
Sekarang tinggal 10 hewan suci tinkat legenda yang belum Mina bunuh. "Hoshh.. Hoshh.. Kalian, majulah.. Akan ku bunuh kan kalian!" Mina sekarang kelelahan karena tadi telah membunuh banya hewan suci. "Hei, manusia.. Apa kau tidak kenal yang nama nya jumlah, hah?" Tanya salah satu hewan suci.
Mina tidak memperduli kan hal itu, Mina sekarang hanya memikir kan 1 hal, melindungi Liu dengan sepenuh kekuatan. Mina lalu melesat ke arah Hewan suci tersebut, lalu mengeluar kan satu jurus yaitu.
"Jurus Pertama Tinkat awal - Api Abadi Sang Phoenix"
__ADS_1
Jurus ini dapat berevolusi, tergantung keadaan. Api Abadi Sang Phoenix adalah jurus dimana seorang terkena api tersebut, si api tidak akan hilang selama hewan itu belum mati. Mina berhasil menebas sedikit kulit milik sang hewan suci.
Hewan suci itu merasakan hawa yang sangat panas, itu dapat membuat darah hewan suci itu meledak lalu membakar tubuh nya sampai meledak, walau hanya luka kecil dapat membunuh dengan mudah tanpa perlawanan.
Mina hanya dapat melakukan kan nya 1 kali dalam sehari, kalau tidak, dirinya akan mendapat kan rasa sakit yang sangat menyakit kan. "Aku.. Aku, Ha-Harus.. Melindungi.. L-Liu, bagaimana..Pun juga.." Mina sekarang sangat kelelahan, membuat dirinya hampir pingsan.
__ADS_1
"L-Liu.. Apakah itu kau.." Mina menjadi sangat senang ketika melihat penampilan Liu yang sangat tampan dan gagah ketika memakai pedang sabit nya di bahu nya. Bukan hanya penampilan nya saja yang berubah, tetapi aura nya memancar kan kehangatan dan ke bangsawanan membuat dirinya lebih tampan. "Kau sekarang bisa beristirahat, terimakasih telah melindungi ku dan maaf aku menunggu mu lama.. Sekarang aku pergi dulu untuk menghukum mereka yang sudah berani melukai mu.." Liu tersenyum ketika melihat Mina. Liu lalu menengok ke arah monster tadi dengan ekpresi yang sangat menyeramkan dengan senyuman sinis.
Aura Liu dapat menentukan teman dan lawan, aura Liu kepada teman dapat memancar kan kehangatan dan ke bangsawanan. sebalik nya jika ke musuh, aura itu akan memancar kan aura membunuh yang sangat tajam dan membuat musuh ter intimidasi, serasa gravitasi di diri mereka bertambah puluhan kali lipat, membuat mereka tidak bisa bergerak sedikit pun.
Wajah para hewan suci menjadi lebih pucat ketika Liu mendekati mereka lalu berkata, "baiklah.. Aku akan membiar kan kalian pergi, aku akan menghitung sampai 3.. kalau tidak ada yang pergi, maka hidup kalian sampai di sini, kalau begitu.. 3.." Liu baru mengatakan 3, hewan suci tadi langsung pergi dengan wajah yang sangat pucat pasi.
__ADS_1
Liu hanya bisa mengeleng kan kepala nya saja, melihat tinkah hewan suci tadi. Liu lalu menghampiri Mina yang sedang berbaring lemas di pohon sambil menatap Liu. "Maaf kan aku, Mina.. Aku sangat ceroboh memberi kan mu masalah yang besar.." Ucap Liu dengan wajah yang sangat murung. "Tidak apa Liu.. Malahan aku sangat senang melihat dirimu masih di samping ku.. Lagian, aku besok bakal pulih sepenuh nya. Ini hanya efek samping saja.." Mina memeluk erat Liu dengan senyuman rasa senang.