
Hai, perkenal kan, nama saya "Kelinci Imut" ^^ (Nama samaran).
Oh iya, untuk pembaca yang lama, tolong di baca ulang di awal Ch, karna ada perubahan di awal Ch. Di sini, ada perbaikan kata, nama, dan jalur aktivitas dalam novel. Untuk pembaca baru, di batasi sampai Ch di mana di judul tertulis seperti "Repair of Words", yang mengartikan sudah di perbaiki. untuk yang belum ada tulisan seperti tadi, itu meng arti kan kalau itu belum di perbaiki.
Ok, terima kasih sudah memperhatikan~ Salam dari "Author Kelinci Imut" ^^
--------------------
Tak terasa, waktu berlalu dengan cepat, hari demi hari berlalu, latihan demi latihan di lanjut kan, bahkan penghina'an atas kecacatan yang Lin Yue Yue alami pun tak ada habis nya. Setiap pagi, Lin Yue Yue berlatih berlari sampai batasan nya, lalu Lin Yue Yue memanjat pohon yang selalu Lin Yue Yue pukuli, memanjat sampai atas dengan 1 tangan. Beberapa saat, Lin Yue Yue menlanjut kan latihan nya ke arah latihan tubuh yang mendasar seperti push Up, DLL.
Setelah latihan itu, Lin Yue Yue lanjut kan dengan mengambil pengalaman di hutan buas, bertarung dengan mereka. Biasa nya, mayat yang di bunuh Lin yue Yue dapat di jual dan mendapat kan uang dengan menjual kulit hewan dan daging - daging lain nya. Tak luput dengan itu, Lin Yue Yue selalu kembali dengan penuh luka.
Hari - hari yang di jalani Lin Yue Yue dengan penuh syukur, tak terasa berlalu dengan cepat, dan.. Hari dimana ayah ibu nya di bunuh pun terjadi.
*** Flash back (Lin Yue Yue). Sebelum Lin Yue Yue berlatih bersama dengan Xiao Yun.
"Dage - Lin, kau sangat lah hebat! bahkan ketika melawan monster perinkat perunggu kau tetap memenang kan nya dengan sangat tenang! Kau memang lah idola ku, Dage - Lin..!" Ucap nya senang. Terlihat kalau Lin Yue Yue mengangkat 1 harimau yang agak beda dengan harimau biasa nya, di dalam taring nya, terlihat sangat lah tajam, itu bisa mengoyak pohon.
"Ya sudah,, Ayo bergegas, munkin Ayah dan Ibu menunggu di rumah." Ucap Lin Yue Yue merasa cemas di dalam dirinya. Beberapa saat, Lin Yue Yue pun melihat asap di arah Desa, itu membuat nya berdegup kencang di dalam dirinya.
"..!!.." Karna tak kuasa melihat asap yang berkobar kencang, Lin Yue Yue pun bergegas ke arah desa, membuang harimau itu di jalan.. Untuk Xiao Yun, ia hanya memperhatikan sekitar, tak menyadari keributan di desa milik nya.
"Ahh..?! Dage - Lin,, Kenapa kau membuang harimau nya..?!" Xiao yun kaget, melihat Lin Yue Yue melempar harimau itu, bahkan Xiao Yun pun di tinggal sendiri. "Dage--.. Ahk! Kenapa kau berlari..?!" Tanya nya kaget melihat Lin Yue Yue lari meninggal kan harimau itu.
Xiao Yun pun bimbang, memilih meninggal kan buruan nya atau mengejar Dage - Lin nya? "Hah~ Dage Lin,, Kau membuang hasil buruanmu.." Ucap nya selamat tinggal ke harimau itu, mengalir kan secercah air mata.
"Selamat tinggal.. Hiks ~ Hiks ~" Ucap nya sedih.
__ADS_1
*** Desa Rumput Hijau berada.
"..!!.." Lin Yue Yue kaget. "Ayah! Ibu!" Teriak nya melihat seluruh rumah terbakar, bahkan orang - orang yang di kenal baik oleh Lin Yue Yue lebih terkejut, melihat mayat berserakan dengan tubuh yang terpisah, dari tangan, kaki bahkan kepala mereka.
Dalam hal ini, ini pasti nya di sebab kan oleh gelombang penyerangan para monster, kalau tidak.. Apa lagi yang bisa membuat kekacauan yang seperti ini? Lin Yue Yue pun shock, melihat itu.
Beberapa saat berlalu, Lin Yue Yue pun berlari kembali mengarah ke rumah ayah dan ibunya, melihat keadaan. "To- Tolong.. Tolong~~" Saat berlari, Lin Yue Yue mendengar suara minta tolong, Lin Yue Yue pun terdiam, memanggil - manggil mereka.
"Tolong.. Aku.. Ada di sini.." Ucap nya terdengar pelan dan kesakitan. Untung nya, Lin Yue Yue memiliki pendengaran yang tajam. Ia pun mulai menghampiri orang tersebut, di sekitar rumah belakang.
Terlihat rumah itu ambruk, terdengar suara lelaki serta suara anak kecil menangis. Lin Yue Yue pun mengali, mencari mereka. "Pak, Wang? Pak Wang!!" Melihat lelaki yang bernama Wang itu, Lin Yue Yue kaget melihat nya setengah tubuh yang hancur.
Paman Wang, ia adalah salah satu orang yang selalu membantu Lin Yue Yue dan keluarga nya, di kala keluarga Lin Yue Yue sedang tak punya uang, Paman Wang lah yang selalu membantu mereka.
***
"Kakek,. Hiks, Hiks.. Kakek.." Terdengar suara adik kecil menangis di samping kakek nya. Melihat adik kecil ini, Lin Yue Yue merasa sedih melihat kakek nya meninggal kan nya.
"Paman Wang.. Aku akan membantu mu.. Jadi, dimana tempat nya..?" Tanya Lin Yue Yue mendekat. Terlihat kalau Paman Wang ingin menghembus kan nafas terakhir nya, membuat si adik kecil ini menangis lebih keras.
"Di.. Distrik Emas.." Di ucapan terakhir, saat itulah, Paman Wang menghembus kan nafas terakhir nya, membuat adik kecil ini memanggil - manggil kakek nya yang sudah meninggal itu.
Beberapa saat, Lin Yue Yue pun terdiam. Tak lama, Lin Yue Yue pun memanggil adik kecil itu. "Adik Kecil, nama mu siapa?" Tanya Lin tersenyum ramah.
"Namaku,, Nama ku Wang Yushu.." Ucap nya mengusap air mata nya.
"Baiklah Wang Yushu.. Bagaimana kalau sekarang kita pergi? Di sana, ada adik ku, Xiao Yun sedang menunggu.. Di sini sangat lah panas, dan banyak monster berkeliaran.." Ucap nya membujuk.
__ADS_1
"Baiklah.." Ucap nya lemah kebanyakan menghirup asap.
***
Tak lama, Xiao Yun sudah menemukan Dage - Lin nya. Sebalik nya, Lin Yue Yue menemukan Xiao Yun. "Dage - Lin.. Kenapa di sini kebakaran?" Tanya nya celingak - celinguk. "..Dan, apa yang kau lakukan pada adik manis ini?" Tanya nya bingung melihat Dage Lin nya membawa adik kecil imut di punggung nya.
"Ini adalah cucu Wang.. Ia, ia meninggal tertimpa bebatuan besar.." Ucap nya tersenyum pahit. Xiao Yun pun mengerti, merasa sedih dengan kepergian Paman Wang. "Baiklah, Dage - Lin.. Biar kan aku yang membawa nya pergi.. Kau pergilah, cari ibu dan ayah.." Ucap nya sepemikiran dengan Dage nya.
***
Di sepanjang jalan, terlihat banyak nyawa tak tertolong terbunuh. Melihat hal itu, Lin yue Yue hanya berharap agar orang tua nya tak meninggal. Tak lama setelah di depan rumah nya, terlihat kalau di sana sudah ambruk, tak ada 1 pun orang di sana.
Karna masih lah sangat cemas, ia pun mulai mencari lagi. Berjam - jam pun berlalu, tak 1 kali pun Lin Yue Yue melihat orang tua nya, bahkan 1 orang hidup pun tak ada di sana. "Ayah! Ibu..!" Teriak Lin Yue Yue. Tak satu orang pun menjawab teriakan nya itu. Lin Yue Yue terus melakukan itu, melewati banyak rumah yang terbakar.
"Lin.. Lin.." Ketika Lin Yue Yue sedikit meyerah, ia merasakan secercah harapan. Mendengar hal itu, Lin Yue Yue mencari, akhir nya menemukan ibu nya dalam keada'an kehilangan 1 kaki kanan nya. "Ibu?! Ibu..!!" Lin Yue Yue berlari, mengarah ke arah tengah jalan di mana ibu nya berada.
"Ibu? Apa yang terjadi padamu?! Di mana ayah..?!" Tanya nya khawatir. Ibu nya hanya tersenyum.
"Nak Lin,, Kau sudah besar ternyata.." Ucap ibu Lin, memegang pipi nya. "Nak Lin.. Sebenar nya, ada yang ingin ibu bicara kan padamu.. Ini mengenai masalah dirimu..
Kau datang lah ke pohon yang ada di tengah hutan itu.. Lalu masuk lah kedalam sana ketika malam purnama.. Kau nanti nya akan mengetahui jawaban nya.." Ucap nya seraya pelan.
"Pohon? Jawaban? Apa yang kau maksud ibu.. Jangan pikir kan itu dulu, ayo rawat luka mu ini.." Ucap Lin Yue yue khawatir tak mendengar kan dengan serius.
"Itu tidak bisa di obati.. Lupakan itu, ibu tak akan bertahan lama.. Dan sebelum itu, cari ayah mu, ia di bawa oleh para monster kadal.. Seperti nya ayah mu di jadikan budak di sana.." Ucap Ibu Lin sedikit lemah.
"Berhenti lah berbicara omong kosong, ibu.. Ayo kita pergi.." Ucap Lin melihat ibu nya kehabisan nafas, tak lama ia pun meninggal dunia. Setelah mengucap kan itu, Lin Yue Yue menangis.
__ADS_1