
ingin sekali mencoba jurus barunya, lalu ia berpikir untuk menemui Mina untuk di jadi kan percobaan dan memberi tau kan kalau sekarang harus sudah siap - siap untuk pergi.
Liu lalu pergi menemui Mina. Setibanya di sana, Liu lalu mebangun kan Mina dan berkata kalau sekarang sudah jam 6 lebih, membuat harus dirinya segera bersiap - siap. Tetapi sebelum itu, Mina menanyakan kenapa warna mata kiri Liu berubah, lalu Liu pun menjelas kan.
"Sebenar nya aku tadi mempelajari Ilmu Mata Dewa, aku mendapat kan efek samping, membuat mata kiriku berubah menjadi warna biru muda. Tetapi khasiat nya bagus loh, mata ini dapat menjelas kan dan meng obserpasi kan suatu barang. Bukan hanya itu saja, aku dapat meninkat kan ke 4 indra ku menjadi 2 kali lipat, sebenar nya masih ada banyak tapi satu hal yang menarik.." Mina yang mendengar dari awal terkagum - kagum dengan mata Liu, membuat dirinya ingin memilikinya, tetapi saat mendengar yang terakhir, membuat dirinya malu dan mengurung kan niat nya.
Sebelum mengatakan 1 jurus lain~
__ADS_1
Tapi satu hal yang menarik adalah.." Ucap Liu dengan penuh ekpresi misterius. "Apa?" Tanya Mina kebingungan. "1 jurus yang para lelaki ingin kan, yaitu mata tembus pandang." Jawab Liu yang sedang melihat tubuh nya, membuat Mina menutupi bagian terlarang dengan ke dua tangan nya.
"Liu.. Kau sangat mesum! Aku benci sama kamu." Mina yang merasa di permain kan oleh Liu, membuat dirinya marah dan merasa malu ketika melihat sifat mesum nya Liu. Mina pun berlari ke luar penginapan.
"Sepertinya aku terlalu berlebihan.. Aku akan menyusul nya nanti, sekarang aku harus mandi dulu agar diri ku tidak bau lagi." Mina yang merasa sedih membuat dirinya menagis pelan, lalu pergi ke atas bukit dengan mengunakan jurus meringan kan tubuh berjenis lankah bayangan.
Ketika membuka mata, hal yang ia rasakan adalah seseorang sedang memeluk nya di belakang dengan memakai baju jas serba hitam. "Maaf kan aku, Mina.. Seperti nya aku terlalu berlebihan, bagaimana kalau nanti aku belikan kau sesuatu di pelelangan nanti?" Tanya Liu yang sedang memeluk Mina.
__ADS_1
Mina hanya terdiam pura - pura tak mendengar nya dan terus menangis membuat Liu jadi serba salah. "Mina~ maaf kan aku, aku tau aku keterlaluan.. Maaf kan aku, yahh?" Mina hanya terus diam dan pura - pura tak mendengar nya.
'kayak anak kecil saja, tetapi itulah yang aku suka dari mu, Mina..' Ucap Liu di dalam hati. "Kalau kau masih tidak ingin memaaf kan aku, aku akan pergi, kau tenang kan lah dirimu dulu.. Aku akan ke pelelangan dan membelikan mu sesuatu." Liu memiliki ide, dan ia pun mengerjai Mina agar mau ikut.
Liu lalu berjalan pelan tanpa menengok kebelakang, sekarang Mina melihat Liu yang sedang berjalan pergi menjauhi dirinnya. Mina lalu berlari mendekari Liu dan memeluk nya. "Liu, maaf kan aku yang egois ini.. Aku berjanji tidak akan egois lagi kepadamu.." Ucap Mina memeluk Liu dengan erat.
Pikiran Liu saat di peluk Mina. 'Berhasil..' dengan wajah tersenyum. "Tidak apa - apa, lagian ini juga salah ku karna telah membuat mu marah, kalau begitu apa kau jadi ke tempat pelelangan, kalau ia masih ada 20 menit lagi untuk mu bersiap - siap bagaimana.." Tanya Liu.
__ADS_1