
[Note: Untuk kalian semua, baca nya agak pelan, sama perhati'in setiap kata - kata nya. Karna kalo baca nya kecepetan, nanti suka ada yang kelewat, jadi pelan - pelan aja sama perhati'in setiap kata - kata yang ada.
Ok, semangat baca nya ^o^
--------------------
Zheng Ren bersama yang lain nya berlari, mencari sesuatu. Apa itu? Tentu saja mencari orang yang telah membunuh semua siluman laba - laba itu. Mereka berlari dengan kencang, mengarah ke arah ujung goa siluman laba - laba.
Di perjalanan mereka, salah satu dari 3 bawahan terpercaya nya Zheng Ren bertanya. "Hei Zheng Ren, apa kita akan membiar kan pembunuh siluman laba - laba itu begitu saja? Dan membiar kan nya pergi?" Tanya lelaki di tinkat level 3, menanyakan tentang pembunuh yang membunuh semua laba - laba ini.
Satu orang bawahan terpercaya Zheng Ren yang satu nya lagi pun menyambung dalam percakapan yang terhenti tadi. "Ya, Zheng Ren, apa kita akan membiar kan nya begitu saja? Kau pikir - pikir lagi deh, dia sudah membunuh semua siluman laba - laba di sekitar sini, dia juga sudah mengambil semua kristal yang ada di mayat siluman laba - laba tadi."
"Pasti nya, dirinya menyimpan kekayaan yang melimpah. Kita dapat merampas semua barang berharga milik nya. Lagi pula, dia pasti sudah kehilangan banyak Qi. Di tempat jebakan berkabut, dia pasti sudah kehilangan banyak Qi, apa lagi dengan pertarungan dengan para Siluman laba - laba yang di bunuh nya."
"Dengan kesempatan ini, kita dapat mengambil semua barang berharga milik nya." Pria yang menyarankan itu tersenyum sinis, memikir kan kristal siluman yang berumur 100 tahun. Di dunia kultivator serta di dunia yang penuh akan kekejaman ini, sudah sangat biasa untuk merampok atau di rampok.
"Kau ini, setengah bodoh dan setengah pintar rupanya. Kau benar, kita dapat memanfaat kan kesempatan ini dan merampok nya. Lagi pula, kenapa kau bertanya seperti itu? Kau pikir aku ini siapa? Tanpa di peringat kan pun aku akan merampok barang berharga milik nya." Ucap Zheng Ren mendengus.
Zheng Ren yang mengucap kan itu sedikit tersenyum mengejek. Untuk orang yang memberi saran hanya mengaruk kepala nya, sedikit tertawa. 2 orang di tinkat Perak lain nya juga tertawa, terbahak - bahak.
***Di ujung Goa siluman laba - laba.
"Dage Lin, sekarang kita akan kemana?" Tanya Xiao Yun, bingung ingin berjalan ke arah mana, kedepan atau ke atas Goa siluman laba - laba.
Lin yang mendengar itu, hanya diam dan mulai menjawab. "Kita akan--.." Tapi sebelum mengatakan itu, Lin mengayun kan senjata sabit nya yang di tangan kanan milik nya ke arah lorong Goa.
"Peng!" Terdengar suara tankisan di depan Sabit karatan milik Lin, berdengung nyaring. Xiao Yun serta Wang Yushu yang melihat dan mendengar dengungan itu cukup bergetar dan mulai waspada dengan sekitar mereka.
Ketika benda yang menyerang Lin sudah jatuh ketanah dan mulai terlihat, terlihat sebuah senjata kunai disana. Kunai itu berwarna hitam dan terlihat sangat tajam. Bentuk nya cukup aneh, tapi Kunai adalah pilihan yang cukup bagus untuk pisau lempar.
"Xiao Yun, kau bersembunyi lah bersama Wang Yushu. Jaga dia sebelum aku menyuruh kalian keluar." Ucap Lin sedikit meninggikan suara. Walau begitu, ia sangat lah tenang dengan situasi nya saat ini.
Xiao Yun yang mendengar hal itu sedikit engan untuk meninggal kan Dage Lin nya, tapi sekarang bukan itu yang lebih penting. Kalau dia tetap di sisi Dage nya, yang ada malah dirinya menjadi beban Buat Dage Lin.
"Dage Lin.." Xiao Yun sedikit mengkerut kan alis.
Sekarang, prioritas utama Xiao Yun adalah mencari tempat berlindung, menunggu sampai Dage Lin menyelesai kan urusan nya. Beberapa saat Xiao Yun pun mulai serius dan mulai mengengam tangan Wang Yushu erat, membawa nya pergi mencari tempat aman.
Perlahan, mereka pun mulai bersembunyi di suatu tempat yang cukup aman, di ruang bawah tanah. Walau sudah turun kebawah, mereka masih memperhatikan Dage Lin nya di atas tangga, mengintip Dage nya bertarung.
__ADS_1
***
Beberapa saat setelah melempar kan 1 kunai, mereka yang melempar kan kunai itu mulai keluar dari persembunyian nya. Terlihat orang itu memegang sebuah kunai. Pasti nya dia lah yang sudah menyerang Lin tadi.
Walau begitu, bukan dia seorang saja yang muncul, tapi juga bersama'an dengan 20 orang kurang. Lin yang melihat wajah mereka, cukup mengenal mereka. Ya, mereka adalah Zheng Ren serta anggota kelompok nya.
"Jadi kau yang menyerang ku?" Tanya Lin menunjukan mata tajam nya, bersamaan menghunus kan sabit karatan milik nya.
Orang yang memegang Kunai tadi sedikit tersenyum. "Memang nya kenapa? Apa kau akan membunuh ku?" Tanya nya sedikit mendengus sombong. Orang yang memakai Kunia ini adalah salah satu dari 3 orang terpercaya nya si Zheng Ren.
Untuk sekarang, Lin tidak dapat melihat tinkat kultivasi mereka karna tinkat kultivasi mereka sangat jauh dari tinkat kultivasi Lin yang masih level awal tinkat Perunggu. Sebalik nya untuk mereka, mereka dapat melihat tinkat kultivasi Lin dari hanya merasakan Qi milik nya. Mereka yang sudah mengecek nya, mulai tersenyum karna melihat tinkat kultivasi milik Lin sangat rendah.
Walau Lin tidak dapat merasakan tinkat kutlivasi mereka lewat Qi, Lin dapat menebak nya dalam sekali tebak. Di umur yang 15 tahun ini, sangat lah wajar bagi mereka yang berumur 15 tahun sudah di tinkat Perunggu level 9 sampai tinkat Perak level 5. Biasa nya, orang berbakat membangkit kan lautan Qi di umur 7 sampai 8 tahun.
Dan Lin, Lin cacat dalam lautan Qi dan meridian milik nya, membuat nya belum pernah berkultivasi selama 15 tahun ini, itu pun di gantikan dengan latihan tubuh. Tapi beda kalau Lin yang sekarang, ia dapat menyembuh kan lautan Qi milik nya sendiri, bahkan meridian nya pun dapat di obati selagi ada bahan pembuatan nya.
***
Zheng Ren yang sedikit waspada, sekarang mulai melonggar, dan menunjukan sedikit celah untuk di serang. Terlihat, dia sedikit menghela nafas lega, setelah merasakan tinkat Kultivasi Lin yang masih di Nol. Beberapa saat Zheng Ren mulai tersenyum sinis, dan berkata pada Lin.
"Jadi kau yang sudah membunuh semua siluman laba - laba yang ada di sepanjang jalan goa ini? Heh! Ternyata tidak sesuai yang ku harap kan! Aku kira kau adalah seorang kultivator yang kuat, ternyata seorang kultivator sampah!" Teriak nya sombong, sedikit mendengus jijik pada Lin.
"Sia - sia kami takut sebelum nya, mengira kalau dia sangat kuat sampai bisa membunuh puluhan siluman. Ternyata dia cuman sampah, haha."
"Ya. Bagaimana bisa orang sampah yang di bawah tinkat kami, bisa membunuh mereka semua? Bisa membunuh 1 siluman pun itu sangat lah beruntung untuk mu."
"Pasti dia mengunakan trik licik untuk membunuh mereka semua! Bagaimana bisa seorang kultivator tinkat rendahan seperti mu dapat membunuh mereka semua, selagi kami tidak bisa melakukan apa yang kau lakukan!"
"Heh! Walau pun memang benar kau yang membunuh mereka semua, memang kenapa? Sekarang tanpa Qi dan tanpa bantuan apapun dan hanya mengandal kan senjata yang karatan seperti itu, aku ragu kau dapat melukai kami yang di tinkat Perak!"
Mereka tak henti - henti menghujat Lin dengan kata - kata sombong dan menjijikan. Walau begitu, Lin masih tenang dengan mata yang masih tajam ter-arah pada mereka.
Tapi.. Menurut [Author], [Author] ragu Lin yang memiliki sifat asli yang pemarah bisa tahan dengan semua ini..
"Sialan! Memang benar, bagaimana bisa seorang kultivasi tinkat Perunggu level awal dapat membunuh semua ini, selain membunuh mereka mengunakan cara licik. Aku pun juga akan ragu kalau itu bisa di lakukan. Tapi ini beda! aku adalah kaisar dewa, bagaimana bisa aku mengunakan cara licik seperti itu!" Batin Lin emosian.
"Sudah - sudah. Untuk seorang sampah yang lebih sampah dari yang lain nya, bagaimana bisa, kita yang di tinkat Perak yang terhormat berbicara padanya. Lebih baik, kita langsung ke To The Point Aja." Ucap salah satu pria dari 3 orang pria terpercaya nya Zheng Ren.
Ia mulai melanjut kan ucapan nya yang tadi terputus, sekaligus terlihat senyum bermekaran di mulut nya. "Kau serah kan semua barang berharga mu, berikan kami rahasia cara membunuh siluman laba - laba ini, dan patah kan 1 tangan mu, munkin kami akan membiar kan mu keluar hidup - hidup dari sini." Ucap nya menutup mata nya, senang dengan nada bicara nya yang sombong itu.
__ADS_1
Terlihat di wajah Zheng Ren serta yang lain nya tersenyum, memikir kan harta yang di miliki si Lin, si MC kita. Tapi sebelum itu, senyum mereka menghilang.
"Kau pikir kau siapa, menyuruh ku untuk menyerah kan semua barang berharga milik ku? Lebih dari itu, Mati saja sana!" Teriak Lin, tak tahan dengan hujatan mereka, dan mulai menunjukan sifat aslinya.
----------------------
Hallo semua ^^
Mau jelasin nie, sambil spoiler.. Kita mulai dari penjelasan nya dulu yaa.
Note:
A:Kunai, apa itu Kunai?
B:Kunai, adalah sebua pisau yang di mana di khusus kan untuk senjata lempar, yang di mana pisau nya berbentuk segitiga piramida dengan isian di dalam nya. Dan juga, pemegang pisau itu kecil dan cukup panjang. Cocok untuk pisau lempar.
A:Siapa kah 3 orang terpercaya nya si Zheng Ren?
B:Jadi begini. Untuk nama dan ciri - ciri bentuk wajah di hilang kan. Selanjut nya kita ganti saja nama nya menjadi kakak pertama, adik ke 2, dan adik ke 3. Dan juga, pekerja'an mereka sudah di jelas kan, dari..
Kakak pertama: Ahli Racun dan sebagainya.
Adik ke 2: Ahli dalam senjata jarak dekat dan jauh, dengan senjata berbentuk Kunai.
Adik ke 3: Untuk ini masih belum di ketahu, tapi kita bocor kan informasi nya sedikit. Pekerjaan nya adalah senjata jarak dekat, dengan pedang yang sangat panjang dan berat.
Kita lanjut kan ke penjelasan yang selanjut nya.
A:Zheng Ren. Pekerjaan nya apa?
B:Kalau itu masih belum di ketahu sampai Ch ini, tapi di Ch selanjut nya. Kita ke informasi selanjut nya. Untuk sifat saja..
Sifat si Zheng Ren ini, gak tentu. Dari sifat sombong, marah, rakus dan juga suka mengorban kan orang - orang lemah tanpa perasaan. Dan, dia juga cukup ceroboh sih.
***
Untuk spoiler, nanti lihat aja di Ch 20, nanti bakal di jelasin, dari keaneh - anehan yang ada di cerita novel ini dan juga, nanti pasti ada pertanyaan yang kalian tidak ketahui bakal ke jawab di sini. Untuk Ch 20, itu khusus.
Ok, good luck untuk baca nya ^o^
__ADS_1