
Mereka mengingat kembali kata - kata bawahan nya Zheng Ren, mereka berkata kalau akan memberikan kami 1 jam, dan kalau tidak memasuki goa terdalam, mereka akan membunuh kami tanpa ampun.
Lin yang berdiri di paling belakang hanya diam memandangi mereka. Tanpa di ketahui, mereka seakan - akan tak memperdulikan Lin yang diam dan santai. Terlihat orang - orang yang di depan mata mereka, memandangi ujung goa yang bersinar.
"Seperti nya mereka sedang berpikir positif thingking." Batin Lin sedikit membuat wajah konyol. Terlihat panca indra (Lima indra) mereka sangat lemah. Padahal sangat jelas di telinga Lin sangat berisik dengan teriakan para laba - laba yang sedang bekerja.
Dan juga di mata Lin, sebenar nya di dalam sana itu gelap gulita. Di mata mereka yang lemah akan panca indra, terlihat kalau itu adalah halusinasi dari kabut racun dari para laba - laba.
Mendengar mereka berteriak terdapat cahaya, membuat Lin sedikit terawa, bahkan ada yang mengatakan ada yang sudah membasmi laba - laba ini. Sekarang Lin dapat memastikan, ada apa di dalam sana dan perinkat berapa sarang laba - laba ini.
"Sangat di sayang kan kalau mereka terbunuh disini. CkCk." Lin berdecik kasihan pada orang - orang di sisi Lin. Karna sudah setengah jam ia masuk, ia pun bergegas masuk menyelamatkan Wang Yushu dan Xiao Yun, serta mengambil Benda spiritual itu.
"Tak Tak Tak.."
Lin berlari ke dalam goa yang gelap gulita. Untuk manusia yang lemah, Lin meninggal kan mereka tanpa menengok sedikit pun.
***
"Shaaaa!!"
Lin sedang bertarung, melawan kroco - kroco siluman Laba - Laba yang cukup besar. Terlihat laba - laba itu marah ketika melihat Lin masuk ke dalam goa mereka. Lin hanya diam ketika melihat 10 kroco laba - laba ingin menyerang dia.
Dengan tanggap dan ahli, ia masih tenang, bahkan ketika menghindari serangan tajam dari 10 siluman laba - laba. "Shaa! Shaa!" Terlihat siluman Laba - laba yang cukup jauh dari Lin, terlihat ingin mengeluarkan racun asam yang dapat melebur besi sekalipun.
"---Maaf kawan, kalau kau ingin membunuh ku, kau terlalu cepat 1000 tahun untuk membunuh ku--" Lin yang cukup tanggap menghindari serangan tajam dari sebelah kiri nya, dengan cepat mengeluarkan senjata sabit nya dari tangan kiri, menusuk kepala siluman Laba - Laba yang di samping kanan itu.
__ADS_1
Kepala nya terbelah menjadi dua bagian, dengan cepat membunuh monster itu tanpa berkedip. Lin bukan hanya melakukan itu saja, ia dengan cepat mengapai mayat laba - laba yang terbunuh tadi, dengan meloncat menghindari serang laba - laba yang di sisi kirinya nya.
"Crahattt!!"
Semburan asam dari siluman laba - laba tadi keluar dari bawah tubuh siluman, terlihat racun itu berwarna hijau korosif. "Belebup! Belebup!" Terdengar suara letupan dari racun asam. Lin yang melihat serangan itu, mengunakan tameng mayat yang tadi ia bunuh, dan mengunakan nya untuk menghindari racun asam tersebut.
"Sudah ku bilang, kawan. Kau terlalu cepat untuk membunuh ku. Bahkan jika kau berumur 100, atau 1000, itu masih belum cukup membunuh ku, bahkan melukai ku. Jadi, matilah dengan cepat agar aku tak mencincang mu hidup - hidup."
Lin lalu mengeluar kan senjata Sabit nya, memegang senjata nya dari sisi kiri. Mengeluar kan Aura 'Kesabaran' dari tangan kiri Lin, terlihat sangat membakar, bahkan menerangi sepanjang jalan dari goa itu. Terlihat juga, siluman Laba - Laba itu sedikit takut dan gemetar, tapi rasa akan melindungi goa itu sangat besar.
"Ayo kita coba, apa yang bisa kau lakukan dengan 'Aura' baru mu."
Terlihat senjata Sabit itu bergetar, bersama'an nya dengan tangan Lin yang kiri terselimuti cahaya, membuat senjata Sabit itu terkontaminasi dalam aura mereka yang berbeda.
Setelah mengatakan jurus 'Sabit Kemulia'an', Lin mengayun kan 3 gerakan, dari atas samping kanan sampai samping bawah kiri, melesat membunuh satu di hadapan nya. "Shaaa!!" Terdengar suara jeritan, yang sangat menyakit kan di dalam tubuh siluman laba - laba yang Lin tebas sampai menjadi 2.
"1," Lin menghitung satu di dalam batin nya. Tanpa menyisah kan waktu, ia menunduk kan kepala ketika selesai membunuh siluman laba - laba. Tiba - tiba terdapat tangan tajam melintasi atas kepala Lin.
"Kau pikir gerakan yang licik seperti itu akan mudah melukai ku?"
"Shaa!"
Terdengar sekali lagi siluman Laba - laba berteriak marah. Tanpa memperdulikan, Lin sekali lagi menebas dari tengah kiri sampai tengah kanan, menebas kaki siluman Laba - laba itu menjadi tak memiliki kaki untuk berjalan.
"Maaf kawan, seperti nya hidup mu sampai sini saja.." Dengan cepat dan tenang, Lin memengal kepala siluman laba - laba itu dengan mudah. Terdengar suara teriakan dari siluman laba - laba itu ketika kepalanya terpengal, menjerit kesakitan dan mati tanpa suara lagi.
__ADS_1
Sekarang terlihat kalau senjata Sabit Lin yang terisi aura 'Kesabaran' membuat senjata itu menjadi cepat dan bertambah tajam, membuat Lin lebih gampang membunuh siluman - siluman laba - laba itu.
"2," Lin menghitung yang kedua. Sekarang, Lin melempar senjata nya, membunuh 2 di hadapan nya yang ingin menyembur kan racun hijau yang cukup korosif.
***
"Hah, seperti nya stamina tubuh ini sangat lemah. Tanpa Energi Alam yang bantu, ini bagaikan perbeda'an langit dan bumi. Yah walau begitu, aku cukup semangat untuk membunuh mereka semua."
Terlihat, Lin menduduki sesuatu. Di sekitar Lin, terdapat banyak nyawa siluman laba - laba yang melayang, bahkan terdapat setumpuk kristal siluman laba - laba di kantung yang besar di samping nya.
"Yah baiklah, sekarang waktu nya untuk membebas kan Xiao Yun dan Wang Yushu. Kalau tidak mereka akan ketakutan kelama'an di dalam kurungan jaring laba - laba.."
"Dan juga, kalau tidak salah di informasi sebelum nya sebelum kehidupan menjadi tabib terhebat, terdapat 1 tankai bunga racun laba - laba yang lanka. 1 bunga racun itu dapat mengobati beberapa racun dan paling efektif pada racun halusinasi yang sangat parah."
"Dikatakan untuk menemukan bunga ini sangat lah susah dan lanka, bahkan untuk menemukan nya pun membutuh kan keberuntungan yang sangat tinggi. Baiklah! Setelah menyelamat kan Xiao Yun dan Wang Yushu, ayo kita ambil barang lanka itu.. Munkin dapat di jual dengan harga yang cukup besar."
----------
Walau seluruh indonesia dalam keada'an darurat virus corona, atau bisa di sinkat covid 19
**Saya sepihak author 'Gamers Of Tersesat' turut prihatin kepada kalian yang terjankit covid 19, terutama kepada kalian yang sudah berjuang di garis depan, atau bisa di sebut para perawat covid 19. Walau begitu, tetap semangat, karna di rumah kalian, terdapat beberapa keluarga yang masih menunggu kalian untuk bertemu mereka.
Untuk kalian yang terkena Covid 19, semangat, karna saya yakin kalau kalian dapat bertahan, dan melampaui masa - masa keritis kalian. Walau sekarang keada'an sudah sedikit ter tangani, tetap jaga kesehatana, cuci tangan dan selalu memakai masker ketika keluar rumah kalian.
Dan saya ucap kan kepada semua orang selamat menunai kan ibadah puasa (Jangan hirau kan, udah kelewat kok ^o^), sekian terima kasih**.
__ADS_1