Dewa Iblis

Dewa Iblis
CH.39. Kekesalan Liu


__ADS_3

"Mwna, iwni tdwak sperwti yanwg kwu kwra..(Mina, ini tidak seperti yang kau kira)." Liu berbicara tepat di bibir Mina, membuat Liu mengerak kan bibir nya.


Mina lalu menjerit lalu menendang telur Liu, membuat Liu menjerit kesakitan membuat dirinya berguling - guling di tanah. Ketika Mina menjerit dan menendang telur Liu, Liu lalu melepas kan bibir nya dari Mina.


Walau tubuh Liu tahan apa pun, tetap saja kalau yang di serang titik vital nya Liu, membuat dirinya kesakitan. Mina tadi tidak sengaja menendang keras telur Liu. "Liu, maaf kan aku.. A-Aku tidak sengaja.." Ucap Mina dengan wajah khawatir.


'Kau yang salah aku yang di tendang..' Ucap Liu dalam hati. "Liu, apakah masih sakit? Maaf kan aku, aku tidak bermaksud untuk menendang mu.." Ucap Mina. Mata Mina berbinar - binar, membuat dirinya ingin menangis, tetapi di tahan oleh nya.

__ADS_1


Liu masih menjerit kesakitan. Liu merasakan perih yang sangat ngilu, serasa telur nya pecah, membuat dirinya hampir pingsan. Mina menjadi lebih khawatir ketika melihat Liu masih kesakitan. Tak berselang lama, Liu pun pingsan dalam keadaan mulut terbuka, membuat dirinya seperti keracunan makanan.


"Liu.. Apakah kau baik - baik saja.." Tanya Mina. (' baik - baik saja, pala mu..'). "Ahhh.. Iya benar.." Mina teringat kalau dirinya memiliki pil penyembuh tinkat tinggi di dalam nya, membuat dirinya bahagia. "Untung saja ada ini kalau tidak.." Mina lalu memasukan pil itu kemulut Liu. Sekarang Liu merasa tidak sakit lagi, membuat dirinya bangun dari pingsan.


"Li-Liu, maaf kan aku.." Mina jadi menangis ketika Liu masih hidup. "A-aku tidak sengaja tadi menendang anu mu.." Ucap Mina. Liu yang teringat hal itu menjadi histeris, membuat dirinya panik lalu pergi ke kamar mandi untuk mengecek nya. Liu tidak memikir kan Mina, sekarang yang ada di pikiran dirinya adalah anu nya.


Setelah beberapa saat kemudian, Liu lalu keluar dengan nafas lega. Liu yang melihat Mina, hanya memandang nya saja dan lalu pergi ke tempat tidur. Sekarang Liu sedikit marah tetapi sedikit sedih ketika melihat Mina yang murung. Liu sekarang sedang marah, membuat dirinya tidak memperduli kan Mina.

__ADS_1


Mina yang melihat Liu pergi, membuat dirinya terkejut dan lebih murung lagi. Pagi hari nya, Liu melihat ke sebelah kanan di mana Mina sedang tertidur dengan memakai semua selimut membuat badan nya tertutup semua oleh selimut. Liu hanya memandang nya saja, lalu pergi ke kamar mandi untuk bebersih badan. Tak berselang lama Liu pun keluar dengan penampilan rapih.


Liu lalu merasa curiga terhadap Mina yang dari tadi tidak bangun - bangun dari tempat tidur nya, membuat dirinya khawatir lalu berlari ke arah nya. "Mina, apa kau baik - baik saja..?" Liu lalu membuka selimut itu. Liu terkejut kalau Mina tidak ada di sana. Di sana hanya ada 1 guling dan bantal, membentuk seperti Mina.


Liu tambah khawatir lalu keluar mencari Mina. Ketika Liu mau keluar, dia melihat sosok perempuan yang sedang murung memegangi kakinya. "Mina, kenapa kau bisa ada disini..?" Liu lalu memegang Mina dan mengoyang kan pundak nya. Tetapi Mina tidak mengeluar kan 1 kata apapun, membuat Liu khawatir.


Liu melihat wajah Mina yang lemas dan mengeluar kan air mata darah. Liu baru mengetahui kalau Mina tidak tidur semalam an, dan menangis sepanjang malam membuat air mata nya berubah jadi darah. "Mina, maaf kan aku.. Aku tidak bermaksud untuk memarahi mu, aku.. Aku hanya sedikit kesal saja.." Ucap Liu dengan wajah bersalah.

__ADS_1


"Tidak apa - ap-.. Uhuuk.. Uhukk.." Mina batuk darah, membuat sekujur bibir nya terhiasi darah. Liu yang melihat itu lalu mengendong nya, dan membawa nya ke tempat asosiasi singa darah dengan cepat memakai lankah cahaya.


__ADS_2