Dewa Iblis

Dewa Iblis
CH.17. Terkurung Nya Para Kultivator Tinkat Perunggu >Repair Of Words<


__ADS_3

[Note: Untuk kalian semua, baca nya agak pelan, sama perhati'in setiap kata - kata nya. Karna kalo baca nya kecepetan, nanti suka ada yang kelewat, jadi pelan - pelan aja sama perhati'in setiap kata - kata yang ada.


Ok, semangat baca nya ^o^


-------------------


Mereka yang tak bisa menolak perminta'an si Zheng Ren hanya bisa menundukan kepala mereka, sedikit merasa enggan untuk masuk ke dalam Goa siluman laba - laba. Karna sudah di jadikan umpan, lalu kenapa? Itu sudah nasib mereka, nasib yang cukup sial bertemu dengan si Zheng Ren.


Mereka pun memasuki Goa itu bersama, melankah dengan pelan dan cukup waspada. Terlihat 50 orang lebih memasuki Goa itu, bersama'an dengan kelompok si Zheng Ren yang beranggota kan 3 orang, sedikit menjauh 10 meter di belakang kelompok yang di jadikan (Umpan) itu.


10 menit kemudian.


Awal - awal mereka memasuki Goa tersebut cukup aman dan tak ada yang mencurigakan, tapi perlahan - lahan sekitar mereka muncul kabut berwarna putih, membuat pandangan mereka terhalang dan sedikit menambah kewaspada'an semua orang.


Zheng Ren yang melihat itu cukup heran, karna di seminggu yang lalu, ketika ia memasuki Goa ini, tak ada kabut, tapi kenapa sekarang menjadi ada kabut? Itu cukup aneh menurut nya. Apalagi dengan jalan di sepanjang jalan nya itu yang cukup bersih, karna seminggu yang lalu itu cukup banyak mayat berserakan.


Merasa aneh, Zheng Ren pun bertanya pada salah satu bawahan terpercaya nya. "Apa kau ada merasa sesuatu yang aneh?" Tanya Zheng Ren pelan, cukup waspada dengan area sekitar nya.


"Ya! Di kabut ini, terdapat racun halusinasi di tinkat yang sangat tinggi! Kalau kita berlama - lama'an di dalam kabut ini, kita akan terkurung dalam kabut selamanya sampai mati!" Ucap nya cukup meyakin kan, karna dia adalah seorang ahli dalam bidang racun dan sebagai nya.


"Apa?! Kalau begitu, bagaimana cara kita melepas kan halusinasi ini?" Tanya Zheng Ren, sedikit emosi. Walau sedikit emosi, si Zheng Ren ini masih dapat menahan emosi nya, dan bertanya di saat bersama'an.


Ketika si Zheng Ren berteriak, itu membuat kelompok yang di jadikan Umpan tadi sedikit terkejut, juga bersama'an membuat mereka mendengar kan percakapan si Zheng Ren dengan 3 Bawahan terpercaya nya.


"Ini agak sulit. Racun di dalam kabut ini sangat berbahaya, untuk mereka yang memiliki Panca indra yang lemah, mereka akan terkurung di tempat halusinasi ini sampai mati." Ucap nya serius.

__ADS_1


"Tapi walau begitu, kita dapat memperkuat salah satu dari panca indra kita, dan memfokus kan Qi kita dalam satu titik. Dengan begitu, kita dapat keluar dari tempat halusinasi ini dan kita akan selamat dari racun kabut ini." Ucap nya tersenyum ke arah Zheng Ren.


Zheng Ren yang mendengar itu cukup senang, untung nya ia sudah di tahap Perak level 6. Untuk 3 orang bawahan terpercaya si Zheng Ren juga cukup senang, karna mereka di tahap Perak.


Kenapa mereka senang? Itu karna pemusatan Qi hanya dapat di lakukan oleh kultivator tinkat Perak, tidak untuk tinkat Perunggu. 100% Yang di tinkat Perunggu pasti nya akan terkurung selama nya di tempat halusinasi ini sampai mati, dan terbunuh karna terlalu lama berdiam diri di tempat yang penuh akan racun Halusinasi.


***


Orang - orang yang di tinkat perunggu menjadi pucat pasi, membuat mereka menelan ludah ketika mendengar itu.


Di batin mereka, terngiang - ngiang kata - kata. "Kita akan mati? Kita akan mati?" Itu lah yang pasti di dalam batin semua orang - orang yang di tinkat Perunggu, membuat mereka tak siap mati muda di umur 15 tahun. Untuk orang - orang yang di tinkat Perak, juga cukup bahagia, tapi juga cukup menyesal, karna resiko kematian nya menambah.


Di kurung dalam kabut dan di bunuh oleh para siluman laba - laba, apa beda nya? Itu hanya masalah waktu menurut mereka, membuat mereka yang jadi umpan di tinkat perak, hanya berkeringat dingin membayang kan mereka tercabik - cabik oleh siluman laba - laba.


"Baiklah! Kalian sudah mendengar nya bukan? Untuk orang - orang yang di tinkat Perak, segera lah memusat kan Qi kalian pada salah satu Panca Indra kalian, dan ikuti aku melanjut kan perjalanan!"


3 lelaki bawahan nya si Zheng Ren pun juga tertawa, menertawakan mereka yang di tinkat Perunggu. Setelah itu, mereka memusat kan Qi mereka di salah satu panca indra mereka, dan menghilang di tempat berkabut itu.


"Kalian, jagalah diri kalian." [Orang yang di tinkat Perak]


"Maaf kan aku." [Orang yang di tinkat Perak]


Orang - orang yang di tinkat Perak lain nya yang belum keluar dari tempat halusinasi, cukup melakukan perpisahan dengan mereka yang di tinkat Perunggu lain nya sebelum keluar dari tempat halusinasi.


Melihat semua orang yang di tinkat di Perak sudah keluar dari tempat Halusinasi, membuat orang - orang yang di tinkat perunggu cukup sedih dan menyesal, ada juga yang emosi dan mengutuk kelompok orang - orang di tinkat Perak.

__ADS_1


***


Setelah keluar dari tempat halusinasi, kelompok yang terdiri dari 20 orang dengan kelompok si Zheng Ren, itu pun mulai berkumpul dan melanjut kan perjalanan mereka.


Ketika sadar dari halusinasi, mereka melihat banyak orang tergeletak tak sadar kan diri. Dan juga, ketika mereka terbangun, mereka masih di awal Goa, atau di luar Goa.


Mereka cukup terkejut ketika melihat diri mereka masih di luar Goa, padahal di tempat Halusinasi, itu sudah sampai setengah jalan, tapi sebenar nya mereka berdiri diam di tempat, itu cukup membuat mereka terkejut.


Mereka pun melanjut kan perjalanan mereka. 10 menit kemudian, mereka sudah di tengah jalan. Terlihat di sana terdapat 9 orang tergeletak, tak sadar kan diri. Si Zheng Ren yang melihat itu cukup yakin kalau itu adalah orang - orang nya yang tadi di jadikan umpan.


Dan juga, awal nya umpan nya itu terdiri dari 10 orang, 1 orang lagi menghilang di sana. Zheng Ren yang melihat itu cukup mengertak gigi, juga cukup yakin dengan apa yang di pikir kan nya, yaitu terdapat seseorang yang menyamar dan menyusup pada kelompok nya. Karna Khawatir akan sesuatu, ia pun mulai mempercepat lankah kaki nya lebih cepat.


*** 5 Menit kemudian setelah melanjut kan jalan.


Setelah beberapa saat mereka berjalan, tidak terjadi apa pun. Tapi sekarang, mereka terkejut melihat sesuatu yang mengerikan. Terlihat di sepanjang jalan terpenuhi darah, darah berwarna ungu di mana - mana.


Lebih dari itu, itu bagaikan genangan darah. Perempuan yang melihat darah itu, cukup membuat mereka muntah akan bau busuk dari darah ungu tersebut.


"Ap-Apa itu?! Ini, ini darah?! Kenapa sangat bau?!" Tanya nya, sekali lagi muntah akan bau darah tersebut.


"Ahh! Itu, itu apa?! Apa itu, mayat?!" Tanya seseorang lelaki di tinkat Perak level awal, memeriksa sesuatu di depan nya. Terlihat, beberapa siluman laba - laba terbunuh, dengan tubuh yang terbelah. Terlihat dalaman siluman tersebut keluar, dari organ dalam sampai otak mereka terlihat keluar dari kepala kecil mereka.


Bukan hanya 1 atau 2, tapi puluhan yang terbunuh. Itu membuat si Zheng Ren yang di tinkat Perak level 6 juga merinding ketakutan. Siluman laba - laba yang berumur 100 tahun itu, sama kuat nya dengan kultivator tinkat Emas level awal, lanjutan dari tinkat Perak.


Si Zheng Ren yang di tinkat Perak level 6 belum tentu dapat membunuh 1 dari siluman ini, bagaimana bisa seorang penyamar itu sangat kuat? Padahal si Zheng Ren sudah mengecek kalau 10 orang yang menjadi Umpan tadi di bawah tinkat Perunggu level 5.

__ADS_1


Walau siluman laba - laba yang kecil ini setara di tinkat Emas, tapi juga tidak ada serangan yang memadai, jadi bisa saja untuk si Zheng Ren membunuh 1, tapi ini beda, ini puluhan! Puluhan!! Kau tahu?!


__ADS_2