
"Walau aku ini di kehidupan sebelum nya belum pernah memakai senjata sabit, tapi senjata type inilah yang membuat 100% kekuatan ku teroptimal kan. Yah walau aku tak memiliki jurus type sabit, ayo kita coba gerakan pemain pedang serta pemain panahan.."
Lin mengangkat senjata sabit karatan itu dengan satu tangan. "Gerakan pertama, panah dewa!" Lin mengayun kan senjata sabit nya dari atas kepala sampai bawah tanah, menciptakan serangan bayangan jarak jauh. Dalam serangan itu, serangan itu bisa setara tinkat 'Silver'.
"Hee! Gerakan kuda - kuda, gerakan knight! Gerakan kedua, Panah pembunuh!" Lin dengan cepat menarik Senjata Sabit nya dari tanah, lalu meragakan gerakan Knight, tapi kebalikan dari gerakan tersebut.
Kaki kiri kedepan dengan kaki kanan di belakang, tangan Lin yang kiri untuk mengarah arah sasaran yang ingin dia arah kan.. Dan tangan kanan nya untuk mengangkat senjata Sabit nya dari bahu.
Lin membunkuk, mengayun kan tangan kanan nya ke tengah menyerang angin dengan perlahan seperti serangan biasa. "Slashh!!" Dalam sekejap bayangan ungu sekali lagi keluar dari sabit dengan cepat, menyatu dengan bayangan tadi yang Lin keluar kan, membentuk tambah.
"Dhuar! Dhuar! Dhuar!"
Ledakan terjadi dengan cepat, setiap tebasan bayangan yang menebas pohon memiliki ledakan yang kuat walau pada batu sekalipun. Tak henti dari sana, serangan itu memperbesar, membuat setengah hutan menjadi target serangan Lin.
"Astaga, padahal hanya 2 gerakan dan 2 serangan, tapi dapat mengeluarkan ledakan yang dasyhat. Setidak nya serangan itu dapat membunuh tinkat Emas level awal, bahkan dapat melukai tinkat Emas level menengah.." Batin Lin senang tanpa reaksi dari tubuh.
"Ehh? Kok tidak berhenti ya, serangan nya?" Tanya Lin, melihat serangan milik nya tak hilang - hilang, malah meregenerasi kembali. Walau sudah hampir menghancur kan setengah hutan, serangan bayangan itu tetap menyerang tanpa berhenti.
"Ahk!" Lin Terkejut menyadari sesuatu. "Pantas saja tak berhenti - henti, ternyata harus di putus dulu aura milik ku, kalau tidak, serangan itu akan terus meregenerasi."
Lin yang ceroboh hanya mengusap kepala dengan senyum, padahal sudah hidup 1000 kali, tapi tetap ceroboh. "Yah baiklah, senjata ini sangat cocok dengan karakter ristik aura miliku, kenapa tidak pakai senjata ini saja untuk seterus nya?" Tanya Lin, tersenyum senang.
__ADS_1
"Oh ya benar, sekarang emosi ku sudah lebih setabil dan jauh lebih baik, ini sangat mengenak kan. Aku harus lebih berterima kasih pada aura 'Kesabaran ku'. Walau begitu, aura yang kudapat masih sedikit.."
Ucap Lin mengepal kan tangan kiri nya, berterima kasih dengan senyum. Karna sudah tidak ada apa - apa di sini, Lin pun ingin segera pergi, meninggal kan tempat ini.
***
"Krak, Krak, Crang.."
Melihat dunia yang retak dan hancur, Lin acuh tak acuh. Lin hanya mementing kan membunkus senjatanya sepenuh nya dengan kain putih, menutup senjata yang karatan dan panjang itu di pungung milik nya. Lin sudah tahu, bakal terjadi seperti ini. Setiap dunia buatan, pasti terdapat inti yang dapat menghancur kan, dan Lin sudah mengambil inti dunia tersebut, yaitu sabit milik nya.
"Baiklah! Ayo pulang, selamat kan Xiao Yun dan Wang Yushu, lalu pergi dan mengantar kan Wang Yushu pada orang tua nya!"
Beberapa saat setelah mengucap kan itu, dunia itu hancur bersama pohon yang besar nan tinggi. Lin di teleportasi, sampai di awal ia masuk. Lin yang melihat pohon itu, hanya diam memandangi pohon tersebut. Terdengar suara hancur serta retak, itu menandakan kalau pohon itu akan tumbang.
Suara jatuh pohon itu mengerikan, suara yang bergema itu ter telusuri sampai ujung hutan, membuat keributan di seluruh hutan. Perlahan, pohon mengering setelah tumbang dan lenyap tanpa sisa.
"Yah begitulah misteri pohon ini.." Ucap Lin menyilang kan tangan nya, melihat awal tumbang sampai di akhiri mengering dan menghilang. "Oh ya, kedepan nya aku harus secepat nya memperbaiki cara menyembuh kan meridian, kalau tidak aku akan jadi lolucon buat mereka yang sudah di atasku."
Karna sudah tidak ada urusan di sana, Lin pun berjalan santai, melankah ke arah tempat Xiao Yun serta Wang Yushu di tahan. Walau di luar terlihat masih siang, kalau di dalam pohon pasti sudah beberapa hari sekarang, tapi Lin tak memikir kan itu sekarang.
***
__ADS_1
Di hutan yang lebat dan penuh hewan yang ganas, siapapun yang masuk hutan ini tak akan kembali dengan selamat. Tapi beda untuk Lin, Lin sudah mengenal hutan ini bertahun - tahun sejak ia mulai latihan, apalagi dengan "Detection Life", ia sudah tahu tata letak para monster berada.
Lin berjalan, melankah dengan santai. Di mulut nya terdapat 1 batang daun, terlihat kalau Lin sangat santai dengan penyelamatan nya itu. Walau tidak ada halangan, tapi tetap ada saja keributan, dan disini lah yang membuat keributan jadi masalah.
"Hei! Kalian, cepat hadang monster itu! Kalau tidak, akan ku bunuh dan cincang kalian!"
"Ah! To-Tolong Bos, jangan biar kan kami mati, aku tak ingin mati di sin- Arrghh!"
Suara jeritan mengiang di telinga Lin, membuat nya sedikit penasaran dan cukup menarik baginya. Ini adalah keberuntungan, untung nya ia lewat jalan sini, kalau tidak dewi keberuntungan pasti nya akan memihak orang lain.
Karna senang, Lin pun mendatangi mereka. Terlihat di sana, terdapat ratusan orang. Seperti nya murid dari daerah kaisar Han. Melihat itu, ia pun memegang dagu nya, memikir kan sesuatu. Tiba - tiba, senyuman nya menurun.
Di mata Lin, terlihat beberapa puluh orang termakan mahluk buas. Terlihat di sana mereka menjadi tumbal para orang - orang di atas, tersenyum menikmati terbunuh nya sesama mereka. Lin segera tahu, kalau mereka memanfaat kan mereka yang lemah untuk menjadi pijakan dari merka yang kuat.
"Manusia memang sama saja, membunuh satu sama lain. Lemah di bunuh, kuat di hormati, itulah hukum di benua Phoenix ini.. Aku cukup kasihan pada dunia yang hancur dan penuh penderita'an ini. Walau memang benar kuat adalah yang menang, karna itulah aku ingin kuat."
Lin lalu menaiki pohon, tiduran sambil mendengar mereka bertenkar adu mulut.
***
"Kau! Kau, Zheng Ren! Awas saja kau! Aku akan mengutuk mu terbunuh dengan sadis! Lihat saja, aku akan menunggu mu di neraka dengan yang lain, dan akan membalas dendam dengan apa yang sudah kau lakukan pada kami!"
__ADS_1
Orang yang tadi mengutuk, perlahan tengelam ke Danau, bersama'an di makannya monster danau tersebut. Mendengar orang tadi, orang yang bernama Zheng Ren itu pun mengucap kan sesuatu, dengan tawa sinis.
"Haha, kau pikir aku ini siapa? Apa kau pikir aku akan mati dengan penghina'an seperti kalian para sampah.." Tawa sinis Zheng Ren terdengar oleh lain nya. "Lagi pula, aku juga tidak akan menyusul kalian, kalian para sampah lah yang akan masuk neraka, Hahaha!" Tawa Zheng Ren sinis dan keras, cukup untuk tidak mengenakan di kuping mereka yang mendengar nya.