Dia Istriku, Bukan Babu

Dia Istriku, Bukan Babu
Bab 30


__ADS_3

''Ada apa pa?'' tanya Sinta ketika panggilannya sudah terhubung.


.


.


''Ah papa, baiklah,'' ucap Sinta dengan mimik wajah kesal.


''Ada apa?'' tanya Ayu


''Papa memintaku ke kantor, ada hal pentig yang harus di bicarakan,'' ujar Sinta seraya bangkit dari duduknya


''Lalu bagaimana denga pesanan kita?'' tanya Ayu


''Kau bungkus saja bawa kau pulang,ini uangnya,'' ucap Sinta seraya mengambil uang dari tasnya.


''Gak usah, Sin. Biar aku saja yang bayar, kau sudah banyak membantuku selama ini, kau bahkan yan membayar rumah kontarkanku,'' ucap Ayu.


''Tidak apa-apa, kita kan teman, baiklah ... Tidak apa-apa kan kalau aku balik duluan?'' tanya Sinta


''Tidak apa-apa, pergilah, nanti papamu marah,'' goda Ayu. Ayu tahu jika papanya Sinta tidak mungkin bisa marah pada Sinta, Sinta di ibaratkan anak emas oleh papanya.

__ADS_1


Sintapun berlalu dari restoran itu, meninggalkan Ayu yang terus menatapnya.


*******


''Maksud tuan apa, maaf lepaskan tangan saya tuan,'' ucap Naya berusaha melepaskan diri dari laki-laki iyu yang ternyata adalah Juna.


''Kau jangan munafik, Zaneeta. Kau pergi karena kasus itu kan, bahkan sekarang kau bersembunyi di balik baju seperti ini, tapi Zaneet ... Kau tidak akan bisa mengelabuhi kami,'' ujar Yuna, Naya semakin tidak mengerti dengan apa yang Juna katakan.


''Saya rasa anda saat ini sakit, tuan. Saya Naya bukan Zaneeta seperti yang anda katakan,'' ucap Naya yang berhasil melepaskan tangannya dari tanga Juna, mendapatkan peluang, Naya langsung melangkah menjauhi Juna yang masih terlihat syok. Naya mempercepat angkahnya hingga kini keberdaannya bisa terlihat oleh Abra. Detak jantung Naya berdetak dengan begitu cepat, ia begitu syok dengan apa yang di lakukan oleh Juna kakanya Jessy.


'Apa maksudnya, siapa Zaneeta?' tanya Naya dalam hati.


Naya-pun duduk di kursinya kembaali.


''Ah, toiletnya rame, jadi aku nunggu sebentar,'' ucap Naya berbhong, Naya-pun menoleh kearah Ara yang sedari tadi menatapnya, Sepertiya Abra mengetahui jika isrinya sedang berbohong, apalagi tangan Naya saat ini sedang gelisah dengan meremas gamisnya sendiri. Abra mengambil tangan Naya yang kini berkeringat dan menggenggamnya di bawah meja. Seketika Naya merasakan keamanan dalam dirinya.


Beberapa saat kemudian, Juna datanag dengan senyuman di bibirnya, berbeda ketika belum mendapatkan telepon.


''Cie, uda mulai tersenyum nih, pasti pacarnya tadi yang telepon ya?'' tanya Jessy menggoda kakaknya.


''Apakah itu benar Juna? kalau benar ... kau bawa kehadapan ibu dan ayah, kami pasti akan merestui kalian, jangan hanya pacaran terus tidak d halalin, kasihan wanitanya, Jun,'' ujar ibunya Juna.

__ADS_1


''Bukan Juna yang tidak ingin membawanya kehadapan ibu dan ayah, tapi dia pacarku yang beljum mau,'' ucap Juna seraya tatapannya terus tertuju pada Naya.


''Belum siap nikah kali ya kak?'' tanya Jessy


''Bukan, entahlah. Tapi kakak akan tahu jawabnnya nanti,'' ucap Juna seraya terus menatap Naya yang kini tersenyum menoleh kearah Abra.


Makan siang kali ini sungguh sangat tidak neak bagi Naya, Aapalagi dengan tatapan Juna yang selalu di layangkan padanya. Entah kenapa Naya merasa tidak nyaman dengan tatapan itu.


'Aku harus bbicara dengan bang Abra, apa maksudnya, bahkan bekas pegangan ntangannya masih sakit, kasus apa yang ia maksud dan siapa Zaneeta itu?' bathin Naya dengan perasaan yang gelisah.


'Mungkin kak Juna hanya salah faham,' bathin Naya lagi, iapun berusaha untuk tenang kembali, berbaur dengan candaan ibu dan ayah Jessy.


''Naya, Apakah kau tidak ada niatana untuk hamil?'' tanya ibunya Jessy.


''Dia tidak akan hamil, Bu,'' ucap tiba-tiba Juna yang mana membuat semua orang terkejut begitu juga dengan Abra dan Naya.


''Apa maksudnya kakak? Apakah kakak tahu kalau kak Naya pernah keguguran?'' tanya Jessy yang heran dengan kakaknya.


''Keguguran?'' tanya Juna heran dan tak percaya.


''Iya, tepatnya 10 bulan yang lalu ya dek?''tanya Abra pada Naya

__ADS_1


''Hampir setahunan, bang,'' ujar lembut Naya membuat Juna semakin menatapnya dengan intens.


Secara wajah ia begitu mirip dengan Zaneet, wanita yang begitu Juna kenal namun saat ini ia di kabarkan menghilang beberap bulan yang lalu, hingga saat ini tidak ada kabar tentangnya.


__ADS_2