
[Xiao Yun VOP~]
Setelah Xiao Yun berlari mendekati desa rumput Hijau, terlihat di mata Xiao Yun di sepanjang jalan desa milik nya terbakar habis, terlihat juga mayat berserakan di mana - mana. Xiao Yun mulai khawatir, dengan Dage - Lin nya serta ke dua ayah ibunya.
Xiao Yun sedikit lemas, tapi juga tak langsung begitu saja menyerah tanpa perjuangan sedikit pun. Ia mulai mencari di sepanjang jalan, bersama'an meneriaki nama - nama keluarga nya.
"Dage - Lin! Ayah! Ibu!!" Xiao Yun berusaha mencari mereka di sepanjang jalan, tetapi hasil nya tetap nihil, tidak ada 1 sahutan pun yang menjawab. 30 menit berlalu setelah mencari mereka, dan sekarang Xiao Yun terlihat mulai membuahi hasil.
Beberapa saat setelah meneriaki nama - nama keluarga nya, akhir nya Xiao Yun melihat seseorang berjalan kearah nya. Terlihat orang itu mengendong anak perempuan kecil imut seumuran dengan Xiao Yun.
"Dage - Lin! Akhir nya aku menemukan mu.." Ucap Xiao Yun senang setelah melihat orang tersebut, tak lain dan tak bukan adalah Dage - Lin nya. Beberapa saat setelah pertemuan, Xiao Yun pun mulai penasaran dengan adik kecil yang menempel pada Dage - Lin nya. "Dage - Lin, siapa dia?" Tanya Xiao Yun melihat wajah nya tersedu - sedu.
Lin Yue Yue yang juga menemukan adik nya sedikit senang.
"Xiao Yun?!" Ucap Lin Yue Yue ketika menemukan Xiao Yun di jalan. Beberapa saat, Lin Yue Yue mulai menjawab pertanya'an Xiao Yun. "Ini adalah Wang Yushu.. Dia cucunya Paman Wang.. Paman Wang.. Ia, ia meninggal karna tertindih rumah.." Ucap Lin Yue Yue penuh kesedihan.
Xiao Yun yang mendengar itu, sedikit di sayang kan dan mulai menjadi sedih.. Xiao Yun ingin sekali, menjadi orang kuat, agar melindungi orang - orang baik seperti paman Wang. Tapi.. Xiao Yun sekarang tak memikir kan itu sekarang, ia lalu membantu Dage - Lin nya. "Dage - Lin.. Biarkan aku yang membawa Wang Yushu keluar desa.." Ucap Xiao Yun menawar kan bantuan.
"Tapi--" Lin Yue Yue di selip. "Tidak apa - apa Dage - Lin! Kau cari lah Ayah dan Ibu.. Aku khawatir dengan mereka.." Ucap Xiao Yun merasakan gelisah di hatinya. Beberapa detik berlalu, Lin Yue Yue pun setuju, dan membiar kan Xiao Yun membantu nya mengendong.
"Baiklah.. Kau pergilah ke daerah bukit.. Aku akan menyusul kalian setelah menemukan Ayah Ibu.." Setelah mengatakan itu, Lin Yue Yue pun pergi ke arah rumah nya.
***
"Wang Yushu, apa kau sudah baikan..?" Tanya Xiao Yun sedikit khawatir dengan keada'an Wang Yushu.
"Aku tidak apa - apa.." Wang Yushu mengusap air mata nya, mulai tersenyum. Ia tahu, kalau bersedih tidak akan membuat kakek nya kembali, malah sebalik nya, ia tidak ingin merepot kan Xiao Yun dan Lin Yue Yue, ia pun mulai sedikit tenang dengan keada'an nya sekarang ini.
"..Hmm, kalau begitu, ayo kita pergi dari sini.." Ucap Xiao Yun tersenyum. Karna sudah tidak ada urusan lagi di sana, mereka pun mulai menjauhi tempat itu. Dari sana, Xiao Yun yang mengedong Wang Yushu pun mulai berlari dengan larian yang cukup ringan dan cepat tapi juga tidak terlalu cepat.
***
Beberapa menit berlalu dengan cepat, Xiao Yun yang berlarian mulai kelelahan, terlihat kondisinya ngos - ngosan dengan nafas yang tidak teratur. Di sana, di saat bersama'an, terlihat dewi keberuntungan sedang tidak di pihak nya.
__ADS_1
Di tempat Dan waktu yang sangat bersama'an, Xiao Yun menemukan segerombolan para kadal berwarna putih dengan senjata kapak yang cukup besar. Dalam jumlah, di sana terdapat 20 kadal dengan kekuatan yang sangat besar. Ciri - Ciri kadal ini, mirip seperti manusia. Dalam berbahasa, berjalan juga berperilaku.
Xiao Yun merasa dewi keberuntungan sedang mempermain kan nya, tapi juga itu cukup bagus. Xiao Yun menemukan tempat tersembunyi yang cukup tertutupi, yaitu jerami yang besar dan panjang, itu cukup untuk mereka bersembunyi dari segerombolan para kadal putih itu.
***
Setelah di tempat tersembunyi tersebut, Xiao Yun mulai menurunkan Wang Yushu ke tanah, dan mulai duduk di belakang nya sambil menutup mulut Wang Yushu yang kecil dan cantik. "Maaf Wang Yushu.." Ucap nya lalu menutup mulut milik Wang Yushu yang kecil itu.
Sementara itu.
"Hei, Kau tau? Saat kami menyerang, kami membunuh banyak manusia di desa itu! Bahkan kami pun berhasil mendapat kan banyak budak (Laki - laki), bagaimana dengan tim kalian..?"
"Mana ada. Dari pada itu, kami yang mendapat kan banyak budak! Bahkan kami mendapat kan ratusan budak!"
"Apa?! Apa kau pikir hanya kau saja yang membunuh banyak? Kami pun banyak membunuh, bahkan kami bakar semua manusia yang ada di sana!!"
Terdengar para kadal itu sombong, menyombong kan diri pada teman - teman nya. Xiao Yun yang mendengar itu sedikit gemertak kan gigi, ingin membunuh mereka. Tapi apa daya? ia masih belum di bankit kan dan belum memulai lautan Qi.
*** [Xiao Yun VOP~ Complate]
Terlihat Xiao Yun dan Wang Yushu yang pertama sampai di tempat perjanjian. Sekarang mereka hanya perlu menunggu Dage - Lin nya datang dengan orang tua nya.
Tak lama untuk mereka menunggu Dage - Lin nya datang. Terlihat dikejauhan terdapat seseorang lelaki datang mendatangi mereka, bersama'an mengangkat tubuh seseorang dengan dua tangan nya.
"Dage - Lin?! Apa itu kau..?" Tanya Xiao Yun antusias melihat Dage nya pulang dengan selamat. Lin Yue Yue yang mendengar itu, hanya terdiam mematung mengabaikan Xiao Yun.
Xiao Yun yang melihat itu mulai kebingungan, baru pertama kali nya Dage - Lin terdiam seperti ini. Karna tak ada jawaban, Xiao Yun sekali lagi bertanya. "Dage - Lin, mana Ayah dan Ibu..?" Tanya Xiao Yun sambil mencari orang tua nya, penasaran kemana orang tuanya berada.
Terlihat, di belakang tubuh Lin Yue Yue tak ada siapapun, yang ada, hanya ada 1 orang wanita yang mati dengan kaki kanan yang hilang terpanku di kedua tangan Lin Yue Yue.
"Hei, Dage - Lin? kenapa kau diam saja?" Tanya Xiao Yun sedikit curiga, bersama'an mulai menurun kan senyuman nya tadi. Walau begitu, Lin Yue Yue tetap mempertahan kan tubuh nya yang terdiam itu, bersama'an dengan senyuman pahit.
"Dage - Lin.. Siapa yang ada di pankuan mu itu?" Tanya Xiao Yun, penasaran dengan apa yang di bawa Lin Yue Yue. Saat melihat wajah nya, Xiao Yun sedikit tergoncang dengan tubuh yang berdiri. "Tidak.. Tidak munkin.." Saat ia melihat wajah nya, ia sedikit tersentak.
__ADS_1
Lutut yang mendirikan Xiao Yun bergetar, ingin ambruk dalam seketika. Terlihat, Xiao Yun terdiam dengan tubuh yang tergoncang.
"Maaf kan aku, Xiao Yun.." Lin Yue Yue mulai berbicara. terlihat di bibir Lin Yue Yue, Lin Yue Yue mengigit nya, menahan tangisan milik nya. Walau begitu Lin tak bisa menahan nya dan mulai menangis.
Walau Lin Yue Yue seorang pria, ia tak bisa selama nya terlihat tak berperasa'an. Sesekali, manusia di tujukan memiliki rasa sedih, untuk menunjukan betapa berharga nya orang tersebut ketika meninggal dunia.
Untuk hari ini, Lin Yue Yue mulai benar - benar membenci dengan takdir miliknya. Untuk pertama kalinya, ia di lahir kan di keluarga yang bahagia, tapi dengan kondisi yang sangat memperhatinkan, ia masih tenang dan mengambil positif nya.
Yang kedua kalinya, takdir memberinya kecacatan yang cukup sulit di sembuh kan, yaitu meridian yang rusak, itu membuat semua keinginan untuk membankit kan ekonomi keluarga nya dengan kekuatan hanya sampai angan - angan saja, tapi Lin masih menerima, dan mulai berusaha dengan latihan kuno.
Dan, untuk yang ketiga. Ia sekarang sudah tidak berharap pada takdir. Karna takdir sudah membuat nya kehilangan orang yang memberi Lin Yue Yue kasih sayang selama ini, sampai sebesar ini, dengan mudah nya di bunuh oleh para kadal.
Itu membuat nya bergejolak, tapi juga tak bisa apa - apa, itu membuat pukulan untuk dirinya.
Xiao Yun terdiam dengan mulut setengah terbuka. Terlihat tubuh Xiao Yun sekarang sudah tak tahan dengan goyahan dalam tubuh milik nya, dan mulai tertuduk lemas, menangisi ibu nya. Tapi sebelum itu, Xiao Yun sedikit berpikir, dan mulai melihat secercah harapan di depan milik nya.
"Da.. Dage - Lin, kalau begitu.. Dimana ayah sekarang..?" Tanya Xiao Yun sedikit tersedu - sedu.
"Ayah.. Ayah di bawa oleh para kadal itu.." Ucap Lin Yue Yue mulai berhenti menagis, mulai menegar kan tubuh nya. Di sana, Wang Yushu tak ikut dalam urusan keluarga milik Xiao Yun serta Dage - Lin, tapi ia cukup merasakan kesedihan mereka yang kehilang seseorang yang sangat berharga.
*** [Pagi Hari, setelah penguburan mayat ibu Lin Yue Yue dan Xiao Yun]
Setelah memakam kan ibu mereka di atas bukit yang penuh akan pemandangan indah dan angin yang sejuk, Lin Yue Yue, Xiao Yun, dan Wang Yushu berharap ibu mereka tenang dan damai di alam sana.
[Note: Kita Skip aja]
Pagi nya, mereka berburu hewan yang dapat di makan. Siang hari, mereka menjelajah di sepanjang hutan, mencari perlindungan untuk melindungi mereka dari lapisan pohon.
Sore hari, Xiao Yun dan Wang Yushu menemukan goa yang cukup tertutup dan cukup aman, dan mereka pun mulai bersembunyi di sana. Sebalik nya untuk Lin Yue Yue, ia mendekat ke arah pohon yang besar nan tinggi itu, yang di ceritakan terdapat mitos yang menakut kan.
***[Tengah malam, malam bulan purnama]
"Akhir nya, malam purnama di mulai.." Ucap Lin Yue Yue melihat malam purnama yang merah, semerah darah di atas langit. Terlihat bulan itu mulai menyinari sepanjang hutan, terutama pohon besar nan tinggi yang di bawah bulan purnama itu.
__ADS_1