
Liu melihat Mina yang semakin lama, semakin parah sakit nya. "Mina, bertahan lah, aku tidak ingin di tinggal kan oleh mu.. Maaf kan aku yang tak berguna ini.." Ucap Liu yang sedang menangis memandang Mina. "Tenang saja, Liu.. Aku tidak apa - apa.. Aku hanya masuk angin saja.." Ucap Mina dengan wajah tersenyum.
"Masuk angin pala mu, sudah lah aku akan membawa mu berobat." Ucap Liu. Setiba nya di sana, Liu lalu masuk dengan cepat ke arah Wu Xia. Liu lalu meminta tolong pada Wu Xia untuk menolong nya dengan cepat, karna Mina semakin lama semakin parah. Wu Xia yang melihat Mina yang sedang sakit parah lalu membawa nya ke ruang medis.
Liu, Wu Xia dan bersama tabib terhebat yang dimiliki asosiasi lalu membawa ke ruang obat untuk di obati. Mina menjalani perawatan di dalam bersama Liu dan Wu Xia. "Tuan, yang aku ketahui, bukan nya anda mengikuti tes ujian pendaftaran?" Tanya Liu. "Ya, aku mengikuti nya bersama Mina, tetapi Mina sedang sakit.. Dan aku yang telah membuat nya sakit.. Aku membuat nya sakit parah.." Ucap Liu bersaman dengan air mengalir ke pipinya.
__ADS_1
Wu Xia jadi bersalah karna dia menanya kan itu. "Yang sabar tuan, pasti nyonya akan baik - baik saja.. Karna kau sudah tepat membawa nya ke sini.." Ucap Wu Xia. "Terimakasih, aku akan membayar nya nanti.." Ucap Liu. Beberapa saat kemudian tabib pun keluar dengan senyum hangat. "Tuan, nyonya sekarang sudah siuman, dan anda boleh menemui nya sekarang.." Ucap tabib itu.
Liu lalu memasuki ruangan itu, dan ia melihat sekarang Mina lebih baik dari sebelum nya. Liu berjalan pelan mendekati Mina. "Mina, maaf kan aku yang ceroboh ini, yang telah melukai mu.." Ucap Liu. Mina tersenyum tipis. "Tidak apa - apa, aku sudah bilang bukan?" Mina yang tersenyum berubah jadi sedih.
"Aku akan baik - baik saja kalau aku berada di sisimu.. Jadi tolong jangan tinggal kan aku lagi, aku tidak mau di tinggal kan oleh mu untuk kedua kalinya.. Aku takut, takut kehilangan mu, Liu.." Ucap Mina yang sedang menangis lalu memeluk erat Liu dengan kencang.
__ADS_1
Wu Xia dari tadi hanya diam dan melihat saja. Ia tersentuh ketika melihat mereka berdua sangat menyanyangi satu sama lain, membuat dirinya hampir menangis. Liu lalu melepas kan pelukan nya lalu berkata. "Mina, kau tunggu di sini.." ucap Liu lalu berjalan pergi.
Mina yang melihat Liu berjalan menjauh, membuat dirinya panik lalu memegang tangan Liu. "Kamu mau kemana..?" Tanya Mina. "Aku ingin meminta izin pada Pembawa Acara kalau dirimu lagi sakit.." Ucap Liu. "Liu, apa aku boleh mengikuti nya? Tenang saja, aku sudah baikan kok, lihat.." Mina lalu turun dari tempat tidur lalu berdiri dan berjalan. "Emm.. baiklah, ayo naik.." Mina menjadi senang lalu memeluk Liu menunggu dirinya di gendong. "Oh ya, Bibi ini uang nya.." Liu menyimpan uang sekantung di tempat tidur.
Liu dengan cepat berlari keluar ruangan lalu ke tempat dimana pendaftaraan berada. Setibanya disana, Liu di sambut oleh penbawa acara membuat dirinya terkejut. "Paman, kenapa kau disini..?" Tanya Liu. "Pikir kau?!" Balik tanya Pembawa Acara.
__ADS_1
"Hehehe.. Maaf, tadi kami ada urusan mendadak, jadi kami datang terlambat.." Liu tertawa kecil sambil mengaruk kepala nya yang tidak gatal. Mina dari tadi hanya diam melihat mereka berdua. "Haisshh.. Baiklah, kali ini saya maaf kan.. Tapi lain kali aku tidak bisa membantu kalian.." Ucap Pembawa Acara.
"Siapa yang di belakang mu? Pacar mu ya?" Tanya pembawa acara. "Bukan pacar, tapi calon pacar.." Ucap Liu dan Mina bersama'an dengan wajah merah merona. "Hehehe.. Kalau begitu, tolong perkenal kan diri.." Ucap Pembawa Acara dengan terkekeh pelan. "Perkenal kan, nama ku Kori Minami, panggil saja Mina.. Dan aku juga peserta dalam pendaftaran ini.." Ucap Mina yang masih di gendong Liu.