
[Author Note: Kedepan nya, nanti manggil Lin Yue Yue jadi Lin, karna agak ribet kalau panggil langsung semua nama nya. Dan juga, kedepan nya titik 2 nanti nya di hilang kan, contoh seperti: Nanti gak ada titik kaya gini (...), itu di khusus kan buat nada yang berhenti.
Nanti kedepan nya juga, kayak chat story. Seperti :
" (Contoh lagi bicara) " Nanti penjelasan nya gak kedepan kan, tapi kebawahin. Tapi ada juga sih yang di jelasin ke samping, atau kedepan.
Untuk pembaca yang masih amatir, kalian dapat mengabaikan pemberitahuan ini.]
---------------------
Lin terus mencari jalan, mencari jalan untuk mengakhiri jalan yang jauh ini. Sambil berjalan lurus, Lin menghitung waktu dan jarak awal pergi nya. Sekarang, Lin sudah berjalan 10 jam tanpa henti, sudah hampir ber Km" ia berjalan, tetapi hasil nya nihil, tak sampai di ujung jalan.
Sekarang, waktu di luar kalau di samakan dengan waktu di dalam, sekarang sudah hampir sore hari, tapi Lin tetap tenang. Di dunia ini, dunia yang kecil, di dalam pohon besar nan tinggi, sangat lah tinggi perbeda'an waktu nya dengan yang luar.
Di dalam, waktu bergerak 1000× lipat dari waktu di luar sana, dimana 1 menit bagaikan 1000 menit. Awal - awal, Lin mencoba mengunakan jurus bertype kekuatan, tetapi tak bisa mengunakan nya selain jurus bertype aura. Kalau pun ada Qi (Perwujudan sebelum tenaga dalam), itu bakal hilang tanpa sisa.
Walau sebenar nya Lin sudah tahu itu, ia tetap mencoba nya, dan hasil nya tetap nihil. Sekarang, Lin hanya bisa mengunakan tangannya sebagai media penganti obor, membuat api untuk penerang.
Sebenar nya di dalam sana, di dinding, bukan lah tanah atau pun kayu, tapi batu zaman dulu. Terlihat kalau batu itu berumur berjuta - juta tahun. Munkin karna rasio waktu, membuat nya menua dengan pesat. Kalau di hitung dalam hitungan percepat waktu, umur batu yang sebenar nya adalah 1.000 tahun lamanya.
***
__ADS_1
Karna kesal tak menemukan apapun, Lin pun mencoba percepat lankah, ingin segera menemukan, misteri apa yang ada di dalam ingatan nya, yang sedikit demi sedikit menghilang itu.
Beberapa menit pun berlalu, Lin sudah menemukan ujung jalan untuk keluar. Terlihat cahaya di depan, dan Wushh! Angin di sana menyejukan. Terlihat pemandangan hutan yang luas serta danau yang indah di sana, membuat hati Lin terpana melihat nya.
"Tempat apa ini? Baru kali ini aku menemukan tempat seperti ini."
Lin tentu kaget serta terpana. Walau dengan pemandangan indah, Lin tidak dapat berlama - lama di tempat seperti ini. Bisa saja, terdapat hewan buas di tempat yang asing.
"Disini, aku merasakan aura yang sama dengan ku. Seperti hawa senjata? bukan hanya senjata biasa, tapi senjata tinkat raja? Hmm, walau terbilang jauh dari tinkat senjata dunia, sejak kapan aura senjata tinkat Raja memiliki aura yang ganas seperti itu, itu munkin saja senjata yang sangat berbahaya dan lanka!"
"..--Walau begitu, aku sangat suka dengan senjata yang tidak normal! (Lanka dan kuat)" Lin Tersenyum sinis, menyukai senjata yang agak sedikit misterius. Oh ya, Lin ini adalah pengoleksi senjata, dari senjata lanka sampai yang terkuat.
***
Setelah memastikan sebentar dengan jurus "Detection Of Life", ia pun merasakan area sekitar. Di sepanjang hutan yang lebat dan penuh keindahan, di dalam deteksi kehidupan milik Lin tak ada 1 pun mahluk hidup yang hidup disana.
Itu sedikir mencurigakan menurut Lin. Karna tak ada mahluk hidup di radar milik nya, ia pun mulai mencari senjata tinkat raja itu. Walau begitu, ia tetap waspada dengan tinkah yang sangat tenang.
Beberapa saat, ia pun menemukan senjata tinkat raja yang ia temukan, di mana senjata yang berbentuk sabit.
"Eh? Bukan nya ini senjata yang kubuat di awal kehidupan??" Lin kaget, melihat sabit itu. Terlihat sabit yang hitam dan rongsok, dimana terlihat seperti korek api yang sudah terbakar. Walau begitu, di belakan tempat senjata, terdapat gundukan bayangan dari senjata tersebut.
__ADS_1
Terlihat bentuk itu menyerupai iblis, dengan berwarna ungu beraura di belakang sabit. Dalam kedetailan sabit tersebut, sabit ini panjang nya sekitar 180 cm sampai 190 cm. Tonkat nya berbeda dari tombak, dimana tombak-tonkat nya panjang dan lurus. Beda dengan Sabit-tonkat nya panjang sampai 160 cm, dengan 20 cm untuk getaran dan lenkungan di awal mata pedang.
Di tonkat, Tonkat-Sabit ini berwarna hitam dengan jenis tonkat yang melebihi baja sekalipun. Bahan pembuatan tonkat, itu di khusus kan terbuat dari gigi Iblis, lebih tepat nya raja iblis. Saat itu, tonkat itu di dapat kan ketika melawan raja Iblis, di mana berbentuk raksasa seperti manusia.
[Note: Sebenar nya Raja Iblis di kalah kan oleh para kultivator bersama dan mendapat kan 1 gigi. Saat itu, Lin hanya jadi pandai besi, dan kebetulan gigi iblis itu tak berguna untuk mereka, jadi Lin memakai bahan ini untuk membuat tonkat dari senjata dewa]
Untuk pedang dari sabit, itu masih dalam masa pekerja'an (Pedang biasa). Dan, ini lah yang membuat Lin gagal mengoptimal kan kekuatan pedang sepenuh nya, membuat senjata ini gagal menyatu dan meledak, bersama'an merengut nyawa Lin. Tapi tak di sanka - sanka, ternyata sekarang senjata itu terdapat dari pohon ini.
***
"Benar! Ini adalah senjata dewa yang ingin aku sempurna kan?! Tapi kenapa bisa ada disini, di dunia bumi? Bukan nya senjata ini menghilang? Jangan - jangan setelah aku mati, ada sesuatu yang terjadi dengan senjata ini.."
Lin masih curiga. Tapi karna senjata itu adalah buatan nya sendiri, kenapa harus takut? Bahkan, Lin pernah memegang pedang api bermata 2, di mana senjata itu ingin melahap nya, tapi ia tak takut sedikit pun.
Dalam pegangan nya, perlahan ia meragakan gerakan pemanggil, sesaat terlihat cahaya iblis ungu dalam tonkat, merubah nya menjadi tinkat Kaisar.
"Berhasil! Sekarang, senjata ini sudah hampir di bawah senjata tinkat Dunia (Walau bentuk nya tidak ada perubahan). Sekarang, tinggal cari bahan untuk merubah senjata ini ke tinkat Bumi sampai tinkat Dewa, dan mengganti mata pedang nya ke yang kualitas bagus.." Batin nya Lin kegirangan, ingin meloncat.
"Baiklah, sekaran aku coba, apa yang bisa kau lakukan untuk ku." Ucap Lin memukul bawah tanah dengan tonkat nya. Lin yang ingin mencoba senjata nya, ia pun merubah tangan kanan nya jadi ber aura ungu, aura "Kemarahan".
Tidak sampai situ saja, seluruh tangan kanan nya terbakar aura, merubah seluruh tangan menjadi lautan Aura. Dalam beberapa saat, sabit yang Lin pegang bersinkronisasi dengan Aura milik nya, membuat sabit itu bergetar.
__ADS_1
"Baiklah, walau tak terbakar sepenuh nya sampai ke sabit ini, ayo kita coba, apa yang bisa kau lakukan untuk ku!" Lin mencoba mengankat sabit nya. Ketika di ankat, sabit itu terasa hampa menurut Lin.