Dia Istriku, Bukan Babu

Dia Istriku, Bukan Babu
Bab 28


__ADS_3

''Jangan kau fikir setelah berhasil mengancam kami, kau bisa hidup seperti nyonya disini, kau menantu disin, kalau kau tak ingin bantu-bantu, silahkan pergi! Pingtu rumah ini sangat terbuka lebar untukmu, kau seenaknya pergi da pulang kesini tanpa melakukan apapun, apa kau fikir kau nyonya besar?'' tanya Lila sang kakak ipar pada Fitri.


''Lalu masalah buatmu, Itu suka-suka aku ya, lagian sekarang suamiku sudah tiak mempermasalahkan aku untuk berbuat apa, kenapa kau malah sewot,'' ucap Fitri


''Oh iya benarkah? Kau menumpuk baju kotor suamimu sehingga baju dalam lemarinya hapir habis, ya dia tidak  banyak bicara denganmu tapi percayalah dia sedang mencari calon istri baru utuk bisa ia bawa kesini, jadi ... selamat menikmati untuk di madu Fitri, silahkan kau buat sesuka hatimu, kau disini hanya sebatas pajanga yang mana Adi sudah tak sydi menyentuh wanita seperti dirimu,'' ucap Lila seraya berlalu, benar sjaa Fitri ingat jika suaminya menag elalu mendiaminya semenjak kejadian itu, ia bahkan tidak pernah meminta  haknya sebagi suami, Fitri merasa cemas, Apakah yang dikatakan Lila adalah benar?


''Jika mas Adi benar-benar akan menikah lagi alu bagaiaman dengan nasibku, tidak ... aku tidak akan pernah setuju mas Adi menikah lagi, bukankah untuk menikah ag ia butuh ijinku,'' gumam Fitri.


Fitri langsung masuk kedalam kamarnya dan melihat cuciannya dan cucian suaminya memuncak seperti gunung merapi yang siap untuk meledak.


''Ah, aku paling mals cuci baju, meskipun ada mesin cuci, keapa mereka tidak mempekerjakan pembantu sih, katanya kaya, tap kenapa gak ada sau pelayanpun disini,'' gerutu Fitri seraya membawa tumpukan baju ke tempat mesin cuci, sayangnya mesin cucinya rusak dan belum di perbaiki, pasanya orang tua Adi sudah memanggil tukang sevis namun Lila membatalkannya, dan untuk semenara mereka menggunakan loundri sedankan Fitri belum tahu jika di dekat rumahnya ada tukang loundri.

__ADS_1


''Kak, mesin cucinya kenapa gak bisa di hidupin aku sudaah kasih air dan deterjen juga,'' ucap Fitri pada Lila yang sedang memotong kuku.


''Wah selamat mencuci secara manual, Fitri. Karena mesin cucinya sekarang agi rusak dan belum bisa di perbaiki, oh satu lagi ... Baju yang sudah di rendam dan diksih deterjen kalau gak langsung di cuci nanti cepat rapuh loh, sepperti hatimu yang sudah lama tak tersentuh Adi, lama-lama akan rapuh dan musnah juga,'' ucap Lila seraya terus memotong kukunya.


Fitri melongo ketika Lila bertkata panjang lebar namun hanya kata mencuci secara manual yang terngiang di pendengaran Fitri.


'''Jadi aku akan kuceek-kucek ho ta hai?'' tanya Fitri denga mata membualat dan hampir menangis.


*****


''Assalamualikum Abra, Naya,'' ucap orang tua Jessy yang sudah tiba di restoran, yang mana kakaknya Jessy sudah datang dan menatap tajam pada Naya.

__ADS_1


''Waalaikum salam, Ibu, Ayah, kakak, kak ... Kenalkan ini adalah Naya istriku,'' ucap Abra membuat kakaknya jessy langsung menatap tajam pada Abra.


''Istrimu?'' tanya kakaknya Jessy dengan atapan tak percaya, sedangkan kedua orang tuanya merasa bingung dengan apa yang anaknya lakukan.


''Iya kak, dia istriku, Kenapa kak?'' tanya Abra yang mana Abra mengenal kakaknya Jessy dengan sosok yang ramah dan humoris, namun saat ini ia melihat aura yang berbeda.


''Duduklah, kau membuat Abra dan istrinya tak nyaman,'' ucap ayahnya Jessy seraya menatik tangan anaknya. Kakaknya Jessy duduk namun tatapannya masih teruju ada Naya, Naya yang takut hanya bisa memegang tangan Abra yang ada di bawah meja, Abra membalas genggaman tangan itu, Abra mengerti jika Naya tak nyaman dengan tatapan kakaknya Jessy.


Kenapa dengan tatapan kakaknya Jessy?


Apakah kakaknya Jessy mengenali Naya?

__ADS_1


__ADS_2