Dewa Iblis

Dewa Iblis
CH.12. Zheng Ren Yang Arogan >Repair Of Words<


__ADS_3

"Hmm? Siapa di sana?!" Zheng Ren berteriak, mencari aura tersembunyi.


"Zheng Ren, ada apa?" Tanya teman Zheng Ren, dengan senyum sinis memandangi sampah terbunuh di depan nya.


"Hmm.. Tidak! Bukan apa - apa!" Karna bukan apa - apa, bawahan dan teman - teman nya pun melanjut kan kerja'an mereka masing - masing. "Kalian para sampah, cepat sebrangi danau itu kalau tidak, akan kubunuh kalian ketika balik lagi kesini!" Teriak Zheng Ren memaksa.


Walau di paksa begitu, tak ada yang berniat mengacuh kan perintah Zheng Ren. Bahkan, orang yang balik kedaratan pun ia habisi tanpa belas kasih, membuat para penyebrang hanya bisa menuruti nya.


"Bagus! Lebih cepat mati lebih bagus! Hahaha!" Terlihat Zheng Ren cukup puas dengan hasil yang memuas kan. Melihat jumlah, sekarang hanya tersisa 50-60 orang, semua nya adalah orang berkuasa dan orang - orang yang cukup kuat. Sebalik nya untuk mereka yang orang - orang penyebrang.


Untuk nasib para penyebrang, tak 1 pun orang yang selamat. Di danau terlihat banyak darah berhamburan, bagian tubuh yang terpisah pun mengambang di danau.


"Zheng Ren! Seperti nya siluman ikan - ikan itu sudah kenyang! Dan juga sepertinya kita dapat menyebrangi danau ini sekarang juga!"


"Wah, hebat! Zheng Ren memang pintar! Taktik milik Zheng Ren sangat berguna. Tak sia sia kami mengikuti Zheng Ren!"


"Iya betul! Para sampah yang mati memang patut untuk di bunuh oleh taktik jenius milik Zheng Ren!"


Orang - orang yang mengikuti Zheng Ren berbicara, sambil menjilati Zheng Ren. Terlihat di mata mereka, ingin mendapat kan perhatian dari Zheng Ren, bahkan wanita pun rela menjadi la***.


"Hahaha! Benar! Kalian tidak salah jalan untuk mengikutiku!" Ucap Zheng Ren tertawa senang. "Kalian, bawakan perahu! Lalu bawa kami menyebrangi danau ini! Dan untuk kalian semua, akan ku undang kalian minum - minum di rumah ku setelah mendapat kan barang yang ku ingin kan!"


Tapi sebelum merayakan, seseorang menabrak bahu Zheng Ren. "Buk!"

__ADS_1


***


Lin yang tertidur di atas pohon sambil mendengar kan hanya berdiam diri, mendengar kan jeritan para penyebrang yang terbunuh termakan oleh siluman ikan.


[Note: Oh ya, mau jelasin..


Sebenar nya di benua Phoenix terdapat 2 jenis hewan, dan salah satu nya hewan suci yang sudah di jelas kan, ada juga hewan yang ber'jenis siluman. Biasa nya siluman awal mula muncul nya dari usia. Setiap usia mereka, mereka dapat berevolusi.


Kalau hewan suci muncul karna spesies induk mereka, siluman muncul ketika hewan biasa sudah berevolusi di umur 100 tahun, dan berubah jadi siluman. Biasa nya kekuatan mereka di tentukan oleh umur mereka masing - masing]


***


"Ternyata di dunia ini juga ada hewan type siluman.. Walau umur nya masih 100 tahun lebih, beda kalau mereka berkelompok." Lin yang merasakan kekuatan siluman ikan, membuat nya sedikit tersenyum. "Walau masih muda, tapi kristal siluman dapat meregenerasi tenaga dalam dan aura. Kalau aku menaburi sedikit bumbu, pasti akan terjual mahal!"


Karna Lin sudah berkomentar, sekarang menjadi tertarik pada kristal dalam siluman tersebut. Oh ya, setiap siluman akan membentuk kristal, di mana kristal itu adalah inti dari kekuatan mereka. Biasa nya di alam dewa di kehidupan sebelum nya, Lin pernah mendapat kan kristal siluman berumur 500 tahun, dan di jadikan liontin regenerasi.


"Ternyata Zheng Ren cukup lumayan, kalau di latih beberapa tahun pasti sudah sangat hebat. Tapi sayang dengan sikap nya yang arogan dan merendah kan orang itu, itu tak akan bertahan lama sampai orang lain membunuh nya karna arogansi nya itu."


Ketika Lin bersiap turun dari pohon, terlihat seseorang lelaki melihat nya. Dari baju kemeja putih sama dengan yang lain nya, terlihat kalau pria itu adalah orang - orang bawahan nya Zheng Ren. Melihat Lin yang mengintip dari tadi, membuat pria itu ingin berteriak.


"Krak!"


Tapi sayang, keburu terpatah kan tulang leher nya oleh Lin dengan sigap dan cepat. "Maaf kawan, kau mati di tangan ku, itu salah mu karna melihat ku. Oh ya, aku pinjam baju mu ya!" Ucap Lin tersenyum sinis memandang mayat itu terbakar oleh api abadi dari burung Phoenix.

__ADS_1


Walau terbakar, pakaian akademi itu tak terbakar sedikit pun. Itu menandakan sekarang api abadi sudah terserap penuh oleh Lin, dan dapat mengendalikan nya dengan sangat setabil.


Tak butuh waktu lama untuk mayat itu terbakar dan tak butuh lama juga untuk menganti baju Lin dengan baju sekolah itu. Untuk baju milik nya yang kusam, ia membakar nya. Untuk senjata Sabit nya ia gabung kan di dalam dimensi penyimpanan senjata koleksi milik Lin.


"Kalian, bawakan perahu! Lalu bawa kami sebrangi pohon ini!" Teriak Zheng Ren menyuruh Lin dan ke 3 orang lain nya. Untuk Lin, ia hanya tersenyum dan melankah maju.


"Duk!"


"Hei kau! Apa kau tidak punya mata, ha?!" Tanya marah dari Zheng Ren, kepada Lin.


"Ahh, maaf! Tadi tidak sengaja menyegol mu! Lagian, kenapa Tuan Zheng Ren diam di tengah jalan untuk jalan perahu.." Ucap Lin berakting.


"Kamu! Kamu, pikir maaf akan menyelesai kan masalah, hah?!" Tanya Zheng Ren cukup emosian pada Lin.


"Sudah lah Zheng Ren, buat apa kau meladeni dia.. Dan, Bla Bla Bla.."


Karna sudah ketebak kedepan nya akan terjadi apa, Lin hanya mengacuh kan nya, lalu mengangkat perahu bersama dengan yang lain.


***


"Hei kalian, cepat dayung lebih cepat! Kalau tidak, siluman ikan ini akan memakan kita!" Teriak Zheng Ren, memerintah Lin dan 3 orang lain nya mempercepat perahu. Padahal perahu milik nya sudah jauh di depan perahu milik yang lain, tetapi tetap keras kepala ingin buru - buru ke tempat tujuan nya.


Sebenar nya, tujuan Lin searah dengan mereka, bersama'an ingin tahu kemana mereka ingin pergi. Dan juga sebenar nya Lin belum pernah melewati jalan danau, biasa nya Lin jalan memutar ke jalan yang lebih jauh.

__ADS_1


Setelah sesampai nya di daratan, Lin memandangi Zheng Ren yang sedang menyerap Energi alam di sekitar untuk memulih kan tenanga nya, membuat Lin penasaran seberapa tinggi tinkatan nya itu. Lin memperhatikan angin yang terserap, disana angin yang terserap berubah menjadi energi milik nya.


Oh ya, tenaga alam mirip seperti angin, lalu merubah nya seperti air ketika sudah di serap. Ketika setitik air pertama dan yang seterus nya bergabung dan membuat danau, itu sudah di sebut tinkat perak. Dulu, Lin pernah sampai tinkat melebihi tinkat legenda, bahkan sudah merubah lautan menjadi pulau, lalu merubah nya menjadi bumi kecil.


__ADS_2