
[Note: Untuk kalian semua, baca nya agak pelan, sama perhati'in setiap kata - kata nya. Karna kalo baca nya kecepetan, nanti suka ada yang kelewat, jadi pelan - pelan aja sama perhati'in setiap kata - kata yang ada.
Ok, semangat baca nya ^o^
--------------------
Lin yang di gusur hanya bisa mengigit kerah baju putih nya, mengingat kejadian sebelum nya. Di telinga nya tergiang kata kata yang pedas, seperti. 'Imajinasi liar~, imajinasi liar~~" Itu membuat nya sedikit trauma.
"Ayolah Dage Lin, jangan seperti anak kecil begitu." Ucap Xiao Yun berkeringat mengusur Dage nya. Dari ujung sampai jalan tangga, itu jauh nya seratus meter lebih dan Xiao Yun berhasil mengusur Dage nya sampai dekat tangga (Bersama'an dengan barang - barang Lin bawa). Itu cukup menakjub kan menurut Lin.
Terlihat Wang Yushu tertawa pelan, dan.. Sedikit cangung melihat tarik menarik seorang adik kakak itu. Lin yang sudah sadar diri dari trauma nya pun berdiri, terlihat baju bagian bawah nya sedikit kotor, sekalian ia pun menepuk - epuk baju putih nya yang kekotoran itu. "Baiklah - baiklah. Dasar adik yang crewet."
Setelah Lin mengatakan itu, Lin lalu berjalan keatas, bersama'an dengan Wang Yushu mengekor di belakang tubuh Lin. Xiao Yun yang melihat ujung kaki Lin yang sudah naik ke atas, masih berdiri di tempat, mencerna sifat baru milik Dage Lin nya.
"Dage Lin yang sekarang terlihat lebih terbuka dan lebih santai. Berbeda dari yang dulu, yang penyendiri dan jarang bersosial dengan orang - orang sekitar nya. Sekarang, terlihat sangat kuat, berkharisma, bahkan sifat dan cara berbicara nya sangat berbeda dari sehari sebelum nya, seperti 1 orang dengan 2 sifat yang berbeda." Batin Xiao Yun memandang Lin yang sudah hilang di depan nya.
"Hei, apa kau akan diam saja di sana? Kalau tidak mau di tinggal, cepat lah kemari!" Teriak Lin di atas, memanggil Xiao Yun yang masih di ruang bawah tanah.
Xiao Yun yang mendengar itu, tersenyum lembut. "Walau Dage Lin sudah berubah 180 derajat, dan merubah sikap nya menjadi lebih baik dari sebelum nya, lalu kenapa? Dage Lin tetap lah Dage Lin untuk ku!"
Batin Xiao Yun, senang dengan perubahan Lin Yue Yue yang tiba - tiba itu. Kalau Dage Lin suka dan bahagia dengan sikap baru nya, lalu kenapa? Itu akan lebih baik menurut Xiao Yun.
"Iya! Dage Lin, jangan tinggal kan aku!" Teriak Xiao Yun sedikit khawatir di tinggal seorang diri, bersama'an sambil berlari ke arah tangga. Terlihat, di sekitar bibir nya di penuhi akan senyum.
Sesampai di atas tangga.
"Kenapa kau sangat lama? Ini! Bawakan kantong yang penuh keristal ini. Kau bawa lah sendiri. Untuk Wang Yushu, kau ikuti saja di belakang tubuh ku." Ucap Lin, melepas kan kantong di belakang tubuh nya, bersama'an melempar kantung yang penuh keristal itu pada Xiao Yun.
__ADS_1
"Ah! Wang Yushu juga ingin membantu.." Terlihat Wang Yushu sedikit masam, melihat dirinya seperti beban untuk mereka. Untuk Xiao Yun yang menerima itu, sedikit shok melihat kantung yang penuh keristal itu. Bukan karna terkejut akan isi di dalam nya, tapi berat nya!
Lin yang melihat tinkah mereka yang tertukar, membuat Lin sedikit tersenyum melihat mereka sangat semangat.
***
Di pintu masuk goa siluman laba - laba, terlihat puluhan orang - orang berkumpul menunggu sesuatu. Melihat puluhan orang - orang berkumpul, membuat hewan - hewan di sekitar nya menjauh dari tempat itu.
Di dalam rombongan itu, terdapat 30 orang kultivator tinkat Perunggu level 7-8. Ada juga 20 orang tinkat Perak level awal. Bahkan, ada 3 orang tinkat Perak level 3 dengan pimpinan yang lebih kuat yaitu tinkat Perak level 6.
Dari 50 menit terakhir sesudah memasukan para (Umpan) menuju sarang siluman Laba - Laba, tak sekali pun terdengar suara teriakan di dalam goa sana, membuat rombongan itu sedikit curiga dengan para (Umpan) yang berdiam diri di tempat yang cukup aman, menghindari para laba - laba itu.
Zheng Ren, sang pimpinan dengan tinkat kultivator di tahap Perak level 6 itu sedikit merasa aneh dengan (Umpan) mereka yang memasuki goa siluman itu. Zheng Ren merasa seperti terdapat mahluk berbahaya memasuki rombongan (Umpan) tadi, menyamar menjadi salah satu dari mereka.
Perasa'an yang menganggu hati Zheng Ren sekarang, juga di rasakan ketika di danau para siluman ikan tadi. Serasa, seperti monster yang menyamar menjadi anggota mereka, atau menyamar menjadi anggota kelompok milik si Zheng Ren saat di danau tadi.
"Zheng Ren, kenapa wajah mu seperti sedikit khawatir? Apa ada sesuatu yang terjadi?" Tanya seseorang lelaki di tinkat Perak level 3. Melihat Zheng Ren yang sedikit mengertakan gigi mencemas kan sesuatu, membuat ia menjadi penasaran.
"Aura Berbahaya? Apa kau juga merasakan nya? Awal nya aku mengira itu adalah aura orang yang sudah mati, tapi bukan. Saat aku mengecek kalau itu bukan aura yang sudah mati di danau, aura berbahaya itu juga bersama'an mengikut ke arah kemana tujuan kita tertuju. Walau samar - samar merasakan, aura itu berakhir di gerombolan para (Umpan) tadi."
Pria yang tadi menjelas kan itu sedikit mengkerut kan alis, bersama'an dengan si Zheng Ren menyadari sesuatu yang salah. Pria yang tadi pun juga tersadar akan sesuatu, membuat nya sedikit terkejut.
"Sialan! Ada seseorang yang menyamar menjadi umpan!" Zheng Ren yang menyadari itu pun berteriak, menyesal tidak memeriksa aura misterius itu. Sekarang Zheng Ren sudah berteriak, membuat para bawahan nya si Zheng Ren menyadari sesuatu, membuat mereka sedikit khawatir akan sesuatu.
"Apa? Ada penyusup? Siapa yang menjadi penyusup?"
"Sialan, seperti nya salah satu dari (Umpan) tadi ada seseorang yang menyamar!"
__ADS_1
"Pantas saja tidak ada suara! pasti nya penyusup itu membunuh (Umpan) tadi dan mengambil barang yang ada di dalam sarang siluman laba - laba selama 1 jam ini!"
Semua yang mendengar pernyata'an dari si Zheng Ren membuat mereka menebak - nebak, membuat kelompok itu tak terkendali. Tapi sebelum kekacauan kelompok semakin menjauh, 2 lelaki lain datang dengan cepat, menghentikan keributan yang ada.
"Ada apa?! Apa yang terjadi?!" Ketika mendengar keributan yang cukup heboh, 2 lelaki di tinkat Perak level 3 lain nya pun datang, dengan sangat cepat, sampai - sampai keributan itu menjadi hening kembali.
Setelah mendengar kan penjelasan dari yang lain nya, mereka ber 3 serta si Zheng Ren pun setuju untuk memasuki goa itu, memeriksa barang yang ingin mereka dapat kan, 'apa masih ada apa belum.'
"Zheng Ren, apa kita akan memasuki Goa ini?" Tanya salah satu dari 3 orang dengan tinkat perak level 3.
"Apa kau bodoh?! Kita harus mendapat kan nya! Kalau tidak, perjalanan ini akan sia - sia saja! Dan kalian juga harus ingat, kalau kita mengorban kan 100 orang!"
Beberapa saat setelah berdiskusi, mereka ber 4 pun, atau si Zheng Ren serta 3 lelaki dengan tinkat Perak level 3 itu pun membuat rencana, menjadikan sisa bawahan milik nya di jadikan umpan untuk para siluman laba - laba.
***
"Apa? Si Zheng Ren ingin kita menjadi umpan? Apa dia gila?" Berbisik.
"Kalau kejadian nya menjadi begini, seharus nya aku tak mengikuti orang gila ini!" Berbisik.
Mereka yang mendengar diskusian si Zheng Ren, mulai berguman menyesali sesuatu. Satu persatu sampai semua orang yang ada di kelompok si Zheng Ren mulai menguman kan sesuatu, menyesali perbuatan mereka mengikuti orang gila ini, atau si Zheng Ren.
Untuk mereka yang jadi umpan, adalah harapan yang tidak mereka ingin kan. Dan siapa juga yang ingin menjadi umpan tanpa bayaran dan tanpa persetujuan? Itu membuat mereka merasa enggan untuk menjadi umpan.
***
Beberapa saat kemudian, mereka berhenti berguman, salah satu dari 3 bawahan terpercaya si Zheng Ren mulai berbicara.
__ADS_1
"Hei kalian, karna kalian dari tadi tidak melakukan konstribusi apapun, Zheng Ren ingin kalian maju di depan dan kami di belakang. Kalau kalian tidak ingin melakukan nya, jangan salah kan aku kalau berbuat sesuatu yang tidak menyenang kan untuk kalian." Orang itu mengancam, dengan tanpa menunjukan ancaman nya, mengubah nya menjadi kata 'Konstribusi'.
Mereka sedikit enggan dengan perminta'an si Zheng Ren, tapi mau tak mau, dan di paksa, mau apa lagi? Itu sudah menjadi nasib mereka, untuk di jadikan pijakan untuk kelompok nya si Zheng Ren.