Dewa Iblis

Dewa Iblis
CH.38. PAMITAN


__ADS_3

"Mina.. Sekarang kita harus balik ke penginapan dulu, kita ambil dulu barang - barang mu, lalu membawa nya kesini." Ucap Liu. "Hmm.. Ayo." Liu dan Mina lalu melesat cepat ke arah penginapan. Setibanya di sana, Liu dan Mina lalu memasuki kamar nya.


"Mina, sekarang kita memiliki tempat pulang.." Ucap Liu dengan wajah senang. Mina masih mengumpul kan barang - barang nya sambil berkata. "Iya, sekarang kita memiliki tempat pulang.. Liu, ayo kita bersama selama nya di sana hidup bahagia.." Ucap Mina. "Hmm.. Ayo kita buat kenang - kenangan di sana, dan aku janji, aku akan bersama mu selamanya, sampai kapan pun, tidak ada yang bisa memisah kan kita.. Walau langit itu sendiri.." Ucap Liu dengan wajah senang dan serius.


"Terima kasih, Liu.. Seperti nya takdir mempertemukan kita agar kita dapat bersama selama nya.." Ucap Mina yang sudah mengumpul kan barang - barang nya lalu mendekati Liu. Mina lalu memeluk Liu dengan erat. "Kau sudah janji akan bersama dengan ku selama nya, dan aku juga janji akan selama nya bersama dengan mu, Liu.." Mina menangis bahagia.


"Hmm.. Kalau begitu kita harus pergi ke rumah, kita besok memiliki ujian, bukan?" Tanya Liu yang sedang mengusap pipi kanan Liu yang basah. "Hmm.." Mina lalu menyimpan barang - barang nya lalu keluar bersama Liu. "Bibi.. Kami sudah memiliki rumah sekarang, dan kami kesini ingin pamit ke Bibi.." Liu dan Mina tadi mengunjugi pemilik penginapan untuk pamitan kepada nya.

__ADS_1


"Owhh, kalian sudah mempunyai rumah? Kalau begitu Bibi hanya bisa berkata selamat saja, tidak mempunyai sesuatu untuk di berikan.." Kata bibi dengan wajah lemas. "Tidak apa - apa kok Bibi, lagian kami baru memberi tahumu, jadi agak terlalu mendadak.." Ucap Mina.


"Kalau begitu kami pamit dulu, ada urusan penting di rumah.. Dan terima kasih banyak telah baik ke pada kami di saat - kami berada di sini.." ucap Liu lalu menbunkuk kan badan nya bersamaan dengan Mina. "Tidak apa - apa.. Kalian sudah saya anggap anak saya sendiri, jadi kalian tidak perlu sunkan pada Bibi ini.." ucap Bibi.


"..kata nak Liu tadi, bukan nya kalian mempunyai urusan rumah? Kalau begitu kalian balik dulu, munkin sangat penting.." ucap Bibi. "Kalau begitu kami pamit, dahh bibi.." Liu lalu pergi bersama Mina keluar menjauhi sang Bibi.


"Mina, apa kau sudah tertidur..?" Liu tidak mendapat kan jawaban. "Hmm.. Sepertinya dia sudah tertidur.." Liu yang melihat tinkah Mina yang seperti bayi, membuat dirinya mengeleng - geleng kan kepala nya, sambil tersenyum tipis. "Seperti nya beberapa hari lagi aku akan mengunjungi ayah dan ibu.. Sekalian aku akan menanya kan, apakah mereka akan tinggal di sini atau disana?" Tanya Liu.

__ADS_1


Liu berjalan dengan kecepatan normal. Jarak di antara penginapan dan rumah nya, berjarak puluhan meter, membuat Liu dengan cepat ke rumah nya hanya dengan berjalan kaki.


Setiba nya di sana, Liu lalu memasuki rumah nya. Ketika ia memasuki ruang tamu, Liu di sambut dengan suasana yang sangat indah, membuat dirinya tersenyum tipis. Liu lalu pergi ke lantai 2 untuk menidur kan Mina yang sedang tertidur.


Liu lalu meletak kan Mina dengan pelan, agar Mina tidak terbangun. "Selamat malam Mina, semoga kau mimpi indah.." Liu lalu mencium kening nya Mina. Saat Liu mau menjauh dari Mina, tangan Mina memegang tangan nya Liu lalu menarik nya. Liu terkejut melihat Mina memegang tangan nya dan menarik nya.


Liu hanya melihat Mina yang masih tertidur. Kepala Liu mengarah ke arah kepala nya Mina, membuat dirinya berinsiatif untuk menghindari nya. Tapi naas nya, Liu mencium bibir nya Mina, membuat Mina terbangun lalu melebar kan mata nya ketika melihat Liu sedang mencium bibir nya, membuat Mina memerah merona.

__ADS_1


__ADS_2