo van,ada apa?" ucap Rafiq
" gue mau lu pecat Krisna sekarang juga dan kalau lu nggak pecat dia lo tahu sendiri akibatnya, dan gue juga minta lu ke cafe sekarang" ucap Devan tegas
panggilan pun terputus secara sepihak oleh Devan, namun tak selang berapa lama ponsel Krisna berdering
" halo Selamat malam pak Rofiq" ucap Krisna sopan
" mulai hari ini dan detik ini kamu saya pecat Krisna" ucap Rafiq
" tapi... tapi apa salah saya Pak" ucap Krisna panik
" saya akan segera kesana sekarang" ucap Rafiq dan lalu dia menutup panggilan secara sepihak
semua orang dibuat terpaku melihat yang ada di depan mata mereka semua
" Kiara, dan kamu Kaira, cepat Pakaikan bajunya Kayla dan yang lain amankan Krisna b******* ini" perintah Devan
meskipun mereka tak mengerti tapi mereka melakukan apa yang Devan suruh
kurang lebih 10 menit berlalu dan sekarang di ruangan itu sudah ada Rafiq dan juga Pak Polisi
__ADS_1
Rafiq yang melihat Devan pun membungkuk sopan